materi khutbah jumat singkat jangan berlebihan dakwah.id

Khutbah Jumat Singkat: Jangan Berlebihan Dalam 6 Hal Ini!

Khutbah Jumat Singkat
Jangan Berlebihan Dalam 6 Hal Ini!

Pemateri: Sodiq Fajar

*) Link download file PDF untuk print ada di akhir tulisan

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِعِبَادِهِ الْأَسْمَاعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ، وَأَسْدَى عَلَيْهِمْ أَصْنَافَ النِّعَمِ وَسَيُحَاسِبَهُمْ عَلَيْهَا وَعَنْهَا يُسْأَلُوْنَ، فَمَنِ اسْتَعَانَ بِهَا عَلَى طَاعَةِ الْمُنْعِمِ فَأُولۤئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ، وَمَنْ صَرَفَهَا فِي مَعَاصِيْهِ فَأُولۤئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ إِذَا أَرَادَ شَيْئاً قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ خُتِمَتْ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ وَالْمُرْسَلُوْنَ، وَبِهَدْيِهِ وَسِيْرَتِهِ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُوْنَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللَّـهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّـهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Pada siang hari yang sangat mulia ini, kami berwasiat kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah subhanahu wata’ala.

Mari laksanakan perintah-perintah Allah subhanahu wata’ala dan rasul-Nya. Mari jauhi larangan-larangan Allah dan rasul-Nya.

Kita semua berharap, semoga Allah menjadikan kita sebagai hambanya yang taat dan jauh dari maksiat. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang saleh dan mendapat ampunan dari segala dosa dan salah.

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Pada kesempatan kali ini, perlu kiranya kami menyampaikan pesan penting terkait dengan satu sifat yang sangat dibenci oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya, yakni sifat Israf.

Israf artinya berlebihan. Berlebihan melampaui batas wajar.

Allah subhanahu wata’ala menciptakan manusia yang dibekali dengan hawa nafsu. Allah subhanahu wata’ala perintahkan kepada manusia untuk selalu mengendalikan hawa nafsu.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat Yusuf ayat 53,

اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْ

Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Rabbku.”

Nafsu inilah yang selalu mendorong manusia untuk berbuat berlebihan dalam segala hal.

Dalam surat al-A’raf ayat 31 Allah subhanahu wata’ala berfirman,

 وَلَا تُسْرِفُوْاۚ

Dan jangan berlebih-lebihan!”

Di dalam al-Quran, Allah subhanahu wata’ala menyebutkan sifat Israf atau sifat berlebih-lebihan ini lebih dari 20 kali.

Melalui mimbar Jumat ini, kami sampaikan nasihat untuk kami pribadi juga untuk jamaah sekalian agar jangan berlebihan dalam enam hal berikut ini.

Pertama: Jangan Berlebihan Mencintai Sesama Makhluk

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami nasihatkan kepada diri kami juga jamaah sekalian agar jangan berlebihan mencintai sesama makhluk.

Berlebihan dalam mencintai sesama makhluk maksudnya menancapkan rasa cinta kepada sesama makhluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala melebihi batas kewajaran cinta kepada sesama makhluk.

Sebab, jika sampai cinta kita kepada sesama makhluk melebihi batas wajar kadar cinta kepada makhluk, dikhawatirkan kita terjatuh pada dosa syirik. Yakni menyetarakan cinta kepada makhluk dengan cinta kepada Allah subhanahu wata’ala.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 165,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَشَدُّ حُبًّا لِّلّٰهِ

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana termaktub dalam kitab Sunan Abi Daud hadits nomor 1997,

‌أَحْبِبْ ‌حَبِيبَكَ ‌هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا، وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا

Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya. Bisa jadi orang yang sekarang kamu cintai saat ini, suatu hari nanti harus kamu benci. Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya, bisa jadi di satu hari nanti dia menjadi orang yang harus kamu cintai.”

Kedua: Jangan Berlebihan dalam Canda Tawa

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami nasihatkan agar jangan berlebihan dalam canda dan tawa. Kenapa? Sebab, berlebihan dalam canda dan tawa dapat mematikan hati.

Rasulullah bersabda, sebagaimana termaktub dalam kitab Sunan Ibnu Majah, hadits nomor 4193,

لَا ‌تُكْثِرُوا ‌الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Jangan berlebihan dalam tertawa, karena berlebihan dalam tertawa dapat mematikan hati.”

Boleh bercanda, asal tidak mengandung dusta. Boleh tertawa, asal tidak berlebihan dan tetap menjaga adab dan etika.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun juga tertawa. Tapi tawa beliau tidak terbahak-bahak, atau tertawa keras. Tertawanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah senyuman, paling maksimal senyuman beliau sampai terlihat gigi gerahamnya; sebuah senyum yang lebar.

Abdullah bin Mas’ud radhiyalllhu ‘anhu pernah menyaksikan tawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana termaktub dalam kitab Sunan At-Tirmidzi hadits nomor 2537,

فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُول َاللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَواجِذُهُ

Sungguh aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya.”

Ketiga: Jangan Berlebihan dalam Makan

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami nasihatkan kepada jamaah sekalian agar jangan berlebihan dalam hal makan dan minum.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat al-A’raf ayat 31,

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ

Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana termaktub dalam kitab Sunan Ibnu Majah, hadits nomor 3349, riwayat dari al-Miqdam bin Ma’di,

‌مَا ‌مَلَأَ ‌آدَمِيٌّ ‌وِعَاءً ‌شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، حَسْبُ الْآدَمِيِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ غَلَبَتْ الْآدَمِيَّ نَفْسُهُ، فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ، وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ، وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ

Tidaklah seorang anak Adam memenuhi tempat yang lebih buruk dari perutnya. Ukuran (yang layak bagi perut) seorang anak Adam adalah beberapa suapan yang dapat menguatkan tulang-tulangnya. Karena jiwa seorang anak Adam tidak dapat melampaui batasannya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk jiwanya (nafasnya).”

Keempat: Jangan Berlebihan Bersumpah dalam Jual Beli

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami nasihatkan agar jangan berlebihan bersumpah dalam jual beli. Ketika kita mulai menjalankan bisnis, menjual produk fisik atau non fisik, pastikan bahwa produk itu halal baik halal zatnya atau pun halal dalam produksi atau pengadaannya. Kemudian promosikan produk itu dengan cara yang tidak melanggar syariat Islam dalam jual beli.

Hindari konten promosi yang mengandung dusta, hindari berlebihan dalam bersumpah tentang produk yang kita jual, hindari promosi-promosi over claim, dan semisalnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana termaktub dalam kitab Shahih Muslim, hadits nomor 1607,

‌إِيَّاكُمْ ‌وَكَثْرَةَ ‌الْحَلِفِ ‌فِي ‌الْبَيْعِ، فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ

Berhati-hatilah kalian dari sering bersumpah dalam berjual beli, bisa jadi sumpah itu membuat dagangan laku namun kemudian keberkahannya lenyap.”

Imam an-Nawawi menjelaskan dalam kitab al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj jilid 11 halaman 44,

فِيهِ النَّهْيُ عَنْ كَثْرَةِ الحَلِفِ فِي البَيْعِ؛ فَإِنَّ الحَلِفَ مِنْ غَيْرِ حَاجَةٍ مَكْرُوهٌ، وَيَنْضَمُّ إليه تَرْوِيجُ السِّلْعَةِ، وَرُبَّمَا اغْتَرَّ المُشْتَرِي بِاليَمِين

Hadits tersebut mengandung hukum larangan berlebihan bersumpah dalam jual beli, karena bersumpah tanpa ada kepentingan hukumnya makruh. Sumpah ini dimaksudkan untuk promosi produk, dengan sumpah itu pembeli akhirnya tertipu.”

Promosi produk dengan sumpah dan narasi-narasi palsu adalah perbuatan dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya, hadits nomor 7446,

Tiga model orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah subhanahu wata’ala dan Allah subhanahu wata’ala tidak akan melihat kepada mereka di hari kiamat kelak.”

Salah satunya adalah,

‌رَجُلٌ ‌حَلَفَ ‌عَلَى ‌سِلْعَةٍ: لَقَدْ أَعْطَى بِهَا أَكْثَرَ مِمَّا أَعْطَى وَهُوَ كَاذِبٌ

Seorang penjual yang bersumpah tentang dagangannya; dia berdusta dengan mengaku telah memberi lebih kepada seorang pembeli dibandingkan yang ia berikan kepada pembeli lainnya.”

Kelima: Jangan Berlebihan dalam Menyampaikan Informasi yang Kita Dengar

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami nasihatkan agar jangan berlebihan dalam menyampaikan informasi. Informasi atau kabar apa pun yang kita dengar, belum tentu seluruhnya mengandung kebenaran. Bisa jadi ada bagian-bagian yang masih dipertanyakan kebenarannya. Atau bahkan ada campuran informasi dusta atau hoaks.

Atau, mungkin kita telah yakin informasi yang kita dengar telah terkonfirmasi kebenarannya, namun ketika kita sampaikan seluruh informasi itu kepada orang lain, justru akan menimbulkan mudarat dan kerugian baik bagi diri kita, atau bagi orang yang kita beri informasi, atau pun bagi orang lain.

Oleh karena itu, jangan semua informasi yang kita dengar itu kita sampaikan kepada orang lain. Mari kita saring terlebih dahulu. Sampaikan yang sudah pasti kebenarannya saja. Sampaikan informasi sebatas yang sekiranya diperlukan oleh pendengarnya saja. Sampaikan informasi yang membawa manfaat dan tidak menimbulkan mudarat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana termaktub dalam kitab Shahih Muslim hadits nomor 5,

‌كَفَى ‌بِالْمَرْءِ ‌كَذِبًا ‌أَنْ ‌يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukuplah seseorang disebut berdusta ketika ia menyampaikan semua informasi yang pernah ia dengar.”

Keenam: Jangan Berlebihan dalam Menyampaikan Nasihat Peringatan

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami nasihatkan agar berlebihan dalam menyampaikan nasihat kepada orang lain. Bagi kita yang berperan sebagai orang tua, atau guru, atau kakak, atau sahabat, atau penasihat, Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk saling menasihati dalam kebaikan dan takwa.

Namun, berlebihan dalam menasihati, dalam arti terlalu sering memberikan nasihat di luar ambang batas wajar, dapat berakibat pada kejenuhan. Orang yang kita nasihati bisa jadi malah merasa jenuh dengan nasihat-nasihat kita karena kita terlalu sering menyampaikannya.

Mari kita teladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hal menasihati. Beliau tidak berlebihan dalam memberikan nasihat. Beliau senantiasa memilih waktu yang tepat dan kalimat yang tepat dalam menasihati para sahabat.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, sebagaimana termaktub dalam kitab Shahih al-Bukhari hadits nomor 68,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِي الْأَيَّامِ؛ ‌كَرَاهَةَ ‌السَّآمَةِ ‌عَلَيْنَا

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memilah-milah hari untuk menyampaikan nasehat kepada kami karena khawatir kami merasa bosan (mendengar nasehat beliau).”

Saudaraku, jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Demikian nasihat yang dapat kami sampaikan dalam materi khutbah Jumat pada siang hari ini. Semoga tidak membuat jenuh pada jamaah sekalian. Semoga Allah subhanahu wata’ala menjauhkan kita dari sifat berlebihan yang dapat membawa kita pada kerugian di dunia dan di akhirat kelak.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي دَبَّرَ عِبَادَهُ فِي كُلِّ أُمُوْرِهِمْ أَحْسَنَ تَدْبِيْرٍ، وَيَسَّرَ لَهُمْ أَحْوَالَ الْمَعِيْشَةِ وَأَمْرِهِمْ بِالْاِقْتِصَادِ وَنَهَاهُمْ عَنِ الْإِسْرَافِ وَالتَّقْتِيْرِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اَللَّهُمَّ أعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَاحْمِ حَوْزَةَ الدِّيْنِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

اَللَّهُمَّ فُكَّ قَيْدَ أَسْرَانَا وَأَسْرَى الْمُسْلِمِيْنَ، وَرُدَّهُمْ إِلَى أَهْلِهِمْ سَالِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّهُمْ فِي حَاجَةٍ عَاجِلَةٍ إِلَى رَحَمَاتِكَ، فَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ رَحَمَاتِكَ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ، اَللَّهُمَّ مَنْ آذَاهُمْ فآذِهِ وَمَنْ عَادَاهُمْ فَعَادِهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

اَللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا نِعَمَكَ، وَوَفِّقْنَا لِشُكْرِكَ وَطَاعَتِكَ، وَأَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيْنَا مِنَ الْخَيْرَاتِ مُعِيْنَةً عَلَى مَا أَمَرْتَنَا بِهِ مِنَ الطَّاعَاتِ

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا فِي ثِمَارِنَا وَزُرُوعِنَا وكُلِّ أَرْزَاقِنَا يَا ذَا الجَلالِ وَالإِكْرَامِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Download PDF Materi Khutbah Jumat Jangan Berlebihan dalam 6 Hal Ini! di sini:

Semoga bermanfaat!

Pilihan materi Khutbah Jumat lainnya:

Topik Terkait

Sodiq Fajar

Bibliofil. Pemred dakwah.id

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.

%d blogger menyukai ini: