Materi khutbah Idul Adha yang berjudul Hari Raya Koitmen dan Profesionalitas ini menekankan pentingnya membangun karakter muslim melalui nilai komitmen dan profesionalitas.
Penulis menjelaskan bahwa ketaatan tanpa syarat Nabi Ibrahim merupakan simbol kesetiaan spiritual yang melampaui kepentingan duniawi. Selain itu, aspek profesionalitas atau ihsan diangkat melalui tata cara penyembelihan kurban yang harus dilakukan dengan kualitas terbaik dan penuh tanggung jawab.
Materi Khutbah Idul Adha ini mengajak umat untuk tidak sekadar menjalankan ritual tahunan, melainkan mengintegrasikan keteguhan hati dan kesungguhan amal dalam seluruh aspek kehidupan.
Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai pengingat agar setiap ibadah berdampak nyata pada perbaikan perilaku sosial dan etos kerja seorang mukmin.
Materi Khutbah Idul Adha
Hari Raya Koitmen dan Profesionalitas
Pemateri: Rusydi Rasyid
MUKADIMAH KHUTBAH IDUL ADHA
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ . (9 x)
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَاتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التُّقَىٰ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
KHUTBAH PERTAMA
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala, Tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan kepada kita berbagai nikmat yang tiada terhitung. Dengan kasih sayang-Nya kita masih diberi kesempatan untuk hidup dalam iman dan Islam, serta diberi kesehatan untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba-Nya.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, suri teladan bagi seluruh umat manusia, pembawa risalah yang menyinari hati dengan cahaya petunjuk dan kebenaran. Semoga shalawat juga tercurah kepada keluarga beliau, para sahabatnya yang mulia, serta segenap pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benarnya takwa. Yakni takwa yang melahirkan ketaatan, menjauhkan diri dari maksiat, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
Madrasah Kehidupan Bernama Idul Adha
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Hadirnya hari raya Idul Adha tidak hanya menghadirkan kebahagiaan dan suasana sukacita di tengah kaum muslimin. Lebih dari itu, ia membawa beribu hikmah dan pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan seorang mukmin.
Takbir yang bergema, jemaah yang berkumpul, serta hewan kurban yang dipersembahkan bukanlah sekadar tradisi tahunan ataupun perayaan seremonial semata. Ini adalah bagian dari syiar agung yang sarat dengan nilai pendidikan rohani dan sosial.
Idul Adha adalah salah satu madrasah kehidupan. Ia mengajarkan makna penghambaan, pengorbanan, keikhlasan, sekaligus menanamkan karakter seorang muslim sejati. Karena itu, hari raya ini hendaknya direnungi dengan kesadaran dan penghayatan.
Di antara pelajaran terbesar yang dihadirkan Idul Adha ialah tentang komitmen dan profesionalitas. Dua nilai yang hari ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan umat.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.
Komitmen Cinta Seorang Hamba
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Hari raya ini mengingatkan kita kepada sosok agung Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau adalah sosok yang membuktikan bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segalanya.
Ketika Allah menguji beliau dengan perintah yang sangat berat, yakni menyembelih anak yang paling beliau cintai, Ibrahim tidak mendahulukan perasaan, logika, ataupun kepentingan dunia. Yang beliau dahulukan hanyalah ketaatan.
Allah subhanahu wata’ala berfirman, al-Quran Surat ash-Shaffat: 103–105,
فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا
“Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah), Kami memanggil dia,‘Wahai Ibrahim, sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.’”
Inilah komitmen cinta seorang hamba. Cinta yang tidak berhenti sebatas di lisan, tetapi cinta yang dibuktikan dengan pengorbanan. Banyak orang mengaku mencintai Allah, tetapi ketika cinta itu berbenturan dengan kenyamanan duniawi, berupa harta, jabatan, keluarga, kenyamanan, dan hawa nafsu, maka cintanya mulai goyah.
Sesungguhnya dalam segala lingkup kehidupan manusia, komitmen adalah fondasi yang tidak dapat dipisahkan:
Cinta membutuhkan komitmen berupa pengorbanan.
Kesuksesan membutuhkan komitmen berupa kesungguhan, kerja keras, dan konsistensi yang panjang.
Kesehatan membutuhkan komitmen untuk menjaga pola hidup yang baik.
Dan kepercayaan membutuhkan komitmen dalam bentuk amanah, kejujuran, dan tanggung jawab.
Karena pada hakikatnya, komitmen adalah bukti keseriusan seseorang terhadap sesuatu yang ia anggap penting.
Seseorang yang mengaku mencintai tetapi tidak siap berkorban, maka cintanya patut dipertanyakan. Demikian pula dalam urusan kehidupan lainnya.
Materi Kultum Ramadhan: Orang yang Beriman Ibarat Nakhlah dan Nahlah
Dan seperti itulah Idul Adha mengajarkan kepada kita. Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan, tetapi perayaan komitmen. Komitmen penghambaan, komitmen ketaatan, dan komitmen cinta kepada Allah subhanahu wata’ala
Sebab yang dipertontonkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bukanlah sekadar peristiwa pengorbanan seorang ayah terhadap anaknya, melainkan keteguhan hati seorang hamba yang menempatkan Allah di atas segala-galanya.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Profesionalitas dalam Ibadah dan Amal
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Selain komitmen, Idul Adha juga mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang profesional dan tidak asal-asalan dalam menjalani kehidupan. Pelajaran ini tampak jelas melalui syariat penyembelihan hewan kurban.
Islam tidak memandang penyembelihan sekadar proses memotong hewan, tetapi ini adalah ibadah yang harus dilakukan dengan ilmu, adab, dan tanggung jawab. Karena itu, bahkan dalam urusan menyembelih pun, syariat menolak sikap serampangan dan sembrono.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, hadits riwayat Muslim, nomor 1955,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ.
“Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, lakukanlah dengan cara yang baik; dan apabila kalian menyembelih, sembelihlah dengan baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.”
Para ulama menjelaskan bahwa al-ihsan adalah masdar dari kata ahsana–yuhsinu yang bermakna melakukan sesuatu dengan baik, tepat, sempurna, dan seoptimal mungkin. Ini adalah dorongan untuk memperindah dan menyempurnakan amal-amal yang disyariatkan, sehingga tidak dilakukan secara asal-asalan atau sekadar menggugurkan kewajiban.
Makna ihsan ini memiliki kedekatan dengan kata profesional; yakni bekerja dan beramal dengan kesungguhan, ketepatan, tanggung jawab, serta menghasilkan kualitas terbaik sesuai tuntunan dan kemampuan.
Perhatikanlah syariat penyembelihan ini, jamaah sekalian. Islam menuntut adanya persiapan, keterampilan, ketepatan, dan belas kasih. Pisau harus tajam, cara menyembelih harus benar, dan hewan tidak boleh diperlakukan dengan menyiksa. Ini adalah bukti bahwa Islam menghendaki kualitas dan profesionalitas dalam amal.
Materi Khutbah Jumat: Syariat Allah Butuh Sikap Totalitas, Bukan Tebang Pilih
Maka apabila dalam menyembelih seekor hewan saja kita dilarang asal-asalan, apalagi dalam memegang amanah kehidupan yang lebih besar, seperti dalam pekerjaan, pendidikan, kepemimpinan, pelayanan, dan tanggung jawab sosial. Idul Adha mengajarkan bahwa seorang muslim bukan hanya harus baik niatnya, tetapi juga harus baik cara dan kualitas amalnya.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Marilah kita jadikan Idul Adha tahun ini sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih baik. Jangan biarkan ia berlalu hanya sebagai rutinitas tahunan yang datang dan pergi tanpa bekas dalam jiwa dan perilaku kita.
Mari kita bawa pulang pesan besar Idul Adha ke dalam kehidupan sehari-hari: pesan tentang komitmen ketaatan dan profesionalitas amal. Sebab umat ini tidak akan bangkit hanya dengan banyaknya slogan dan harapan, melainkan dengan kokohnya komitmen dan berkualitasnya amal. Dan Idul Adha hadir setiap tahun untuk mengingatkan kita akan dua pelajaran besar itu.
Mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala menerima ibadah dan kurban kita, memperteguh komitmen keimanan kita, serta membimbing kita menjadi hamba-hamba-Nya yang profesional dan beramal dengan sebaik-baiknya.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KEDUA
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ (7x).
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
Jamaah Idul Adha rahimakumullah,
Di khutbah yang kedua ini, marilah kita menengadahkan tangan dan hati kepada Allah subhanahu wata’ala. Kita memohon dengan penuh harap dan kerendahan diri agar Dia menerima segenap amal ibadah yang telah kita tunaikan; menerima takbir kita, shalat kita, kurban kita, serta segala amal saleh kita.
Kita juga memohon agar Idul Adha ini menjadi sebab turunnya keberkahan dalam hidup kita. Keberkahan pada iman dan ketakwaan, pada keluarga dan keturunan, pada rezeki dan pekerjaan, serta pada negeri kita seluruhnya. Sebab kehidupan yang baik bukan semata-mata yang dipenuhi kemudahan, melainkan kehidupan yang diberkahi Allah.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ.
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا.
اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِيْ دِيْنِنَا، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلَّ شَرٍّ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ. وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ. وَنَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لَنَا خَيْرًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ النَّعِيْمَ الْمُقِيْمَ الَّذِيْ لَنَا يَحُوْلُ وَلَا يَزُوْلُ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ النَّعِيْمَ يَوْمَ الْعِيْلَةِ وَالْأَمْنَ يَوْمَ الْخَوْفِ. اللَّهُمَّ إِنَّا عَاِئذٌ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أَعْطَيْتَنَا وَشَرِّ مَا مَنَعْتَ. اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ لَنَا فِيْ عَاقِبَةِ الْأُمْورِ. الَلَّهُمَّ اجْعَلْ آخِرَ مَاتُعْطِيْنَا مِنَ الْخَيْرِ رِضْوَانِكَ وَالدَّرَجَاتُ الْعُلىَ مِنْ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ.
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.
فَاللَّهُمَّ أَسْعِدْ فِيْ هَذَا الْعِيْدِ قُلُوْبَنَا وَفَرِّجْ هُمُوْمَنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.
وَصَلَّ اللَّهُمَّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Download PDF Materi Khutbah Idul Adha
Hari Raya Koitmen dan Profesionalitas
di sini
Semoga bermanfaat!
Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?