Warisan untuk 2 Anak Laki-laki, 3 Anak Perempuan, Ibu Kandung dakwah.id

Warisan untuk 2 Anak Laki-laki, 3 Anak Perempuan, Ibu Kandung

Pertanyaan:

Saya mau bertanya bagaimana pembagian warisan untuk 2 anak laki-laki, 3 anak perempuan dan ibu kandung. Saya adalah anak pertama laki-laki. Sebelumnya terima kasih. (Awank-aw***********@yahoo.com)

Jawaban:

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ الْأَمِيْنِ

Sebelum membagi harta warisan dari harta peninggalan ayah saudara Awank, harus dipastikan bahwa beliau telah terbebas dari utang-utangnya dan seluruh wasiat yang berkaitan dengan harta peninggalannya telah dilaksanakan. Setelah itu, sisa dari harta itu baru dibagikan kepada ahli waris yang berhak.

Dari kasus di atas, dipahami bahwa pihak yang meninggal adalah seorang suami yang meninggalkan 1 istri, 2 anak laki-laki, dan 3 anak perempuan. Maka, istri mendapatkan bagian 1/8 dari harta pihak yang meninggal karena memiliki anak.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ

Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu.(QS. An-Nisa’: 12)

Kemudian 2 anak laki-laki dan 3 anak perempuan adalah sebagai ashabah bil ghair (mendapatkan sisa harta setelah dikurangi untuk bagian istri), dengan pembagian dua banding satu antara laki-laki dan perempuan.

Artikel Konsultasi: Hak Warisan Adik Perempuan Berapa Bagian?

Berdasarkan firman Allah Ta’ala,

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأنْثَيَيْنِ

Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan.(QS. An-Nisa’: 11)

Cara Menghitung

Ahli Waris Bagian Ashlul mas’alah: 8 Saham
Istri 1/8 1 1
2 Anak Laki-laki Ashabah (sisa) 7 4 (2 perorang)
3 Anak Perempuan 3 (1 perorang)

Dari tabel di atas diketahui bahwa jumlah seluruh saham atau ashul mas’alah-nya adalah 8. Maka, seluruh harta peninggalan yang menjadi hak ahli waris dibagi jumlah saham.

Misalnya harta peninggalan sebesar 100.000.000,- maka (100.000.000,- : 8) hasilnya adalah 12.500.000,-. Jadi, nilai per saham dari ahli waris di atas adalah 12.500.000,-. Maka bagian harta setiap ahli warisnya adalah:

  1. Warisan untuk Istri: 1 x 12.500.000,- = 12.500.000,-
  2. Warisan untuk 2 Anak laki-laki: 4 x 12.500.000,- = 50.000.000,- (perorang dapat 25.000.000,-)
  3. Warisan untuk 3 Anak Perempuan: 3 x 12.500.000,- = 500.000,- (perorang dapat 12.500.000,-)

Demikianlah pembagian warisan untuk 2 anak laki-laki, 3 anak perempuan, dan ibu kandung. Mudah-mudahan memberikan pencerahan baik bagi penanya ataupun pembaca sekalian. Dan semoga Allah Ta’ala senantiasa menuntun kita kepada jalan yang benar. Wallahu a’lam bish Shawab (Nurhadi/dakwah.id)

Baca juga artikel tentang Konsultasi Hukum Islam atau artikel menarik lainnya karya Mohammad Nurhadi.

Artikel konsultasi warisan sebelumnya:

Topik Terkait

Mohammad Nurhadi

Pascasarjana (S2) Hukum Ekonomi Syariah Universitas Darussalam Gontor (UNIDA)

2 Tanggapan

Ana mau nanya ,, jika seorang suami meninggal dunia,,trus ahli warisnya hanya istri,,dan tdak mempunyai anak, berarti istri mendapat 1/4 bagian…lalu yang 3/4 di bagi kemana ?? jazakumulohu khoiron

Jika seorang suami meningal dunia dan tidak memiliki ahli waris selain istri (artinya si mayit sudah tidak memiliki anak, orang tua, saudara, keponakan, paman dan sepupu) maka dalam istilah ilmu waris sisa setelah dibagikan kepada istri yaitu 3/4 itu disebut Radd. Para ulama berbeda pendapat dalam kasus Radd, jumhur ulama berpendapat Rad diberikan kepada seluruh ahli waris selain zaujain (suami atau istri), karena kekerabatan keduanya bukan karena nasab. Pendapat kedua mengatakan Radd seluruhnya diberikan kepada baitul mal.

Karena yang tersisa ahliwarisnya hanyalah istri, walaupun mengambil pendapat pertama, maka ia tetap TIDAK mendapatkan Radd. Sehingga sisanya diberikan kepada baitul mal. Wallahu a’lam bish Shawwab.

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.

%d blogger menyukai ini: