Ngaji Fikih #18 Muslimah Wajib Belajar Fikih Haid dan Nifas

0 245

Alasan kaum wanita wajib belajar fikih haid dan nifas adalah karena dua keadaan tersebut lazim terjadi pada kaum wanita. Sehingga menjadi pokok kebutuhan bagi mereka untuk mengetahui hukum-hukumnya.

Berikut ini beberapa hal dapat Anda simak untuk menggali pengetahuan tentang haid dan nifas:

  1. Apa itu haid?
  2. Apa itu nifas?
  3. Nifasnya wanita yang keguguran.
  4. Umur berapa datang haid?
  5. Masa minimal haid.
  6. Masa maksimal haid.
  7. Masa minimal nifas.
  8. Masa maksimal nifas.

Apa itu Haid?

Dalam bahasa Arab, al-haidhu maknanya adalah as-sailaan yang artinya mengalir. Maksud al-haidhu dalam fikih adalah darah yang keluar dari pangkal rahim seorang wanita dalam kondisi dirinya sehat, tentunya bukan darah karena melahirkan dan bukan darah karena penyakit. Darah haid ini keluar secara rutin dalam kurun waktu tertentu.

Warna darah haid kehitaman, atau merah pekat, terkadang warnanya juga kekuningan, atau keruh seperti darah yang tercampur dengan tanah. Biasanya keluar dibarengi dengan rasa sakit dan beraroma tidak sedap.

Tidak ada yang sia-sia dalam ciptaan dan kehendak Allah. Seperti Allah menetapkan darah haid bagi kaum hawa, tentu ada hikmahnya. Berkaitan dengan darah haid ini Rasulullah bersabda,

هَذَا شَيْءٌ كَتَبَهُ اللهُ عَلَى بَنَاتِ حَوَّاءِ

Darah haid ini sesuatu yang Allah tetapkan kepada anak-anak perempuan Hawa.” (HR. Al-Bukhari)

Hikmah ketetapan haid terkait erat dengan kesuburan rahim dan kehamilan. Adakalanya Allah mengubah darah haid menjadi gizi dan nutrisi bagi janin yang ada dalam perut ibunya. Sebab itulah, biasanya orang yang hamil tidak akan haid.

Setelah melahirkan pun adakalanya Allah mengubah darah haid menjadi ASI yang dapat diasup oleh bayi. Sebab itulah, biasanya siklus perputaran haid melambat bagi wanita yang sedang menyusui.

Dalam kondisi normal, darah haid keluar secara teratur. Sebulan satu kali siklus keluar. Waktunya tidak pasti, kadang maju atau mundur dari tanggal kebiasaannya. Menyesuaikan kondisi masing-masing wanita.

Peristiwa haid ini membuat wanita banyak terkait dengan hukum syar’i. Seperti shalat, thaharah, membaca al-Quran, puasa, i’tikaf, haji, balig, persetubuhan, talak, khulu’, iila’, kafarah pembunuhan, iddah, dan lain sebagainya.

Wanita yang sedang haid akan diistimewakan dalam hukum-hukum tersebut. Maknanya, ada ketentuan hukum khusus bagi wanita saat mereka haid. Ini menunjukkan keseimbangan antara tabiat dan syariat. Keduanya datang dari Allah. Keduanya diberikan dan diturunkan secara adil.

Apa itu Nifas?

Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Disebut dengan nifas karena darah tersebut keluar setelah nyawa seorang anak dikeluarkan. Dalam bahasa arab, nyawa disebut dengan an-nafs.

Darah yang keluar sebelum melahirkan bukan darah nifas. Darah yang keluar bersamaan dengan keluarnya anak juga bukan darah nifas. Akan tetapi dihukumi sebagai darah rusak atau darah istihadhah.

Sebab itulah, muslimah yang mengeluarkan darah istihadhah masih berkewajiban untuk mendirikan shalat dan menunaikan puasa. Jika tidak mampu melakukannya, oleh sebab rasa sakit yang sangat, maka kewajiban shalat boleh diqadha’ setelah suci dari nifas.

Misalnya, seorang ibu melahirkan satu menit setelah waktu Zuhur tiba. Dia belum sempat melakukan shalat Zuhur, bahkan dia tidak mampu melakukannya karena mengalami kontraksi berat.

Oleh sebab nifas baru mulai dihitung setelah anak lahir, maka ibu tersebut masih memiliki kewajiban shalat Zuhur yang belum sempat ditunaikan. Dengan demikian dia wajib mengqadha’nya setelah suci dari nifas.

Apabila anak yang lahir itu kembar, maka darah nifas dihitung setelah kelahiran anak yang terakhir.

Setiap wanita yang melahirkan dan tidak mendapati darah nifas, maka dia tetap berkewajiban untuk mandi sebelum melakukan shalat.

Nifasnya Wanita yang Keguguran

Ada dua macam wanita keguguran.

Pertama, keguguran sebelum ditiupkannya roh pada janin, maka jika keluar darah setelah keguguran itu bukan darah nifas, tetapi darah rusak.

Kedua, keguguran setelah ditiupkannya roh pada janin, maka darah yang keluar setelah keguguran adalah darah nifas. Hukum-hukum nifas berlaku untuknya.

Umur Berapa Haid Datang?

Perkiraan paling cepat seorang perempuan haid adalah ketika dia berumur 9 tahun qamariyah. Hanya perkiraan saja. Boleh jadi anak perempuan haid sebelum tepat umur 9 tahun qamariyah atau malah beberapa hari setelahnya.

Tidak ada dalil atau kaidah yang dijelaskan oleh syara’ dalam menentukan umur pertama haid. Akan tetapi, 9 tahun qamariyah disebutkan berdasarkan penelitian yang kerap terjadi pada anak perempuan.

Pun setiap anak perempuan akan mendapati haid pada waktu yang berbeda-beda. Sesuai dengan kondisi kesehatan mereka, lingkungan, dan makanan yang mereka konsumsi.

Kapan saja anak perempuan mendapati darah haid pada dirinya, maka pada saat itu pula dia telah menjadi wanita balig. Mulai terbebani dengan syariat Islam.

Dalam mazhab syafi’i, patokan haid pertama adalah sekitar umur 9 tahun qamariyah. Namun jika anak perempuan mendapati darah di bawah umur tersebut, misalnya saat umur 6 atau 7 tahun qamariyah, maka tidak dihukumi sebagai darah haid.

Artikel Fikih: Membaca Sejarah Mazhab Fikih dalam Islam

Darah tersebut dianggap sebagai darah rusak saja. Dia juga tidak terbebani dengan hukum-hukum haid. Jika dia belum balig, maka darah tersebut tidak membuatnya sebagai wanita balig. Tanda-tanda balig wanita ada tiga, yaitu: mimpi basah, haid, dan berumur 15 tahun. Jika dia telah balig maka dia tetap wajib melakukan shalat dan puasa. Tidak wajib mandi, cukup dibersihkan dan wudhu saja.

Masa Minimal Haid

Haid berlangsung minimal satu hari satu malam. Jika darah berhenti kurang dari satu hari satu malam maka bukan darah haid, melainkan hanya darah rusak. Cukup dibersihkan, berwudhu, kemudian boleh mendirikan shalat. Jika sedang puasa, maka puasanya sah.

Masa Maksimal Haid

Haid berlangsung maksimal 15 hari. Dalam mazhab Syafi’i, selebih dari 15 hari adalah darah yang rusak (istihadhah). Dan pada umumnya, wanita haid selama 6 atau 7 hari.

Masa Minimal Nifas

Masa nifas paling minimal adalah sekejap. Sekejap saja seorang wanita mendapati darah setelah lahirnya anak maka dihukumi nifas.

Masa Maksimal Nifas

Masa nifas paling lama adalah 60 hari. Masa ini ditentukan berdasarkan kajian lapangan oleh ulama mazhab Syafi’i pada zamannya. Dan pada umumnya nifas akan berlangsung selama 40 hari.

Dengan demikian, jika darah tetap masih keluar setelah 60 hari maka dianggap sebagai darah rusak atau istihadhah. Wallahu a’lam. (Arif Hidayat/dakwah.id)

 

Daftar Pustaka:

Al-Ustadz Wahbah Az-Zuhaili, Al-Wajiz fil Fiqhi Al-Islami: 1/118-125, cet. 1/2005, Dar Al-Fikr.
Muhammad Az-Zuhaili, Al-Mu’tamad fi Al-Fiqhi, 1/115-116, 120-122, 125, cet. 2/2011, Dar Al-Qalam.
Abu Abdullah Muhammad Yusri, Al-Jami’ fi Syarhi Al-Arba’in An-Nawawiyah: 1/217, cet. 3/2009, Dar Al-Yusri.
Hisyam Kamil Hamid, Al-Imta’ bi Syarhi Matan Abi Syuja’: 63-65, cet. 1/2001, Dar Al-Manar.

 

 

 

Serial Ngaji Fikih sebelumnya:
Ngaji Fikih #17: Tayamum: Pengertian, Syarat, Tata Cara

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.