Informasi Keislaman Terlengkap dan Terpercaya

Titip Beli Online Mulai Viral dan Jadi Trend, Bolehkah Memanfaatkannya?

3

Pertanyaan:
Ustadz, bolehkah kita membeli barang dengan transaksi titip beli online seperti yang ditawarkan oleh perusahaan G***k? Dalam transaksi ini, kita membayar harga barang dan ongkos kirim setelah barang itu sampai. Artinya, orang yang membelikannya meminjami kita uang sejumlah harga barang. (Rozi—Bekasi)

 

Jawaban:
Dalam transaksi titip beli online seperti yang saudara sampaikan terkandung dua transaksi, yakni transaksi wakalah bil ujrah (menyuruh orang lain untuk membeli sesuatu dengan bayaran yang disepakati) dan qardh (meminjami uang). Pada asalnya transaksi wakalah bil ujrah yang menyatu dengan transaksi qardh tidak diperbolehkan. Sebab di situ terbuka pintu riba. Orang yang meminjami uang mendapatkan manfaat ujrah atas wakalah yang dilakukannya. Inilah dua transaksi dalan satu transaksi yang dilarang.

Hanya, pada sistem transaksi titip beli online yang berjalan sekarang, peminjaman uang tidak ditujukan selain untuk mempermudah transaksi. Karena suatu kebutuhan. Pun orang yang dititipi tidak mendapatkan keuntungan selain jasa membelikan dan mengantar barang. Dengan kata lain, kemungkinan terjadinya riba sudah terantisipasi. Para ulama pun menyatakan, sesuatu yang dilarang karena sadd dzari’ah dibolehkan jika dibutuhkan.

Tidak semua dua transaksi dalam satu transaksi dilarang syariat. Praktik titip beli online ini tidak termasuk yang dilarang. Karena tidak mengandung riba, kezhaliman, maupun gharar. Wallahu a’lam. [dakwah.id]

 

Dijawab oleh KH. Imtihan asy-Syafi’i
Direktur Ma’had ‘Aly An-Nuur Liddirasat al-Islamiyah, Solo
Pengasuh Majalah Fikih Islam Hujjah


Artikel Konsultasi Sebelumnya:
Mengambil Keuntungan Dagang Bolehnya Maksimal Berapa Rupiah?
Shalat Jumat di Atas Kapal Tidak Sah, Bagaimana bisa Demikian?
Hadiah Untuk Guru Dari Wali Murid Apakah Boleh Diterima?