Shalat Tahiyatul Masjid Ketika Khatib Menyampaikan Khutbah Jumat

1 5,497

Sebagian masyarakat meyakini tidak boleh melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid ketika khatib menyampaikan khutbah Jumat. Sebagian lain meyakini itu boleh-boleh saja.

Bagaimana mendudukkan permasalahan ini?

Sebagai prinsip dasar yang harus dipahami adalah, shalat Tahiyatul Masjid itu hukumnya sunnah. Merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bagi setiap muslim untuk melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid sebelum duduk ketika ia memasuki masjid.

Dalilnya, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يَرْكَعَ رَكْعَتَيْنِ

Jika salah sorang di antara kalian masuk masjid, janganlah ia duduk hingga melakukan dua rekaat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Materi Khutbah Jumat: 9 Tanda Seseorang Cinta Rasulullah

Selain itu, merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pula bagi yang duduk di masjid untuk melaksanakan shalat dua rekaat ketika ia berdiri.

Dalinya hadits yang diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata, “Sulaik al-Ghathafani datang, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang menyampaikan khutbah. Lalu beliau bersabda,

يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

Wahai Sulaik, berdirilah, lalu shalatlah dua rekaat. Kerjakanlah dengan ringan!” (HR. Muslim)

Tentang hukum shalat Tahiyatul Masjid, para ulama sepakat atas kesunnahannya.

 

Ikhtilaf Ulama Tentang Hukum Shalat Tahiyatul Masjid Ketika Khatib Menyampaikan Khutbah Jumat

Memang faktanya demikian. Para ulama fikih terdahulu ikhtilaf soal hukum shalat Tahiyatul Masjid ketika khatib menyampaikan khutbah.

Ulama fikih mazhab Hanafi dan mazhab Maliki berpendapat hukumnya makruh. Orang yang masuk ke masjid ketika khatib menyampaikan materi khutbah Jumat hendaknya ia tidak melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid. Ia langsung duduk untuk mendengarkan khutbah.

Dalilnya firman Allah ‘azza wajalla,

فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا

Maka dengarkanlah dan diamlah.” (QS. Al-A’raf: 204)

Poinnya, jika orang itu melaksanakan shalat, maka ia tidak dapat menyimak beberapa bagian khutbah Jumat yang disampaikan oleh khatib.

Padahal, tidak boleh meninggalkan amalan yang hukumnya wajib untuk mengejar amalan yang hukumnya sunnah.

Menyimak khutbah Jumat hukumnya wajib. Sedangkan shalat Tahiyatul Masjid hukumnya sunnah.

Ulama yang berpendapat seperti ini antara lain Syuraih, Ibnu Sirrin, imam an-Nakha’i, Qatadah, imam ats-Tsauri, dan imam al-Laits.

Baca juga: 5 Tingkatan Khusyuk dalam Shalat. Kamu di Level Mana?

Sementara ulama mazhab Syafi’i dan mazhab Hanbali berpendapat melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid ketika khatib menyampaikan khutbah Jumat hukumnya boleh.

Dalinya hadits yang diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata, “Sulaik al-Ghathafani datang, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang menyampaikan khutbah. Lalu beliau bersabda,

يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

Wahai Sulaik, berdirilah, lalu shalatlah dua rekaat. Kerjakanlah dengan ringan!”

Kemudian beliau bersabda lagi,

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

Jika seorang dari kalian menghadiri shalat Jumat dan imam sedang menyampaikan khutbah, hendaknya ia shalat dua rekaat dan hendaknya dikerjakan dengan ringan.” (HR. Muslim No. 875)

Baca juga: Ikhtilaf Shalat Tathawwu’ yang Mengikuti Shalat Fardhu

Ulama yang berpendapat seperti ini antara lain al-Hasan, Ibnu ‘Uyainah, Makhul, Ishaq, Abu Tsaur, Ibnu al-Mundzir. (Bada’i’ ash-Shana’i’, 1/264; Hasyiyah Ibnu Abidin, 1/550; Al-Qanun al-Fiqhiyyah, 86; Bidayatul Mujtahid, 1/166; Raudhatu ath-Thalibin, 2/30; Al-Mughni, 2/319)

Ulama kontemporer yang berpendapat seperti ini antara lain Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Fatawa Nur ‘ala ad-Darbi, 13/308) dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (Majmu’ Fatawa wa Rasail al-‘Utsaimin, 14/354). Lembaga fatwa Lajnah Daimah juga berpendapat demikian. (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah al-Majmu’ah ats-Tsaniyah, 7/137)

Baca juga: Hukum Meninggalkan Shalat Sunnah bagi Musafir

Jadi, ulama fikih memang berbeda pendapat dalam permasalahan hukum shalat Tahiyatul Masjid ketika khatib menyampaikan khutbah Jumat. Sebagian menghukumi makruh, sebagian lain menghukumi sunnah. Keduanya adalah ijtihad ulama fikih.

Sikap umat adalah mengambil pendapat yang diyakininya paling mendekati kebenaran. Wallahu a’lam. (Sodiq Fajar/dakwah.id)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat
1 Komen
  1. Imron berkata

    MasyaAllah, bermanfaat skali.. 👍👍

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.