Materi Khutbah Jumat: 9 Tanda Seseorang Cinta Rasulullah

1 10,919

Materi Khutbah Jumat
9 Tanda Seseorang Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Oleh: Sodiq Fajar

 

Download PDF

 

 

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ:

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Puji syukur atas ke hadirat Allah ‘azza wajalla yang telah memberi kita berbagai macam kenikmatan. Sehingga pada siang hari yang berbahagia ini, kita masih dikaruniai kesempatan untuk melaksanakan salah satu di antara kewajiban yang dibebankan Allah ‘azza wajalla kepada hamba-Nya yang muslim, berakal, mampu, dan sudah baligh.

Shalawat serta salam senantiasa kita lantunkan kepada Nabi kita Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, dan kepada seluruh orang shalih yang senantiasa berpegang teguh pada jalan perjuangannya.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami wasiatkan kepada diri kami, juga kepada jamaah sekalian, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wajalla. Sebab, hanya dengan takwa yang menghujam kuat dalam sanubari kita inilah, kita mendapatkan jaminan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ

Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak sama dengan cinta kepada sesama muslim. Bahkan tidak sama pula dengan cinta kepada orang-orang yang paling dekat nasabnya.

Mengapa demikian? Sebab cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah bagian dari asas dalam Ushuluddin. Mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah rukun iman yang keempat.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ

Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri.” (QS. Al-Ahzab: 6)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menegaskan,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Tidak beriman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Pertama

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah membelanya semasa beliau hidup dan membela seluruh prinsip ajaran Islam yang beliau dakwahkan setelah beliau wafat.

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah tidak pernah ridha dengan siapa pun yang mencela dan menghina Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا، نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي، يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ

Di antara ummatku yang sangat mencintaiku adalah orang-orang sepeninggalku, salah seorang di antara mereka ingin melihatku dengan (mengorbankan) keluarga dan hartanya.” (HR. Muslim no. 2832)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Kedua

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah senantiasa menjalankan perintahnya dengan baik.

Orang yang mengakui cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi tidak menjalankan perintahnya, maka sesungguhnya ini hanyalah sebuah bualan kosong.

Kecintaan hakiki pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam harus diiringi dengan meneladaninya dan mengikuti jalan hidupnya.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Ketiga

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah selalu mendahulukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari siapa pun.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

Katakanlah, ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah: 24)

Dalam ayat lain disebutkan,

مَا كَانَ لِاَهْلِ الْمَدِيْنَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِّنَ الْاَعْرَابِ اَنْ يَّتَخَلَّفُوْا عَنْ رَّسُوْلِ اللّٰهِ وَلَا يَرْغَبُوْا بِاَنْفُسِهِمْ عَنْ نَّفْسِهٖۗ

Tidak pantas bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak pantas (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada (mencintai) diri Rasul.” (QS. At-Taubah: 120)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Keempat

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ittiba’ atau mengikuti beliau dan menjalankan sunah-sunahnya.

Qadhi ‘Iyadh menjelaskan,

اعْلَمْ أَنَّ مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا آثَرَهُ وَآثَرَ مُوَافَقَتَهُ وَإِلَّا لَمْ يَكُنْ صَادِقًا فِي حُبِّهِ، وَكَانَ مُدَّعِيًا

Ketahuilah bahwa barang siapa yang mencintai seseorang, maka ia pasti akan mengutamakan dan mengikutinya. Jika tidak, maka cintanya tidaklah benar, hanya sebuah pengakuan kosong belaka.” (Asy-Syifa bi Ta’rifi Huquqi al-Musthafa, Qadhi ‘Iyadh, 2/56)

Demikian pula, orang yang menyatakan cinta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mestinya tanda tersebut tampak pada dirinya. Ia akan bersemangat dalam meneladani sunah-sunahnya, mengamalkan perintah dan menjauhi larangannya.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Kelima

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah gigih berdakwah dan mendidik umat tentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dakwah dan mendidik umat bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak rintangan. Banyak godaan.

Oleh karena itu, berdakwah dan mendidik adalah dua pekerjaan yang sangat mulia. Amanah yang hanya mampu diemban oleh orang-orang yang berjiwa mulia. Kemuliaan yang tumbuh atas dasar cinta Allah ‘azza wajalla dan cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Keenam

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah memperbanyak shalawat kepadanya. Ini adalah perintah Allah ‘azza wajalla.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Ketujuh

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah menjauhi perkara-perkara bid’ah.

Mengapa bid’ah harus dijauhi? Karena perkara bid’ah dapat menjauhkan seseorang dari jalan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sehingga, di akhirat dia akan terjauhkan dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Telaga di mana siapa saja yang meminumnya satu teguk, maka ia tidak akan pernah merasa kehausan selama-lamanya.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Kedelapan

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mencintai para sahabat dan Ahli Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mereka semua adalah orang-orang yang dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka, orang yang mengaku cinta rasul tetapi membenci sahabat atau mencela ahli baitnya, sungguh cintanya pada rasul adalah sebuah dusta.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tanda Cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang Kesembilan

Ghuluw dalam konteks berislam maknanya adalah sikap keras, kaku, berlebih-lebihan, dan melebihi batas yang telah ditentukan oleh syariat Islam. (An-Nihayah fi Gharibil Atsar, 3/382)

Tanda orang yang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah tidak ghuluw terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sikap ghuluw itu terlarang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat membenci perbuatan ghuluw. Orang yang mencintai seseorang pasti akan menjauhi yang dibenci oleh orang yang dicintainya.

Pernah ada tiga orang yang mendatangi rumah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka bertanya perihal ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah mereka diberitahu, mereka merasa ternyata amalan mereka masih sangat sedikit sekali.

Kemudian, salah satu dari mereka menyatakan diri ingin shalat sepanjang malam. Satunya lagi ingin melaksanakan shiyam sepanjang tahun. Orang yang ketiga ingin menjauh dari perempuan dan tidak akan menikahi perempuan selamanya.

Sikap tiga orang tersebut termasuk kategori sikap ghuluw. Buktinya, saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung menegur sikap tersebut dengan sabdanya,

Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan paling bertakwa kepada Allah di antara kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka, shalat dan tidur malam, dan aku juga menikah dengan perempuan. Barang siapa yang benci terhadap sunahku, maka ia tidak termasuk golonganku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Di antara sembilan tanda seseorang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di atas, manakah tanda-tanda yang telah ada pada diri kita masing-masing.

Apakah semua tanda itu ada pada diri kita? Atau hanya ada separuhnya saja? Atau hanya ada satu saja? Atau, sama sekali tidak ada?

Hanya Allah ‘azza wajalla dan diri kita masing-masing yang benar-benar tahu. Semoga, materi khutbah Jumat siang hari ini benar-benar menjadi renungan dan evaluasi bagi diri kami dan jamaah sekalian.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ حُكَّامًا وَمَحْكُوْمِيْنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَاهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَانَا وَأَسْرَاهُمْ، وَاغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَمَوْتَاهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat
1 Komen
  1. […] Baca juga: Materi Khutbah Jumat: 9 Tanda Seseorang Cinta Rasulullah […]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.