03 materi kultum ramadhan 5 Kemuliaan di Bulan Ramadhan dakwah.id

Materi Kultum Ramadhan 03: 5 Kemuliaan di Bulan Ramadhan

Terakhir diperbarui pada · 2,897 views

Materi Kultum Ramadhan 03
Lima Kemuliaan di Bulan Ramadhan

Tulisan yang berjudul Lima Kemuliaan di Bulan Ramadhan ini adalah seri ke-03 dari serial Materi Kultum Ramadhan 1445 H yang ditulis oleh Ustadz Nofriyanto Abu Kayyisa Al-Minangkabawy.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَلْمَلِكِ الْحَقِّ الْمُبِيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِهِ اَلْأَمِيْنِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَكُلِّ مَنِ اهْتَدَى بِهَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Hadirin jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah subhanahu wataala!

Pada kesempatan kali ini marilah kita kaji bersama satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi, dalam Syuabul Iman, hadits nomor 3603.

أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌ قَبْلِي: أَمَّا وَاحِدَةٌ، فَإِنَّهُ اِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ، وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا. وَأَمَّا الثَّانِيَةُ: فَإِنَّ خُلُوْفَ أَفْوَاهِهِمْ حِيْنَ يَمْسُوْنَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ. وَأَمَّا الثَّالِثَةُ: فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَسْتَغْفِرُ لَهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ. وَأَمَّا الرَّابِعَةُ: فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَأْمُرُ جَنَّتَهُ فَيَقُوْلُ لَهَا اِسْتَعِدِّيْ وَتَزَيِّنِي لِعِبَادِيْ أَوْشَكَ أَنْ يَسْتَرِيْحُوْا مِنْ تَعْبِ الدُّنْيَا إِلَى دَارِيْ وَكَرَامَتِي. وَأَمَّا الخَامِسَةُ: فَإِذَا كَانَ آخِرُ لَيْلَةٍ غَفَرَ اللهُ لَهُمْ جَمِيْعًا. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: هِيَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ يَا رَسُوْلَ الله؟ قَالَ: لَا، أَلَمْ تَرَ إِلَى الْعُمَّالِ إِذَا فَرَغُوْا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وَفُّوُا أُجُوْرَهُمْ.

Artinya, “Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan, lima pemberian yang belum pernah diberikan kepada nabi sebelumku, yaitu:

Pertama, pada awal bulan Ramadhan, Allah subhanahu wataala melihat umatku. Siapa yang dilihat oleh Allah, maka dia tidak akan disiksa untuk selama-lamanya.

Kedua, bau mulut orang yang berpuasa, di sisi Allah lebih baik dari bau minyak misk (kasturi).

Ketiga, para malaikat memohon ampunan untuk umatku siang dan malam.

Keempat, Allah subhanahu wataala memerintahkan (penjaga) surga-Nya, Allah berkata kepadanya, ‘Bersiap-siaplah dan berhiaslah kamu untuk hamba-hamba-Ku, mereka akan beristirahat dari kesulitan hidup di dunia menuju tempat-Ku dan kemuliaan-Ku.’

Kelima, pada akhir malam bulan Ramadhan Allah mengampuni dosa-dosa mereka semuanya.

Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah itu Lailatul qadar, wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab, ‘Tidak, tidakkah kamu mengetahui bahwa para pekerja, apabila mereka selesai dari pekerjaannya, niscaya akan dibayar upahnya.’”

Lima Kemuliaan di Bulan Ramadhan

Maasyiral muslimin, jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah

Ada lima kemuliaan di bulan Ramadhan dari hadits di atas.

Pertama: Allah Akan Melihat para Hamba-Nya

Boleh kita ambil kesimpulan bahwa Allah subhanahu wataala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan melihat siapa saja dari umat Islam yang menjalankan puasa Ramadhan dengan penuh keseriusan dan kesungguhan. Ini merupakan kemuliaan di bulan Ramadhan yang tidak didapati di bulan lainnya.

Serius dan sungguh-sungguh shalatnya, tilawahnya, sedekahnya, zikir dan wiridnya, amal wajib dan sunahnya secara umum. Allah akan melihat mereka dengan penuh rahmat dan kasih sayang, yang dengannya mereka selamat dari azab dan murka Allah subhanahu wataala.

Jika Allah masih mau melihat kita, itu artinya Allah masih sayang dan masih peduli kepada kita. Justru yang kita takutkan adalah jika Allah sudah tidak mau lagi melihat kita. Tidak mau lagi peduli urusan kita. Waliyadzu billah.

Sebagaimana dalam hidup sehari-hari kita jumpai, jika kita masih peduli kepada orang lain, berarti orang lain itu menurut kita orang penting, orang yang layak diperhatikan.

Kedua: Betapa Wanginya Mulut Orang yang Berpuasa

Betapa agung dan luhurnya keutamaan umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang berpuasa. Bahkan sekadar bau mulut mereka.

Allah azza wajalla saking senangnya dengan orang yang berpuasa, menjadikan aroma yang keluar dari mulut mereka lebih wangi, lebih harum semerbak daripada aroma kasturi.

Ini bukan berarti kita tidak boleh membersihkan mulut kita. Sebab, menjaga kebersihan mulut dalam muamalah sesama manusia bagian dari anjuran dan ajaran agama itu sendiri.

Ketiga: Mendapat Doa Ampunan Malaikat

Keistimewaan ketiga yang Allah subhanahu wataala berikan kepada umat Nabi Muhammad melalui bulan suci ini yaitu memperoleh doa ampunan para malaikat.

Tidak hanya pagi, namun juga petang. Setiap hari dan setiap malamnya. Kita bayangkan betapa besar potensi dan kemungkinan dikabulkan doa para malaikat tersebut.

Bukankah mereka termasuk makhluk-makhluk pilihan Tuhan? Makhluk ciptaan-Nya yang tidak pernah berhenti bertasbih, tidak pernah bermaksiat?

Keempat: Dipersiapkan Baginya Surga

Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya selama di dunia tentu membutuhkan effort dan usaha yang tidak mudah. Semua daya dan upaya kita kerahkan demi meraih hasil terbaik. Tentunya, pasti bertemu dengan rasa capek, letih, dan penat.

Namun, yang perlu kita tanamkan dalam hati, umur 50 atau 60 tahun yang kita habiskan dalam ketaatan selama di dunia ini akan Allah ganti dengan kenikmatan abadi selama-lamanya di surga nanti.

Kelima: Meraih Ampunan Allah

Semua amal kita di bulan yang penuh berkah ini akan Allah ganti dengan maghfirah-Nya. Tidak hanya karena meraih Lailatul qadar, namun semua berlaku bagi yang belum berkesempatan meraihnya.

Semua tetap berhak mendapatkan ampunan dari-Nya. Dan ini janji Allah. Janji Dzat yang tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Sekian lima kemuliaan di bulan Ramadhan yang Allah berikan hanya kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga kita bisa dan senantiasa memaksimalkan anugerah tersebut selama kita hidup di dunia ini. (Nofriyanto/dakwah.id)

Baca juga artikel Materi Kultum Ramadhan atau artikel menarik lainnya karya Nofriyanto Abu Kayyisa Al-Minangkabawy.

Materi Kultum Ramadhan Terbaru:

Topik Terkait

Nofriyanto, M.Ag

Dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA GONTOR, Direktorat Islamisasi UNIDA GONTOR, Alumni Program Kaderisasi Ulama Gontor angkatan VII, Konsentrasi bidang pemikiran Islam

4 Tanggapan

Barakallohu Khair Tadz …

Wa fikum barakallah, ustadz

Barokallohu khoir ustad atas ilmu nya

Barokalloh ustadz ilmunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *