Materi Khutbah Jumat: Ramadhan Adalah Madrasah Ikhlas

0 2,873

Materi Khutbah Jumat
Ramadhan Adalah Madrasah Ikhlas

Oleh: Ustadz Abdul Halim Tri Hantoro

 

*) Link download PDF materi khutbah Jumat berjudul “Ramadhan Adalah Madrasah Ikhlas” ada di akhir tulisan.

الْحَمْدُ لِلّهِ الَذِى جَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرَ الْخَيْرَاتِ وَالْبَرَكَةِ وشَهْرَ الطَّاعَاتِ وشَهْرَ الصّيَامِ وَالْقِيَامِ

وَأشْهَدُ أنْ لا اِلهَ اِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ الّذِى فَضَّلَ بَعْضَ الشُّهُوْرِ وَالاَيَّامِ عَلَى بَعْضٍ وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مِنَ الشُّهُوْرِ الْعِظَامِ وَأيَّامَهُ مِنَ الايَّامِ الْكِرَامِ وَأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِى أرْسَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.

 اللّهُمَّ صَلي وِسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ لِقَاءِ رَبِّهِمْ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benarnya dan sebanyak-banyaknya. Dialah Allah subhanahu wata’ala yang telah menganugerahkan keimanan dan keIslamaan kepada kita, sehingga dengannya amal kebajikan diterima.

Shalawat dan salam tak lupa untuk kita sanjungkan kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah menuntun umat manusia kepada jalan kebenaran dengan dienul Islam. Semoga keselamatan juga tercurah ruah kepada para istri beliau, para sahabat beliau dan segenap umatnya yang istiqomah meniti jalannya, dan mudah-mudahan kita termasuk di dalamnya, amin.

Khatib berwasiat untuk diri pribadi dan jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan cara menegakkan semua perintah-Nya yang ada di dalam al-Quran dan as-Sunnah, serta kita tinggalkan larangan-Nya, yang termaktub juga dalam al-Quran dan as-Sunnah. Semoga dengan itu semua, kita mendapatkan keberuntungan di akhirat kelak.

Artikel Sejarah: Abu Umamah, Ahli Sedekah yang Penuh Berkah

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Ketika Allah subhanahu wata’ala telah menghukum iblis untuk keluar dari jannah-Nya, maka iblis pun melakukan sumpah serapah akan menggoda manusia agar terhalang dari jalan Allah subhanahu wata’ala.

Iblis menggoda manusia dari semua arah, baik kanan, kiri, depan, dan belakang. Sehingga sangat sedikit sekali yang bisa selamat. Hanya satu saja manusia yang tidak bisa digoda oleh Iblis dari arah mana pun, yaitu mereka orang-orang yang ikhlas.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

 قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Iblis berkata, Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka. (QS. Al-Hijr: 39-40)  

Di dalam Tafsir Al-Muyassar disebutkan bahwa ‘kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka maksudnya adalah kecuali hamba-hamba-Mu yang Engkau beri petunjuk, lalu mereka memurnikan peribadatan hanya kepada-Mu semata, bukan semua makhluk-Mu.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Sesungguhnya ibadah puasa Ramadhan yang kita jalani saat ini memiliki tujuan yang agung dan maksud yang mulia. Yaitu untuk menguatkan keimanan, mensucikan jiwa dan meluruskan perangai juga akhlak diri kita.

Dan di antara tujuan dari ibadah puasa yang tidak kalah besarnya adalah sebagai madrasah ikhlas, yakni mendidik jiwa-jiwa orang beriman untuk ikhlas yang mana ia merupakan pondasi keimanan seorang hamba dan syarat sah diterimanya amal ibadah.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ramadhan adalah madrasah ikhlas.

Tarbiyah ikhlas di bulan Ramadhan terlihat jelas dari tuntutan untuk menghadirkan niat sebelum memulai puasa, dan ia adalah syarat pokok bagi ibadah tersebut.

 

Materi Khutbah Jumat: 9 Tanda Seseorang Cinta Rasulullah

 

Diriwayatkan Ummul Mukminin Hafshah radhiyallahu ‘anha, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Siapa yang tidak berniat puasa sejak malam maka tidak ada puasa baginya.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah, dengan sanad shahih lighairihi).

Dalam riwayat lain,

مَنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Siapa yang tidak berniat sebelum (terbit) fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

Dalam riwayat lain dengan sanad sahih dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Siapa yang tidak berniat puasa sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Ad-Daruquthni)

Allah subhanahu wata’ala adalah Dzat yang Maha Pencemburu, Dia tidak menginginkan ada tujuan lain dari seorang hamba saat hendak melaksanakan ibadah puasa ini melainkan hanya untuk diri-Nya saja.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

Allah tabaraka wata’ala berfirman, ‘Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu, barang siapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukanKu dengan selainKu, Aku meninggalkannya dan sekutunya’.” (HR. Muslim No. 5300)

Materi Khutbah Jumat: 8 Hal yang Perlu Kita Ketahui tentang Ibadah Shalat

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Tarbiyah ikhlas pada madrasah ikhlas di bulan Ramadhan juga terlihat jelas dari penjelasan besarnya pahala, balasan dan keutamaanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Qudsi, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,

 قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ. وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ. لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Allah subhanahu wata’ala berfirman, Setiap amal anak Adam adalah baginya kecuali puasa, sesungguhnya ia untukKu, Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai, jika kalian sedang berpuasa janganlah berkata kotor atau menghardik. Apabila seseorang mengumpat atau memusuhinya, katakan, Aku sedang berpuasa. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah dari pada minyank wangi, bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, ketika berbuka puasa ia bergembira dan ketika bertemu Rabbnya ia gembira dengan pahala puasanya.” (HR. Al-Bukhari)

Orang yang berpuasa menegakkan ibadah ini semata hanya karena mengharap wajah Allah subhanahu wata’ala dengan menghadirkan rasa muraqabah (merasa diawasi Allah).

Ia bisa saja makan dan minum tanpa sepengetahuan manusia, tetapi hal itu tidak dilakukan karena dirinya sadar ada Dzat yang Maha Melihat setiap amal perbuatannya baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.

Oleh karenanya, Imam Al-Qurthubi mengatakan semua amal perbuatan bisa kerasukan dosa riya’ kecuali puasa. Karena dalam pelaksanaannya itu semata karena melakasanakan perintah Allah subhanahu wata’ala.

Inilah maksud ungkapan yang disebutkan dalam hadits,

 يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

“…ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwatnya untuk diri-Ku…” (HR. Muslim No. 1945)

Materi Khutbah Jumat: 5 Tipe Orang yang Beruntung di Bulan Ramadhan

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Ramadhan adalah madrasah ikhlas.

Hakikat ikhlas adalah engkau beramal suatu amalan tidak berharap balasan kecuali dari Allah subhanahu wata’ala, artinya tidak ada yang membatasi antara dirimu dengan Allah subhanahu wata’ala seorang makhluk pun.

Ada yang mengatakan bahwa ikhlas adalah amalanmu di depan manusia itu sama dengan amalanmu di saat sendirian.

Shalatmu, tilawah al-Quranmu, sedekahmu di depan manusia itu sama saat engkau melakukannya sendirian, artinya sama-sama hanya Allah subhanahu wata’ala saja yang dituju.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya.” (HR. Al-Bukhari No. 97)

Dalam sabdanya yang lain,

فَإِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ. يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ

Sesungguhnya Allah mengharamkan dari neraka bagi siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar disembah selain Allah) yang dengannya mengharap wajah Allah.” (HR. Al-Bukhari No. 425 dan Muslim No. 33)

Materi Khutbah Jumat: Membaca al-Quran saja Belum Cukup, Pahami Juga Artinya!

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Ramadhan adalah madrasah ikhlas.

Amal keikhlasan itu memiliki tingkatan-tingkatan.

Pertama, Tertujunya suatu amalan hanya untuk Allah subhanahu wata’ala saja berikut balasan dan pahala dari-Nya.

Seorang hamba tidaklah menoleh kepada selain Allah meskipun perkara tersebut diperbolehkan.

Jika ia berjihad, maka jihadnya hanya untuk Allah subhanahu wata’ala saja bukan karena supaya mendapatkan ghanimah dan maksud lainya.

Kemudian jika ia berpuasa, puasanya juga hanya karena Allah semata. Ia tidak menoleh kepada tujuan yang lain meskipun boleh, seperti supaya berat badannya turun, supaya badannya menjadi sehat, supaya turun kadar kolesterol dalam tubuh dan lain sebagainya.

Inilah gambaran seseorang yang telah sampai pada ‘maqam’ ini. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

Dari Syaddad bin Al-Had bahwa seorang laki-laki dari seorang badui datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ia beriman dan mengikuti beliau. Kemudian dia berkata, Aku akan berhijrah bersama engkau?

Beliau berwasiat dengan orang tersebut kepada sebagian sahabat beliau. Setelah terjadi perang, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) berupa tawanan, beliau membagikan dan membagi untuknya, lalu beliau memberikan kepada para sahabat beliau sesuatu yang beliau bagi untuknya dan ia sendiri sedang mengatur urusan mereka. Setelah ia datang, ia memberikannya kepada orang itu, lalu ia berkata, “Apa ini?”

Mereka menjawab, Bagian yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bagi untukmu.

Kemudian ia mengambilnya dan membawanya menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya, Apa ini?

Beliau bersabda, Aku telah membaginya untukmu.”

Ia berkata, “Bukan untuk hal ini aku mengikuti engkau. Tapi aku mengikuti engkau agar aku dilemparkan ke sini—ia mengisyaratkan tombaknya ke tenggorokannya—lalu aku mati dan masuk surga.”

Beliau bersabda, “Jika jujur kepada Allah, niscaya Allah akan membalas sikap kejujuranmu.

Lalu mereka diam sejenak, kemudian bangkit melawan musuh, orang tersebut dibawa ke tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan cara diangkut, ia terkena tombak yang diisyaratkan, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah ia orangnya?!”

Mereka menjawab, ya.

Beliau bersabda, “Dia benar dalam berjanji kepada Allah, Allah membalasnya dengan kebenaran.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengkafaninya dengan jubah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengajukan dan menshalatkannya.

Do’a yang tampak dalam shalat beliau yaitu, “Ya Allah, inilah hamba-Mu, ia telah keluar jihad di jalan-Mu, lalu ia terbunuh dalam keadaan Syahid, aku menjadi saksi atas hal tersebut.’” (HR. An-Nasa’i No. 1927)

 

Artikel Tsaqafah: 12 Keutamaan Shalat Malam dalam Al-Quran dan Hadits Shahih

 

Kedua, Seseorang yang beramal untuk Allah subhanahu wata’ala semata, akan tetapi ia juga menoleh kepada perkara lain yang diperbolehkan yang ingin ia dapatkan. Seperti orang yang menunaikan ibadah haji, juga ia berkeinginan untuk jual beli.

Ini memang tidak dilarang, karena Allah subhanahu wata’ala berfirman,

يْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. (QS. Al-Baqarah: 198)

Demikian halnya orang yang berpuasa, disatu sisi dia menjalankan karena mengharap pahala dari Allah subhanahu wata’ala, tetapi disatu sisi ia juga mengharap kebaikan lainnya yaitu supaya mendapatkan kesehatan.

Ini merupakan perkara yang diperbolehkan, akan tetapi ia berada pada derajat di bawah yang pertama.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Demikian materi khutbah Jumat yang dapat kami sampaikan pada siang hari ini. Semoga dapat menambah kesadaran kita akan arti penting keikhlasan dalam beramal. Terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah ini.

 

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

KHUTBAH KEDUA 

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ! اِتَّقُوا اللهَ تَعَالىَ. وَذَرُو الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنْ. وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا، اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

Download materi khutbah Jumat “Ramadhan Adalah Madrasah Ikhlas” di bawah ini:

Download PDF

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.