Informasi Keislaman Terlengkap dan Terpercaya

Materi Khutbah Jumat: 8 Hal yang Perlu Kita Ketahui tentang Ibadah Shalat

3,605

Materi Khutbah Jumat:
8 Hal yang Perlu Kita Ketahui tentang Ibadah Shalat

Oleh: Sodiq Fajar

 

Download PDF

 

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ:

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami wasiatkan kepada diri kami, juga kepada jamaah sekalian, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wajalla. Sebab, hanya dengan takwa yang menghujam kuat dalam sanubari kita inilah, kita mendapatkan jaminan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ

Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Salah satu bukti takwa kita kepada Allah ‘azza wajalla adalah dengan selalu menjaga amal ibadah kita. Terutama shalat.

Kenapa shalat yang diutamakan? Pada materi khutbah Jumat kali ini, kita akan mencoba menelusurinya.

Ada 8 hal yang perlu kita ketahui tentang ibadah shalat.

 

Pertama, Perintah ibadah shalat langsung dari Allah

Siapa yang menyuruh kita shalat? Allah. Bahkan Allah ‘azza wajalla yang secara langsung memerintah kita untuk shalat.

Mari renungi ayat ini,

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ

Peliharalah semua shalat dan shalat wustha. Dan tegakkanlah (shalat) karena Allah dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238)

Barangkali sebagian dari kita selalu merasa berat ketika hendak melaksanakan shalat. Azan sudah berkumandang, masih saja asyik melaksanakan aktivitas lain yang tidak lebih penting dari shalat.

Barangkali sebagian kita ada yang merasa berat untuk melangkahkan kaki ambil air wudhu, lalu berangkat ke masjid untuk melaksanakan ibadah shalat. Mata masih terasa mengantuk. Badan masih terbaring di ranjang. Berat rasanya untuk bangkit melaksanakan ibadah shalat.

Jika di antara kita ada yang masih merasa seperti itu, coba lebih serius lagi menyadari perkara ini.

Shalat adalah perintah. Yang memerintah adalah Allah ‘azza wajalla.

Allah ‘azza wajalla adalah Rabb yang menciptakan kita. Allah ‘azza wajalla yang telah memberi kita mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, akal untuk berpikir, tangan dan kaki untuk bergerak.

Hanya kepada Allah ‘azza wajalla kita meminta. Dan hanya Allah ‘azza wajalla Yang Maha Mengabulkan doa hamba-Nya.

Hanya kepada Allah ‘azza wajalla kita beribadah. Dan shalat adalah salah satu ibadah Allah ‘azza wajalla perintahkan manusia untuk melaksanakannya.

Apa iya, kita yang telah diberi apa-apa oleh Allah ‘azza wajalla, menjalankan satu perintah-Nya tetap tidak mau?

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kedua, Ibadah shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Tahukah kita bahwa di penghujung sakaratul maut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat tentang ibadah shalat?

Ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat,

اَلصَّلَاةُ الصَّلَاةُ، وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَنُكُمْ

Perhatikanlah shalatmu, perhatikanlah shalatmu! Dan perhatikanlah budak-budak yang kalian miliki!” (HR. Ahmad; HR. Ibnu Majah, hadits shahih)

Kepada siapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat? Kepada umatnya.

Siapa umatnya? Kita.

Apa hukum menunaikan wasiat? Wajib.

Ya. Kita, umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wajib melaksanakan wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana wajibnya kita menunaikan wasiat orang tua kita.

Jika menunaikan wasiat orang tua kita saja hukumnya wajib, maka menunaikan wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih wajib lagi.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketiga, Ibadah shalat akan memberikan ketenangan dan ketenteraman hati

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang nabi. Sekaligus kepala rumah tangga yang memiliki sembilan istri. Sekaligus kepala negara. Hampir dua bulan sekali maju berperang menghadapi musuh-musuh Islam saat itu.

Dalam kondisi kehidupan yang sedemikian rupa, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dihadapkan pada banyak sekali masalah.

Namun, beliau tetap bisa tenang dan tenteram menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada.

Kenapa bisa demikian? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling nomor satu dalam menjaga ibadah shalat. Inilah salah satu kuncinya. Shalat akan memberikan efek positif berupa ketenangan dan ketenteraman hati.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِيْ فِيْ الصَّلَاةِ

Dan telah dijadikan kesejukan mataku (ketenangan jiwaku) ada di dalam shalat.” (HR. An-Nasai; HR. Ahmad, hadits shahih)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Keempat, Ibadah shalat adalah pintu segala kebaikan

Ibadah shalat adalah salah satu bentuk kebaikan. Setiap kebaikan adalah manifestasi dari eksistensi takwa dalam sanubari seorang hamba. Dan salah satu manfaat takwa adalah dijauhkannya seseorang dari perbuatan buruk. Karena takwa adalah kemampuan untuk menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan.

Sehingga, shalat merupakan pintu segala kebaikan. Karena ibadah shalat dapat mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.

Inilah makna paling kuat dari firman Allah ‘azza wajalla,

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ

Bacalah Kitab (Al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-’Ankabūt: 45)

Jika kita benar-benar beriman kepada Allah ‘azza wajalla, yakinlah bahwa orang yang bertakwa pasti akan mendapat bejibun kebaikan dalam hidupnya.

Ini adalah janji Allah ‘azza wajalla yang pasti. Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalāq: 2-3)

Tidak hanya itu, Allah ‘azza wajalla masih memberi kebaikan yang lebih banyak lagi. Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا

Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalāq: 4)

Jika seseorang mendapatkan rezeki dari arah yang tak pernah disangkanya, menemukan jalan keluar dari segala masalah, selalu dimudahkan dalam segala urusan, maka itu artinya pintu-pintu kebaikan telah terbuka lebar untuk dirinya. Baik di dunia maupun di akhirat kelak.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kelima, Orang yang tidak menjaga ibadah shalat lima waktu, tidak akan mendapat cahaya penerang di hari kiamat

Tahukah kita, Allah ‘azza wajalla kelak akan membangkitkan seluruh manusia, sejak nabi Adam hingga manusia yang paling terakhir dimatikan, kemudian Allah ‘azza wajalla akan mengumpulkan mereka semua di padang Mahsyar.

Padang Mahsyar adalah tempat pengadilan Allah ‘azza wajalla yang sangat berat. Di tempat itu, letak matahari sangat dekat sekali dengan ujung kepala manusia.

Pada hari yang sangat berat itu, orang-orang beriman akan dikumpulkan bersama dengan nabi mereka masing-masing. Tentu orang-orang Islam berharap penuh agar dibangkitkan dan berada di barisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Namun, alangkah malangnya orang-orang yang tidak menjaga shalat. Mereka menyangka diri sebagai umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tapi ternyata mereka sama sekali tidak mendapatkan cahaya yang dapat menuntun mereka menuju barisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bahkan justru sebaliknya. Orang-orang yang tidak menjaga ibadah shalat itu malah dikumpulkan bersama dengan para pemimpin kafir seperti Firaun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

Barang siapa yang menjaga shalat lima waktu, maka itu akan menjadi cahaya, petunjuk, dan keselamatan baginya pada hari kiamat kelak. Dan barang siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, orang yang tidak menjaga shalatnya akan berkumpul bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad; HR. Ad-Darimi; HR. Al-Baihaqi, hadits shahih)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Keenam, Ibadah shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab di hari kiamat

Cukuplah peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini menjadi tamparan keras bagi kita yang masih bermalas-malasan dalam mengerjakan shalat.

Beliau bersabda,

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإنْ صَلُحَتْ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ، وَإنْ فَسَدَتْ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi.” (HR. At-Tirmidzi; HR. An-Nasai; HR. Ibnu Majah, hadits shahih)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketujuh, Siksa berat bagi mereka yang sengaja meninggalkan ibadah shalat wajib lima waktu

Tahukah kita tentang betapa dahsyatnya siksaan bagi orang-orang yang sengaja meninggalkan shalat? Apakah kita pernah merenungi siksa yang kelak akan mereka rasakan, sebagaimana gambaran yang telah disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

Kisah ini terabadikan dalam kitab shahih al-Bukhari. Hadits nomor 7047. Mari kita renungi sejenak.

Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan kisah yang membuat para sahabatnya penasaran.

Pada suatu malam beliau bermimpi didatangi oleh dua laki-laki. Keduanya membangunkan lelapnya tidur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sembari berucap,

Bangkitlah!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bangkit dan mengikuti arah langkah kaki kedua orang itu. Tak lama kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beserta dua orang tadi menjumpai seseorang yang terbaring terlentang. Satu orang lagi berdiri tegak di dekat kepalanya dengan membawa sebongkah batu besar.

Tanpa aba-aba, ia menjatuhkan batu besar itu dan menghantam kepala orang yang sedang terlentang tadi.

Kepalanya pun pecah. Batu menggelinding ke arah orang yang berdiri tegak. Ia pun mengambil kembali batu itu. Kembali lagi ke tempat dia berdiri, dan selalu ia dapati kepala orang yang terlentang tadi dalam keadaan utuh kembali.

Ia pun mengulangi perbuatannya berkali-kali. Kepala orang yang berbaring terlentang pecah berkali-kali. Lalu utuh kembali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya, “Subhanallah. Siapa dua orang ini?”

Orang yang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tadi hanya menjawab, “Pergilah!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali bertanya, “Sejak malam ini aku telah melihat keanehan. Apa yang sebenarnya yang telah aku lihat ini?”

Kedua orang yang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tadi akhirnya buka suara, “Kami akan beritahu Anda. Orang yang Anda dapati pecah kepalanya ditimpa batu hingga pecah adalah orang yang memelajari al-Quran lalu ia meninggalkannya. Ia juga orang yang melalaikan ibadah shalat wajib dengan tidurnya.”

Subhanallah

Melalui hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan dengan tegas bahwa siksa bagi orang yang melalaikan ibadah shalat wajib adalah ditimpakan batu pada kepalanya hingga kepalanya pecah!

Mari kita renungi ini dalam-dalam.

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kedelapan, Meninggalkan ibadah shalat adalah sebentuk dosa besar. Tapi Allah ‘azza wajalla tetap maha penerima Tobat

Tahukah kita bahwa ternyata meninggalkan shalat wajib adalah perbuatan dosa. Bahkan termasuk dosa besar.

Karena saking besarnya dosa meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganggapnya sebagai garis pemisah antara muslim dan kafir.

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“(Pemisahantara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 134)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyebut orang yang sengaja meninggalkan shalat wajib pada hakikatnya dia telah melakukan perbuatan syirik.

بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ

Pemisah Antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia melakukan kesyirikan.” (HR. Ath-Thabariy, hadits shahih)

Kalau hanya meninggalkan shalat sunnah itu tidak apa-apa, selama tidak mengingkari syariatnya. Tapi ini yang ditinggalkan adalah shalat wajib. Ini maksiat. Meninggalkan shalat wajib dengan sengaja hukumnya haram.

Bahkan, ulama sepakat bahwa sengaja meninggalkan shalat wajib, mengingkari syariat shalat wajib, maka pelakunya dihukumi kafir.

Ini bukan perkara remeh. Ini bukan perkara asal-asalan dalam mengkafirkan.

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Perjanjian antara kami dengan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad; HR. At-Tirmidzi; HR. An-Nasa’i; HR. Ibnu Majah)

Jika ini menimpa kita, mari kita segera bertobat kepada Allah ‘azza wajalla. Mari minta maaf kepada Allah ‘azza wajalla. Allah ‘azza wajalla Maha Pengampun.

Jika kita mau segera bertobat, tobat nasuha, maka masih ada kesempatan bagi kita untuk meraih ampunan Allah ‘azza wajalla.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyeru,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ، فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ، مَرَّةٍ

Hai sekalian manusia! Tobatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepada-Nya, sungguh aku bertobat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim No. 2702)

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan taufik untuk mampu dan bisa beribadah kepada-Nya.

Dan semoga Allah ‘azza wajalla menjadikan kita orang-orang yang senantiasa istiqamah menegakkan shalat hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ حُكَّامًا وَمَحْكُوْمِيْنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَاهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَانَا وَأَسْرَاهُمْ، وَاغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَمَوْتَاهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاة