Materi Khutbah Idul Fitri Membangun Keluarga Surgawi di Era Disrupsi dakwah id

Materi Khutbah Idul Fitri: Membangun Keluarga Surgawi di Era Disrupsi

Materi Khutbah Idul Fitri
Membangun Keluarga Surgawi di Era Disrupsi

Oleh: Ustadz Naufal Masunika
Ketua yayasan Griya Keluarga Sakinah

 

*) Link download PDF Materi Khutbah Idul Fitri ada di akhir tulisan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

نَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ:

اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ

اَلله ُاَكْبَرُ، اَلله ُاَكْبْرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، لَااِلَهَ اِلَّا اللهَ وَاللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.  Semoga setiap langkah yang kita tempuh menuju tempat ini untuk menghadiri salah satu sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah dan menyimak nasehat dan wasiat takwa melalui materi khutbah Idul Fitri.

Semoga dengannya dapat menggugurkan dosa-dosa kita, meninggikan derajat kita di sisi Allah, dan memudahkan jalan kita semuanya menuju jannah-Nya.

Hari ini kita bersama keluarga dan kaum muslimin sedunia mengagungkan asma Allah; mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid. Semoga Allah menurunkan sakinah di hati kita, mencurahkan rahmat-Nya, menaungkan sayap-sayap para malaikat-Nya, dan menyebut-nyebut nama-nama kita satu per satu di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitabullah, dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim No. 2699)

Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang senantiasa mengikuti petunjuk beliau hingga akhir zaman.

Materi Khutbah Idul Fitri: Amal Shalih Bertambah, Kuatkan Hidayah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan bersungguh-sungguh memenuhi hak-hak-Nya, melaksanakan segala yang diperintahkan, mencegah diri dari perkara-perkara yang diharamkan serta mencegah diri dari melanggar larangan-larangan-Nya.

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

Dan Berbekallah! Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa….” (QS. Al-Baqarah: 197)

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Laa ilaaha illallah, huwallahu akbar

Allahu akbar, walillahil hamdu

 

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati allah

Alhamdulillah, selama sebulan penuh kita telah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadah kita. Taqabbalallaahu minna wa minkum, Taqabbal yaa Kariim.

Ramadhan mengajarkan umat agar kembali kepada Allah subhanahu wataala dan memperkuat fondasi keimanan. Iman dan ketundukan kepada syariat Islam akan mendatangkan maslahat dan menjadi obat dari berbagai problematika kehidupan.

Hati yang selalu terhubung dengan Allah akan merasakan ketenangan, ketenteraman, tidak mudah terguncang oleh berbagai guncangan, dan terpengaruh oleh perubahan zaman.

Mengutip pendapat Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya Fiqh as-Shiyam, selama bulan Ramadhan umat Islam memasuki madrasah mutamayyizah, yaitu lembaga pendidikan karakter terbaik yang dibuka oleh Allah subhanahu wataala setiap tahun.

Siapa yang mendaftar dan mengikuti perkuliahan dengan baik sesuai dengan petunjuk Islam, maka ia akan lulus ujian dengan predikat ‘sukses besar’.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Laa ilaaha illallah, huwallahu akbar

Allahu akbar, walillahil hamdu

 

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati allah

Jika Ramadhan selayak madrasah penempa kualitas diri yang hanya berlangsung satu bulan, maka ketahuilah, ada satu madrasah lagi yang jangka pelaksanaannya lebih panjang.

Apakah itu?

Itu adalah madrasah keluarga. Madrasah keluarga adalah madrasah yang akan berlangsung seumur hidup selama nyawa masih di kandung badan.

 

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati allah

Keluarga adalah miniatur negara dan madrasah untuk menempa jiwa. Melalui sebuah perjanjian yang berat dalam memanggul amanat, perjuangan mulia itu dimulakan. Melalui sebuah ikatan akad bernama pernikahan berbagai pintu kebaikan terbuka dan separuh agama seseorang telah tertunaikan.

Bila peran keluarga ini diseriusi, bukan hanya akan melestarikan keturunan manusia dan melipat gandakan jumlah kaum muslimin, bahkan sebuah perubahan besar akan terjadi, peradaban yang mulia akan terwujud, dan kejayaan peradaban Islam kembali terpelihara.

Allah subhanahu wataala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1)

 

Saudaraku jamaah Shalat Id Fitri yang Dirahmati Allah

Pada saat di beberapa negara yang tidak mengenal Islam terancam depopulasi, Islam satu-satunya diin yang menjanjikan solusi kehidupan termasuk ketahanan keluarga.

Gelombang disrupsi hebat di negara-negara sekuler telah mengguncang bangunan keluarga yang bermuara pada keengganan berkeluarga. Karena bagi mereka, menikah bukanlah solusi untuk bahagia, melainkan membuat mereka terkekang, menghambat potensi diri, dan menghalangi kebebasan berekspresi.

Sementara masyarakat Islam yang berperadaban memandang pernikahan bukan hanya sebagai sarana membangun rumah tangga yang bahagia, lebih dari itu, bahkan pernikahan menjadi cikal bakal lahirnya sebuah peradaban.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menggapainya, meskipun tak jarang menemukan gangguan yang bisa mendatangkan keterpurukan sehingga rumah tangga nihil dari kebahagiaan dan berantakan.

Di era disrupsi, gangguan semakin meningkat. Pergerakan kehidupan manusia menjadi luar biasa cepat dan perubahan yang cenderung tak terdeteksi terjadi di berbagai sektor. Mulai dari sektor ekonomi, kesehatan, sosial budaya, pendidikan, dst. Pergerakannya yang lateral dan acak sebagian mampu mengubah tatanan lama, bahkan merekonstruksi menjadi tatanan dan pola baru.

Liberalisasi ekonomi memaksa perempuan memasuki dunia kerja. Ide-ide feminisme bertopeng pemberdayaan perempuan menjadikan kaum ibu tereksploitasi menjadi mesin ekonomi. Akibatnya jutaan anak terlantar karena ibunya menjadi pekerja.

Tergesernya peran ibu, melahirkan generasi terlantar yang lemah dan penuh masalah. Inilah konsekuensi yang harus dibayar mahal oleh bangsa yang mempekerjakan kaum ibu sebagai mesin ekonomi.

Akibatnya, angka kriminalitas meningkat tajam, pembunuhan, perdagangan anak, kekerasan seksual, dan penyakit sosial lainnya. Maraknya anak muda yang terpapar LGBT misalnya, diakui sebagai dampak dari faktor pola pengasuhan dan trauma yang pernah mereka alami di dalam keluarga dan lingkungannya.

Era disrupsi menuntut masyarakat harus mampu beradaptasi dan berani berubah. Sebab jika tidak, akan tertinggal dan ditinggalkan. Kenyataan ini menjadi tantangan semua pihak, tak terkecuali keluarga.

Pada era ini, keberadaan keluarga sebagai komponen terkecil dari masyarakat diharapkan bisa menjadi oase. Karena bagi seorang muslim yang komitmen dengan syariat agamanya, pernikahan adalah “surga” mereka di dunia. Sebaliknya, jika mereka menyelisihi syariat agamanya, maka rumah tangga akan berasa neraka di dunia.

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. At-Taubah: 72)

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Laa ilaaha illallah, huwallahu akbar

Allahu akbar, walillahil hamdu

 

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati allah

Ketaatan kepada Allah akan menumbuhkan rasa percaya diri, karakter yang kuat, ketenangan, dan ketenteraman serta selalu berprasangka baik setiap waktu.

Ketaatan kepada Allah akan berdampak sangat kuat terhadap kehidupan rumah tangga. Setiap kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan oleh suami ataupun istri maupun keduanya akan memancarkan kemilau cahaya dalam kehidupan mereka.

Alhasil, ajaran Islam akan selalu relevan bagi keluarga modern dan mampu menjawab tantangan di setiap zamannya. Siapa pun yang tunduk kepada syariat Allah, insyaallah akan mampu bertahan di tengah badai disrupsi keluarga ini.

Materi Khutbah Jumat: Merindukan Bulan Ramadhan

Dalam Islam, membangun keluarga itu memiliki tujuan yang mulia sesuai kedudukannya sebagai hamba Allah yaitu beribadah kepada Allah. Islam juga memiliki syariat atau hukum-hukum yang memenuhi seluruh hajat manusia.

Dr. Karim As-Syadzily mengungkapkan,

“Sesungguhnya solusi segala permasalahan yang dihadapi semuanya tersimpan dalam kitabullah al-Quran dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Islam tidak bertanggung jawab atas berbagai permasalahan yang terjadi ketika seorang muslim jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri. Maka ketika seorang laki-laki menikahi perempuan yang tidak beragama atau seorang istri menikah dengan lelaki yang tidak berakhlak, apa yang dapat dilakukan oleh Islam terhadap mereka?

Sesungguhnya apabila mereka benar-benar mencari solusi dan meridhai pemecahan masalah secara Islami, wajib bagi mereka untuk kembali pada Islam dan menetapi batasan-batasannya. Islam menjamin iklim yang bersih bagi mereka yang mampu mengalirkan kebahagiaan dan menghembuskan ketenteraman.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Laa ilaaha illallah, huwallahu akbar

Allahu akbar, walillahil hamdu

 

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati allah

Islam memandang pernikahan adalah peristiwa sakral dalam sejarah hidup peradaban manusia. Seorang suami ataupun istri masing-masing memiliki kedudukan bergengsi di sisi Allah ketika mereka tunduk kepada syariat-Nya.

Wanita memiliki kedudukan terhormat dan mulia sebagai calon ibu. Jika kita ingin memberikan sumbangan untuk peradaban, maka mari kita didik anak gadis kita dengan baik, karena dialah yang akan melahirkan generasi penerus.

Mari cermati syair Hafidz Ibrahim dalam kitab tafsir al-Maraghi (2/218) berikut ini,

الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهَا

أَعدَدْتَ شَعْباً طَيِّبَ الْأَعْرَاقِ

Ibu adalah sekolah besar (bagi anaknya). Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya.”

Para suami memiliki kedudukan yang istimewa karena merekalah pemimpin keluarga yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Maka berbahagialah bila Allah menitipkan untuk kita anak lelaki. Didiklah ia sebaik-baiknya. Karena kelak ia bisa menjadi pemimpin masa depan. Semoga dengan izin Allah ia bisa menjadi agen perubahan dan bahkan pemimpin kebangkitan umat.

Ia bisa menjadi seperti Sultan Shalahudin al-Ayyubi yang berhasil membebaskan Palestina. Atau bisa menjadi seperti Sultan Muhammad al-Fatih yang sukses menaklukkan Konstantinopel. Atau bisa menjadi seperti sosok jenderal kesatria dan pemimpin sejati Sultan Saifudin Quthuz yang mampu memorakporandakan barisan pasukan Tartar dan mengusir mereka dari bumi Syam.

Jika kita merasa belum melakukan banyak kebaikan dalam hidup, setidaknya kita masih memiliki upaya untuk wariskan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak kita melalui upaya yang maksimal dalam membangun keluarga Islami. Kelak sepeninggal kita semoga upaya tersebut terus mengalirkan kebaikan untuk kita.

Oleh karena itu, mari bersama kita membangun keluarga Islami yang taat kepada Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Sebab, yang kita harapkan bukanlah ketenaran anak keturunan kita ketika mereka menjadi generasi yang berpengaruh di zamannya.

Akan tetapi yang kita harapkan adalah Allah subhanahu wata’ala meridhai kita karena kita telah berusaha maksimal untuk terlibat dalam amal ibadah menyiapkan generasi penerus yang akan meninggikan kalimat Allah di muka bumi ini.

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati allah

Demikian materi khutbah Idul Fitri tentang tantangan membangun keluarga surgawi di era disrupsi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini.

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan perjuangan kita dalam membangun keluarga Islami. Semoga Allah subhanahu wata’ala meneguhkan setiap langkah kita. Semoga Allah subhanahu wata’ala mengampuni dosa-dosa kita. Semoga Allah subhanahu wata’ala menerima tiap butir amal ibadah kita. Aamiin.

 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ، وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ، وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ، وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُوْلُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، وَمِنَ اليَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِيْ دِيْنِنَا، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

جَعَلَهُ اللّهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةٍ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

اَللهم اجْعَلْ أَوْلاَدِنَا مِنْ اَهْلِ الْعِلْمِ وَاَهْلِ الْخَيْرِ وَلَا تَجْعَلْهُمْ مِنْ اَهْلِ السُّوْءِ وَاَهْلِ الضَّيْرِ

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ أَوْلاَدِنَا وَ ذُرِّيَّا تِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَناَ دِينَناَ الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِناَ وَأَصْلِحْ لنَاَ دُنْيَاناَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُناَ وَأَصْلِحْ لَناَ آخِرَتَناَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُناَ وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَناَ فِيْ كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لُناَ مِنْ كُلَّ شَرٍّ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْناَ مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْناَ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ

اللَّهُمَّ إِنّاَ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ. وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ. اللَّهُمَّ إِنّاَ نَسْأَلُكَ الجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ. وَنَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لَناَ خَيْرًا

اَللهم اَتِنَا رِضَاكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالسَّعَادَةِ وَالشَهَادَةِ وَالْمَغْفِرَةِ

اللَّهُمَّ احْفَظْناَ بِالإِسْلاَمِ قَائِمًا وَاحْفَظْناَ بِالإِسْلاَمِ قَاعِدًا وَاحْفَظْناَ بِالإِسْلاَمِ رَاقِدًا وَلاَ تُشْمِناَ بِناَ عَدُوَّا وَلاَ حَاسِدًا، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ

اللَّهُمَّ إِناَّ نَسْأَلُكَ النَّعِيْمَ المُقِيْمَ الَّذِيْ لَناَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ النَّعِيْمَ يَوْمَ العِيْلَةِ وَالأَمْنَ يَوْمَ الخَوْفِ اللَّهُمَّ إِنَّا عَاِئذٌ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا أَعْطَيْتَنَا وَشَرِّ مَا مَنَعْتَ

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالعِصْيَانَ وَاجْعَلْناَ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

الَلَّهُمَّ إِناَّ نَسْأَلُكَ الَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ لَناَ فِيْ عَاقِبَةِ الأُمُورِ الَلَّهُمَّ اجْعَلْ آخِرَ مَا تُعْطِيْنَا مِنَ الخَيْرِ رِضْوَانِكَ وَالدَّرَجَاتُ العُلىَ مِنْ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ

اللَّهُمَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ، وَأَحْيِنَا مُسْلِمِيْنَ، وَأَلْحِقْناَ بِالصَّالِحِيْنَ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا مَفْتُوْنِيْنَ. اللَّهُمَّ قَاِتلِ الكَفَرَةَ وَالَّذِيْنَ يُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَاجْعَلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ. اللَّهُمَّ قَاِتلِ الكَفَرَةَ الَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْكتِاَبَ إِلَهَ الحَقِّ

أَللَّهُمَّ أَعِزِّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ

أَللَّهُمَّ شَطِّطْ شَمْلَهُمْ، وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامُهُمْ، وَقَلِّلْ عَدَدَهُمْ، وَأَلْقِ فِي قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّاتِنَا طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

رَبَّنَا أَوْزِعْنا أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لَنَا فِي ذُرِّيَّاتِنَا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ الْأَعْمَالِ، وَأَدَامَ عَلَيْكُمُ الصِّحَّةَ وَالْعَافِيَةَ، وَوَفَّقَكُمْ لِخَيْرِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

 

 

 

Download PDF Materi Khutbah Idul Fitri dakwah.id
Membangun Keluarga Surgawi di Era Disrupsi
di sini:

DOWNLOAD PDF

Semoga bermanfaat!

Pilihan materi khutbah Idul Fitri lannya dapat Anda temukan di sini:

materi khutbah idul fitri

Topik Terkait

Sodiq Fajar

Bibliofil. Pemred dakwah.id

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.