Membahas topik doa ketika hujan turun dakwah.id

Doa Ketika Hujan Turun Teks Arab, Latin, Terjemah

Sahabat dakwah.id sudah hafal doa ketika hujan turun apa belum? Musim hujan sudah tiba, nih. Hampir setiap hari hujan turun membasahi tiap jengkal tanah yang kering kerontang. Rintiknya jatuh tak kenal waktu. kadang pagi, kadang sore, kadang malam, terkadang juga sehari turun lebih dari sekali.

Sejatinya hujan merupakan karunia dari Allah subhanahu wata‘ala. Meskipun pada sebagian keadaan, ia menjadi awal musibah semisal banjir dan sebagainya.

Di daerah tandus dan gersang yang tidak terdapat sungai maupun sumur, maka hujan menjadi satu-satunya sumber air bagi hewan dan tanaman di sana. Ia menyirami tumbuhan, memberi minum hewan, dan menghijaukan bumi sehingga manusia dapat memanfaatkan pemberian Allah tersebut secara maksimal.

Adapun amalan yang paling utama kala hujan turun adalah membaca doa, sebagai rasa syukur kita kepada Allah yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-Nya. Sungguh, hujan karunia dan rahmat Allah yang tak tergantikan. Rasulullah telah mengajarkan kita bacaan doa tersebut.

Selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan doa ketika hujan deras yang khusus diucapkan ketika kondisi hujan yang sangat lebat, beliau juga mengajarkan doa ketika hujan turun yang diucapkan ketika mendapati hujan mulai turun.

Bacaan Doa Ketika Hujan Turun

Berikut ini doa ketika hujan turun lengkap dengan teks arab, transliterasi, dan terjemah Indonesia,

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allāhumma ṣayyiban nāfi‘an

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

Teks Hadits Lengkap Tentang Doa Ketika Hujan Turun

Banyak redaksi hadits doa ketika hujan turun yang ada. Adapun yang disebutkan di atas, diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dll, dari jalur Ibunda Aisyah.

Ibunda Aisyah radhiyallah anhuma meriwayatkan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Bahwa jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat hujan, maka beliau berdoa: ‘Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.’”(HR. Al-Bukhari No. 974, Ahmad No. 23624)

Dalam hadits yang lain, Ibunda Aisyah radhiyallahu anhuma meriwayatkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِي أُفُقِ السَّمَاءِ تَرَكَ الْعَمَلَ وَإِنْ كَانَ فِي صَلَاةٍ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا فَإِنْ مُطِرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيئًا

Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sesuatu yang terjadi di langit beliau meninggalkan pekerjaannya, meskipun saat shalat. Kemudian beliau berdoa: ‘Ya Allah, aku berlindung dari keburukannya’. Dan jika mendapatkan hujan beliau berdoa: ‘Ya Allah, jadikanlah hujan ini curahan yang menyejahterakan.’” (HR. Abu Dawud No. 5099, Ahmad No. 24452)

Tadabur Doa Ketika Hujan Turun

Setiap doa pasti memiliki maksud mulia. Pada setiap doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tentu mengandung makna yang begitu dalam.

Ada beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk menggali makna dan tadabur doa ketika turun hujan; Kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan doa tersebut? Kenapa kandungan doa tersebut meminta agar Allah menjadikan hujan yang turun tersebut bermanfaat?

Penjelasan Ibnu Hajar al-‘Asqalani berikut ini sangat menarik ditampilkan untuk menjawab pertanyaan di atas,

Kata shayyiban itu manshubun (dibaca nashab) karena sebab adanya Fi‘lu Muqaddar–kata kerja yang tersembunyi, yaitu ‘jadikanlah’. Adapun kata nafi‘an menjadi sifat untuk hujan sebagai bentuk kehati-hatian dari adanya hujan yang membahayakan.” (Fathu al-Bari Syarhu Shahih al-Bukhari, Ibnu Hajar al-‘Asqalani, 2/601)

Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan doa ketika turun hujan tersebut? Ibnu Hajar al-‘Asqalani menjelaskan:

Doa dari jalur Syuraih ini mengandung pengertian, akan sunahnya mengucapkan doa tersebut ketika hujan sudah turun. Mengucapkannya dapat menambah kebaikan dan berkah (dari hujan tersebut). Sekaligus untuk membatasi (hujan yang bermanfaat saja) dan mencegah dari hujan yang mendatangkan kerusakan.” (Fathu al-Bari Syarhu Shahih al-Bukhari, Ibnu Hajar al-‘Asqalani, 2/601)

Ada riwayat yang menyebutkan agar mengulang doa turun hujan tersebut dua atau tiga kali.

Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan :

فَإِنْ أَمْطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ سَيْبًا نَافِعًا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةً وَإِنْ كَشَفَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَمْ يُمْطِرْ حَمِدَ اللَّهَ عَلَى ذَلِكَ

Jika turun hujan, maka beliau (Rasulullah) berdoa, ‘Ya Allah jadikanlah curahan yang penuh keberkahan’ (beliau membacanya) dua kali atau tiga kali. Dan jika Allah ‘azza wajalla menghilangkannya dan tidak jadi turun hujan, maka beliau (bersyukur) memuji Allah atas semua itu.” (HR. Ibnu Majah No. 3879)

Itulah sekilas pembahasan tentang doa ketika turun hujan. Semoga Allah memberkahi setiap butir hujan yang berjatuhan tahun ini, dan menjaga kesehatan kita semua. Wallahu a‘lam. (Ahmad Robith/dakwah.id)

Baca juga artikel Doa dan Zikir atau artikel menarik lainnya karya Ahmad Robith.

Penulis: Ahmad Robith
Editor: Sodiq Fajar

Topik Terkait

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.