12 Buah Iman Pemberian Allah Kepada Hamba yang Jujur dalam Beriman

108

Ada banyak sekali buah iman yang akan dimiliki oleh hamba Allah ‘Azza wa Jalla yang jiwa raganya diliputi oleh iman. Buah-buah iman itu banyak berserakan di dalam firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam al-Quran. Ada buah keimanan yang dipetik di dunia, ada buah keimanan yang dipetik kelak di akhirat.

Buah Iman Ke-1: Kebahagiaan karena mendapat perwalian Allah ‘Azza wa Jalla secara khusus

Mendapat perwalian Allah ‘Azza wa Jalla adalah sebuah anugerah yang tak terhingga nilainya. Mendapat perwalian Allah ‘Azza wa Jalla adalah kesempatan mulia yang menjadi ajang perlombaan hamba-hamba yang bersemangat untuk beriman. Sebab perwalian Allah ‘Azza wa Jalla adalah anugerah terbesar bagi orang-orang yang mau beriman.

Baca juga: Cabang Iman Dan Cabang Kekufuran Dalam Akidah Ahlu Sunnah

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّور

Allah ‘Azza wa Jalla adalah wali bagi orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya.” (QS. Al-Baqarah: 257)

Maksudnya, Allah ‘Azza wa Jalla akan mengeluarkan orang-orang yang beriman dari gelapnya kekufuran menuju cahaya iman, dari gelapnya kejahilan menuju cahaya ilmu, dari gelapnya kemaksiatan menuju cahaya ketaatan, dari gelapnya kelalaian menuju cahaya ingatan, dan mengeluarkan mereka dari gelapnya berbagai macam keburukan lalu mengangkatnya menuju cahaya kebaikan baik yang disegerakan ataupun yang ditangguhkan.

Semua ini hanya akan diberikan oleh Allah ‘Azza wa Jalla bagi orang-orang yang beriman dengan benar, kemudian mengimplementasikan keimanannya dengan berbagai macam bentuk ketakwaan.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

Orang-orang yang beriman mereka itulah yang bertakwa.” (QS. Yunus: 63)

 

Buah Iman Ke-2: Kemenangan berupa ridha Allah ‘Azza wa Jalla

Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan kemenangan besar bagi hamba-Nya yang beriman dengan benar dan utuh. Ia akan mendapat ridha dan rahmat Allah ‘Azza wa Jalla; sebuah pemberian yang tiada tandingannya. Kemenangan ini hanya akan diberikan Allah ‘Azza wa Jalla kepada orang yang beriman.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. At-Taubah: 72)

 

Buah Iman Ke-3: Terselamatkan dari Marabahaya

Termasuk buah dari iman adalah terselamatkannya seseorang dari berbagai marabahaya karena keimanannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Allah ‘Azza wa Jalla akan menyelamatkan orang-orang yang mau beriman kepada-Nya dari berbagai kesulitan dan beban.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا

Sesungguhnya Allah menyelamatkan orang-orang yang telah beriman.” (QS. Al-Hajj: 38)

Karena iman, Allah ‘Azza wa Jalla telah menyelamatkan nabi Yunus dengan doanya yang Allah ‘Azza wa Jalla abadikan dalam al-Quran.

فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim’.” (QS. Al-Anbiya’: 87)

Baca juga: Fanatisme Golongan: Racun Ukhuwah Islamiyah Penyebab Perpecahan Umat

Kemudian Allah ‘Azza wa Jalla menjawab doa tersebut,

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiya’: 88)

Saat menjelaskan makna dari surat al-Hajj ayat 38 di atas, Syaikh as-Sa’di mengatakan,

“Allah melindungi orang yang beriman dari berbagai rintangan, melindungi mereka dari keburukan setan manusia dan setan jin, melindungi dari musuh-musuh mereka, dan melindungi mereka dari marabahaya sebelum diturunkan, kemudian mengangkatnya, lalu meringankannya setelah marabahaya itu diturunkan.” (At-Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman, Abdurrahman as-Sa’di, 87)

 

Buah Iman Ke-4: Kehidupan yang Baik di Dunia dan Akhirat

Iman dan amal shalih—yang menjadi salah satu cabang iman—membuahkan kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat kelak.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Ini merupakan salah satu keistimewaan dari iman. Iman melahirkan ketenangan hati, merasa cukup dengan rezeki yang diberikan oleh Allah ‘azza wajalla, dan tidak ada keinginan untuk menggantungkan harapan kepada selain Allah ‘azza wajalla.

Ini adalah sebenar-benarnya kehidupan yang baik. Sebab, inti dari kehidupan yang baik adalah ketenangan dan ketenteraman hati, dan bebas dari hembusan yang menggiring pada tercabutnya iman yang benar. (At-Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman, Abdurrahman as-Sa’di, 87)

 

Buah Iman Ke-5: Hidayah kepada Shirathal Mustaqim

Buah iman yang lain, orang yang telah terpatri iman dalam dirinya akan ditunjukkan allah jalan yang lurus, shirathal mustaqim. Selain itu, Allah ‘azza wajalla juga akan menunjukkan orang-orang yang beriman kepada ilmu yang benar, senantiasa bersyukur terhadap nikmat, bersabar dan ridha terhadap marabahaya dan musibah.

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ ۖ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.” (QS. Yunus: 9)

Dalam ayat lain Allah ‘azza wajalla berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun: 11)

Dalam memaknai ayat di atas, Asy-Syaukani menjelaskan,

“Dia adalah seorang lelaki yang ditimpa suatu musibah, kemudian dia menyadari bahwa itu adalah (ujian) dari Allah ‘azza wajalla, akhirnya ia ridha dan berserah diri kepada Allah ‘azza wajalla. (Fathul Qadir, Imam asy-Syaukani, 5/231)

 

Buah Iman Ke-6: Iman Memangkas Keraguan dan Syubhat

Keberadaan iman dalam diri seseorang akan memangkas segala bentuk keraguan dan syubhat yang bertebaran di antara manusia yang mana itu berpotensi membahayakan agama.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu.” (QS. Al-Hujurat: 15)

Perlindungan terhadap diri dari keraguan dan syubhat yang beredar, kemudian menghilangkannya dan meneguhkan setiap keraguan yang dihembuskan oleh setan-setan jin dan manusia hanya bisa didapat dengan menerapkan iman dengan benar dalam kehidupan.

 

Buah Iman Ke-7: Mendapat Rezeki yang Baik

Iman akan mendatangkan barakah dari setiap rezeki yang Allah ‘azza wajalla berikan kepadanya dan Allah ‘azza wajalla mudahkan dalam mencarinya.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَلَو أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)

Imam asy-Syaukani menjelaskan,

“Akan kami (Allah) mudahkan kebaikan dari langit dan bumi sebagaimana kemudahan membuka pintu yang terkunci.” (Fathul Qadir, 2/332; Tafsir al-Baidhawi, 1/43; Ruhul Ma’ani, 9/10)

 

Buah Iman Ke-8: Pertolongan dari Musuh

Salah satu buah iman yang paling besar di dunia adalah datangnya pertolongan Allah ‘azza wajalla bagi orang-orang yang beriman dari musuh-musuh mereka. Ini adalah janji yang pasti dari Allah.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Ruum: 47)

Imam asy-Syaukani menjelaskan,

“Ini adalah kabar dari Allah ‘azza wajalla bahwa pertolongan untuk hamba-Nya yang beriman adalah pasti. Dan Allah ‘azza wajalla adalah Maha Menepati Janji yang tidak akan pernah menyelisihi janji-Nya. Ayat tersebut juga mengandung pemuliaan terhadap orang yang beriman dan penghormatan kepada hamba-hamba-Nya yang shalih.” (Fathul Qadir, 4/327; Tafsir ath-Thabari, 10/195; Tafsir al-Baghawi, 1/275)

 

Buah Iman Ke-9: Mendapat Tamkin dan Istikhlaf di Bumi

Bentuk buah iman yang lain adalah anugerah berupa tamkin dan istikhlaf bagi orang-orang yang beriman dan tunduknya negeri di hadapan mereka. Dengan itu, terciptalah perdamaian negeri dan keamanan penduduknya.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa.” (QS. An-Nuur: 55)

 

Buah Iman Ke-10: Meninggal dalam Keadaan Husnul Khatimah

Buah iman yang akan didapatkan hamba Allah ‘azza wajalla yang beriman dalam proses perjalanannya menuju alam akhirat adalah kematian dalam kondisi sebaik-baiknya, husnul Khatimah. Kemudian para malaikat akan mendatanginya dengan membawa kabar gembira, kedamaian suasana, dan kabar tentang tempatnya di Jannah kelak.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): ‘Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan’.” (QS. An-Nahl: 32)

Baca juga: Sebab Lemahnya Iman Dalam Diri Seorang Muslim Yang Wajib Anda Ketahui

Ibnu Jarir menjelaskan,

“Demikianlah Allah ‘azza wajalla akan memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang dicabut ruhnya oleh malaikat Allah ‘azza wajalla sementara ia dalam kondisi yang terbaik dengan kebaikan yang Allah ‘azza wajalla berikan berupa kemurnian iman dan kejernihan Islam semasa hidupnya dan masa kematiannya.” (Tafsir al-Baghawi, 1/17)

 

Buah Iman Ke-11: Dimudahkan dalam Proses Hisab

Di hari kiamat, kelak manusia akan terklasifikasi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah ashabul Yamin, kelompok kedua adalah Ashabusy Syimal. Kelompok ashabul yamin kelak akan menerima catatan amalnya dengan tangan kanan. Lalu mereka akan dihisab dengan hisab yang mudah. Mereka inilah orang-orang yang dahulunya ketika di bumi dalam dirinya tertancap keimanan yang utuh.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ. فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا. وَيَنْقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًا

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, * maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, * dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” (QS. Al-Insyiqaq: 7-9)

 

Buah Iman Ke-12: Diliputi Cahaya yang Menerangi Jalannya Menuju Jannah

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَىٰ نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): ‘Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar’.” (QS. Al-Hadid: 12)

Orang-orang yang akhir hayatnya dalam kondisi beriman, maka kelak ia akan diliputi cahaya yang akan mengantarkannya menuju Jannah. Redup-terangnya cahaya yang akan meliputi mereka tergantung pada kualitas dan kuantitas amal masing-masing.

Ada yang cahayanya seukuran semut, seukuran seorang laki-laki yang tegap, seukuran jempol tangannya yang kadang mati kadang hidup, dan ada pula yang cahayanya sebesar gunung. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/15; At-Tahrir wat Tanwir, 14/393)

12 buah iman yang disebutkan di atas tentu belum cukup untuk mewakili banyaknya buah iman yang Allah ‘azza wajalla berikan kepada para hamba-Nya. Dan buah-buah iman tersebut tentunya hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar jujur dalam beriman kepada Allah ‘azza wajalla. Ingin merasakan buah-buah iman itu? Mari beriman kepada Allah ‘azza wajalla dengan jujur! Wallahu a’lam (Shodiq/dakwah.id)