Viral Broadcast Arti Corona dalam al-Quran, Isinya Shahih?

0 906

Netizen ramai dihebohkan oleh broadcast tentang arti Corona dalam al-Quran.

Berikut ini konten broadcast tersebut.

Broadcast Arti Corona dalam al-Quran-dakwah.id

Dalam broadcast yang menjelaskan Arti Corona dalam al-Quran tersebut mencoba menghubung-hubungkan antara istilah Corona dengan sepenggal teks Arab dalam al-Quran berikut ini:

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33)

 

Cocoklogi Istilah Corona dengan Lafal Waqarna dalam Broadcast Arti Corona dalam Al-Quran

Apa itu cocoklogi?

Mudahnya begini, cocoklogi adalah upaya untuk mencocokkan satu hal dengan hal yang lain. Lebih terkesan memaksakan dalam mencocok-cocokkan. Dalam istilah Jawa dikenal dengan sebutan otak atik gathuk.

Dalam broadcast arti Corona dalam al-Quran di atas, penulis broadcast mencoba untuk memaksakan kata waqarna agar sesuai dengan istilah Corona.

Penulis hanya mengambil qarna (قرن) dari susunan kata waqarna (وقرن). Di sinilah letak permulaan kekeliruan penulis broadcast Arti Corona dalam al-Quran.

Penulis broadcast itu kemungkinan besar tidak memahami ilmu bahasa Arab dengan baik. Jika ilmu bahasa Arab saja tidak dipahami dengan baik, kemungkinan besar lagi tidak memahami tafsir al-Quran.

Baca juga: 10 Masalah Corona – Penjelasan Syaikh Umar Ibnu Abdillah

 

Broadcast Arti Corona dalam al-Quran Menyelewengkan Arti Waqarna

Penulis broadcast Arti Corona dalam al-Quran mengaku telah membuka kamus al-Quran. Lalu kata qarna dicocok-cocokkan dengan arti ‘perintah untuk tinggal’ sebagaimana termaktub dalam surat al-Ahzab ayat 33.

Ini jelas kekeliruan yang fatal.

Baca juga: Trend Menyebarkan Berita Dusta di Era Sosial Media

Dalam bahasa Arab, kata قرن itu apabila posisinya sebagai kata kerja (fi’il) artinya adalah menggabungkan/menghubungkan/mengaitkan. Jika posisinya sebagai kata benda (isim) artinya tanduk.

Makna ini sangat jauh dengan arti Corona itu sendiri.

Lafal وقرن dalam surat al-Ahzab ayat 33 terdiri dari dua susunan.

Pertama, huruf و  artinya: dan.

Kedua, kata قرن. Sebuah kata dalam bentuk kata perintah. Berasal dari akar kata قرّ – القرار (ada pula ulama tafsir yang menyebutkan asal katanya الوقار), artinya: tinggal, diam, atau menetap. Kemudian ada tambahan huruf ن. Disebut dengan nun niswah, sebagai ciri kata perintah (fi’il amr) yang ditujukan untuk perempuan dalam jumlah banyak.

Sehingga, terjemahan yang benar dari kata وقرن adalah dan tetap tinggallah kalian (para perempuan) atau dan menetaplah kalian (para perempuan).

Baca juga: Virus Corona Menyebar, Adakah Hadits Doa Terhindar dari Wabah Penyakit?

Sementara, istilah Corona  pada virus corona atau dikenal dengan istilah covid-19, diambil dari bahasa Latin yang artinya Crown. Dalam bahasa Indonesia artinya mahkota. Disebut Corona karena bentuknya yang mirip mahkota jika dilihat melalui mikroskop.

Bentuk mahkota ini ditandai oleh adanya ‘Protein S’ yang berupa sepatu, sehingga dinamakan Spike Protein, yang tersebar di sekeliling permukaan virus.

Jadi sama sekali tidak ada kaitan antara arti Corona yang sesungguhnya, dengan arti waqarna dalam surat al-Ahzab ayat 33, apalagi hanya dicomot tiga huruf terakhir, qarna, dan membuang huruf و yang artinya adalah tanduk–atau diucap qarana yang berarti menghubungkan, mengaitkan, atau menggabungkan.

 

Stop Share Broadcast Arti Corona dalam al-Quran, ya!

Pada kesimpulannya, broadcast yang tersebar terkait Arti Corona dalam al-Quran mengandung pemahaman yang keliru. Bahkan fatal.

Oleh sebab itu, tidak boleh membagikan ulang atau share broadcast itu kepada orang lain karena dapat menimbulkan kekeliruan pemahaman pada orang lain.

Selain juga, menyebarkan informasi dusta hukumnya adalah haram.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Baca juga: Langkanya Kejujuran di Tahun-tahun Kebohongan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barang siapa menyeru kepada petunjuk, ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa menyeru kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, stop share broadcast Arti Corona dalam al-Quran sekarang juga. Mari berusaha jadi muslim yang baik. Mulai dari diri sendiri. Wallahu a’lam (Sodiq Fajar/dakwah.id)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.