Informasi Keislaman Terlengkap dan Terpercaya

Menghafal Al-Quran dan Murajaah Hingga Tingkatan Mutqin? Begini Trik dari Imam Masjid Nabawi

104

Allah ‘Azza wa Jalla telah menjadikan Al-Quran untuk mudah diingat. Kepastian dari Allah ‘Azza wa Jalla tersebut menjadi motivasi dahsyat bagi umat Islam untuk semangat dalam menghafal al-Quran. Para orang tua pun selalu mendambakan sosok buah hati yang memiliki hafalan seluruh isi al-Quran yang tersimpan dalam hati dan pikiran mereka.

Beberapa tahun terakhir, menghafal al-Quran menjadi trend anak muda di negara ini. Trend tersebut ditandai dengan meningkatnya jumlah peminat menghafal al-Quran yang diiringi dengan meningkatnya jumlah pondok pesantren tahfidz hampir di seluruh wilayah Indonesia yang didominasi oleh penduduk muslim. Bahkan, beberapa kali sempat digelar perhelatan akbar tahfidz al-Quran yang dihadiri oleh ribuan para penghafal al-Quran.

Tiap-tiap pondok pesantren tahfidz memiliki metode khas tersendiri dalam proses menghafal al-Quran. Masing-masing pondok pesantren tahfidz berjuang dengan gigih untuk mewujudkan cita-citanya mencetak generasi Qur’ani; pemuda-pemuda Islam yang kemana-mana membawa al-Quran di hati dan pikirannya.

Bagi anda yang belum diberi kesempatan oleh Allah ‘Azza wa Jalla untuk nyantri di pondok tahfidz dalam hitungan tahun, ada acara lain untuk menghafal al-Quran, yaitu dengan mengikuti daurah singkat tahfidz al-Quran yang akhir-akhir ini sudah mulai marak diselenggarakan.

Rata-rata panitia mengadakan daurah singkat menghafal al-Quran selama 30 hari, 40 hari, atau ada juga yang 60 hari. Dalam daurah tersebut, peserta akan dipandu untuk menghafal al-Quran 30 juz dalam waktu yang relatif lebih singkat dari pesantren tahfidz yang ada.

Bagi anda yang sudah terlanjur tercebur dalam kegiatan rutinitas sehari-hari yang baku sehingga sulit untuk meluangkan waktu untuk mengikuti daurah menghafal al-Quran, ada metode menarik yang ditawarkan oleh Syaikh Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim.

Syaikh Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim adalah salah satu Imam dan Khatib di Masjid Nabawi asy-Syarif kota Madinah. Beliau juga termasuk dalam anggota Lajnah Tahkim Musabaqah al-Quran al-Karim Internasional.

Baca Juga: Baca Al-Quran Tanpa Tahu Artinya, Apakah Tetap Dapat Pahala?

Dengan pengalaman yang beliau miliki, beliau menawarkan sebuah metode tahfidz yang cukup baik, efektif, tidak membutuhkan waktu banyak dalam sehari. Jika mau bersungguh-sungguh dalam menerapkan metode menghafal al-Quran ini, dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla akan dimudahkan.

Di antara kelebihan metode ini, para penghafal cukup menyediakan waktu pagi dan sore saja untuk duduk fokus menghafal al-Quran. Waktu sisanya bisa digunakan untuk beraktivitas, kecuali waktu yang digunakan untuk sesi murajaah. Meski demikian, metode ini tetap harus melibatkan orang lain sebagai guru atau partner yang akan menyimak dan mengislah hasil hafalan al-Quran.

Begini metode mengafal al-Quran yang beliau tawarkan.

dakwahid Menghafal Al-Quran dan Murajaah Hingga Tingkatan Mutqin? Begini Trik dari Imam Masjid Nabawi

11 Langkah Menghafal Al-Quran

Sebelum menuju ke teknis menghafal al-Quran yang mengolaborasi antara kegiatan menghafal dan kegiatan murajaah, perhatikan 11 langkah menghafal al-Quran berikut ini yang tersusun dalam satu rangkaian menghafal yang diaplikasikan dalam surat al-jumuah.

Pertama, bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Kedua, bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Ketiga, bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.

وَآَخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Keempat, bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali.

ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Kelima, bacalah seluruh empat ayat pertama tadi, ulangilah sebanyak 20 kali.

Keenam, bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Ketujuh, bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.

قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Kedelapan, bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

Kesembilan, bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Kesepuluh, bacalah ayat kelima hingga ayat kedelapan, dan ulangi sebanyak 20 kali.

Kesebelas, bacalah ayat pertama hingga ayat kedelapan, dan ulangi hingga 20 kali.

 

Cara di atas adalah satu rangkaian yang hendaknya anda praktekkan dalam menghafal al-Quran di setiap halamannya. Sebaiknya jangan menghafal lebih dari delapan ayat dalam satu hari agar hafalan tidak mudah hilang.

 

Jika Ingin Memulai Menghafal Al-Quran dengan Hafalan Baru di Hari Esok, Bagaimana Caranya?

Jika anda ingin menambah hafalan baru di hari berikutnya, sebelum anda memulai hafalan baru tersebut, bacalah hafalan anda dari awal hingga akhir ayat yang terakhir kali anda hafal. Ulangi sebanyak 20 kali. Baru setelah itu mulai menambah hafalan baru dengan metode yang telah disebutkan di atas.

Bagaimana Cara Merawat Tambahan Hafalan Bersamaan dengan Murajaah?

Pertama, yang harus diperhatikan adalah, jangan menghafal al-Quran tanpa disertai dengan murajaah. Sebab, jika anda meninggalkan murajaah, ketika anda telah menyelesaikan lembar demi lembar hafalan hingga selesai 30 juz, anda akan menemui kesulitan ketika akan kembali pada hafalan yang lama karena telah lupa lembaran-lembaran yang telah dihafal.

Metode yang paling bagus adalah dengan mengombinasikan antara aktivitas hafalan dengan aktivitas murajaah. bisa dengan cara membagi al-Quran menjadi tiga; tiap bagian terdiri dari sepersepuluh al-Quran (10 juz). Jika dalam satu hari bisa menghafal satu halaman, ulangilah empat halaman terakhir yang telah dihafal sebanyak 20 kali hingga selesai hafalan 10 juz. Jika telah selesai menghafal 10 juz, berhenti dari aktivitas menghafal selama satu bulan. Waktu satu bulan tersebut gunakanlah untuk murajaah, per hari delapan halaman.

Baca Juga: Doa Setelah Membaca Al-Quran itu Apakah Ada Tuntunannya dalam Sunnah Nabi?

Kedua, setelah selesai waktu satu bulan murajaah, silakan mulai kembali hafalan baru dengan hafalan sehari satu atau dua halaman, sesuai kemampuan. Bersamaan dengan aktivitas menghafal tersebut, lakukan murajaah delapan halaman per hari. Demikian seterusnya hingga selesai hafalan 20 juz. Lalu libur menghafal selama dua bulan. Gunakan waktu dua bulan tersebut untuk murajaah. Jika telah selesai, lanjutkan hafalan baru hingga selesai 30 juz.

Ketiga, jika telah selesai hafalan 30 juz, lakukan murajaah untuk 10 juz pertama selama satu bulan. Dengan intensitas per hari setengah juz. Selesai satu bulan tersebut, lanjutkan dengan melakukan murajaah 20 juz sekaligus. Setiap hari setengah juz ditambah delapan halaman dari sepuluh juz pertama.  Selesai itu, beralihlah untuk murajaah sepuluh juz terakhir selama satu bulan. Setiap hari setengah juz ditambah delapan halaman dari sepuluh juz pertama, dan delaman halaman dari sepuluh juz kedua.

 

Bagaimana Cara Melakukan Murajaah Seluruh al-Quran Jika Telah Menyelesaikan Proses Murajaah di atas?

Untuk melakukan murajaah seluruh al-Quran, mulailah dengan melakukan murajaah sebanyak 2 juz per hari dengan mengulangnya sebanyak tiga kali. Sehingga, dalam dua pekan anda telah menyelesaikan murajaah al-Quran seluruhnya.

Dengan metode ini, dalam waktu satu tahun Insya Allah anda telah menghafal al-Quran secara Itqan. Lakukan metode murajaah ini dalam satu tahun penuh.

 

Apa yang Harus Saya Lakukan Setelah Selesai Satu Tahun Penuh Menghafal al-Quran?

Setelah selesai satu tahun menghafal dan murajaah hafalan al-Quran, buatlah jadwal harian untuk menyelesaikan membaca al-Quran (dengan hafalan) sampai akhir hayat, sebagaimana Nabi juga telah menjadwalkan untuk menyelesaikan bacaan al-Quran selama tujuh hari. Setiap tujuh hari selesai membaca al-Quran.

Aus bin Hudzaifah mengatakan, “Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كيف تحزبون القرآن؟ قالوا: ثلاث سور، وخمس سور، وسبع سور، وتسع سور، وإحدى عشر سورة، وحزب المفصل من قاف حتى يختم

Bagaimana cara kalian menjadwalkan membaca al-Quran? Mereka menjawab, “Tiga surat, Lima surat, Tujuh surat, Sembilan surat, sebelas surat, dan hizb mufashshal dari surat Qaf hingga akhir.” (HR. Ahmad)

Hari pertama, al-Fatihah – akhir surat an-Nisa’

Hari kedua, al-Maidah – akhir surat At-taubah

Hari ketiga, Yunus – akhir surat an-Nahl

Hari keempat, al-isra’ – akhir surat al-Furqan

Hari kelima, asy-Syuara – akhir surat Yasin

Hari keenam, ash-Shafat – akhir surat al-Hujurat

Hari ketujuh, Qaf –  akhir surat an-Nas

 

Metode hizib Nabi ini dipolakan oleh para ulama dengan istilah فمي بشوق

Setiap huruf dari dua kalimat itu adalah awal hizib Nabi dalam setiap hari.

ف            : الفاتحة

م              : المائدة

ي             : يونس

ب            : بني إسرائيل / الإسراء

ش            : الشعراء

و              : والصافات

ق             : سورة ق

Adapun pembagian hizib yang ada sekarang ini adalah pembagian hizib versi al-Hajjaj bin Yusuf

 

Bagaimana Cara Membedakan antar Ayat Mutasyabihat dalam Menghafal Al-Quran dan Murajaah?

Cara yang terbaik ketika menemui ayat mutasyabih adalah dengan membuka mushaf. Lihatlah kedua ayat tersebut, kemudian amati apa perbedaan antara keduanya. Bayangkan, dan buatlah ketentuan sendiri untuk menandai perbedaan tersebut. Di tengah-tengah murajaah, beri penekanan pada titik mutasyabihat tersebut hingga anda merasa peka terhadap perbedaan mutasyabihat tersebut.

Baca Juga: Wudhu Anda Sudah Benar? Mari Cek di Sini

 

Catatan Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Proses Menghafal Al-Quran

  1. Proses menghafal al-Quran harus dilakukan di depan seorang guru, sebagai pengislah jika ada kesalahan bacaan.
  2. Hafalkan dalam sehari dua halaman saja. Satu halaman setelah Shubuh, satu halaman setelah Ashar atau setelah Maghrib. Dengan metode ini anda akan menyelesaikan seluruh hafalan al-Quran sampai pada tingkatan mutqin selama satu tahun. Jika anda menambah jumlah hafalan dalam satu hari lebih dari ketentuan itu, dikhawatirkan kualitas hafalan semakin lemah dan mudah lupa.
  3. Hendaknya mulai menghafal dari surat an-Nas sampai surat al-Baqarah. Itu akan lebih memudahkan. Setelah selesai menghafal seluruh 30 juz, baru mulai murajaah dari surat al-Baqarah hingga an-Nas.
  4. Sebaiknya selama menghafal hanya menggunakan satu mushaf saja hingga seluruh hafalan selesai. Ini akan sangat membantu dan memudahkan dalam proses mengingat, terutama tentang tempat-tempat ayat dan tanda akhir halaman.
  5. Orang yang menghafal al-Quran akan banyak menjumpai kelupaan ayat pada dua tahun pertama proses menghafal. Ini disebut fase pengumpulan (Marhalah Tajmi’). Tak perlu bersedih akan lupa atau kekeliruan hafalan. Memang ini adalah fase yang cukup sulit. Setan akan memainkan perannya untuk menggoda para penghafal al-Quran di tahun-tahun ini dengan target mengalihkan para penghafal dari aktivitas menghafal al-Quran. Tetap jaga semangat dan terus lanjutkan hafalannya.

 

Metode ini membutuhkan waktu lama karena menyesuaikan dengan waktu aktivitas harian, sehingga butuh kesabaran ekstra utnuk bisa selesai menghafal al-Quran 30 juz. Meski demikian, dengan metode yang mengolaborasikan antara aktivitas menghafal al-Quran dan aktivitas murajaah, diharapkan akan menghasilkan kualitas hafalan yang lebih baik dan lebih kuat (mutqin). Kita berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla semoga kita semua dimudahkan oleh-Nya dalam menghafal al-Quran, mempelajari maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan, Amin. Wallahu a’lam (Diambil dari tulisan syaikh Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim di https://ar.Islamway.net/Shodiq/dakwah.id)