Informasi Keislaman Terlengkap dan Terpercaya

Doa Setelah Membaca Al-Quran itu Apakah Ada Tuntunannya dalam Sunnah Nabi?

4,900

Doa adalah senjata seorang Muslim. Dalam setiap aktivitas, diajurkan untuk mengawalinya dengan doa dan mengakhirinya dengan doa pula. Jika sebelum membaca al-Quran doanya dengan isti’adzah dan basmalah, lalu apa doa setelah membaca al-Quran yang semestinya dibaca?

Secara umum, berdoa itu boleh saja menggunakan lafadz sendiri sesuai dengan apa yang diinginkan dari Allah ‘Azza wa Jalla. Namun, ketika sebuah doa dikaitkan dengan sebuah aktivitas tertentu, atau amal ibadah tertentu, atau peristiwa tertentu, maka hendaknya merujuk kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, adakah contoh ataupun pesan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait dengan teks bacaan doanya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ اْلآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Baca juga: Sunnah-Sunnah Sebelum Ifthar/Buka Puasa

Dalam ayat lain Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)

Terkait dengan doa setelah membaca al-Quran, terdapat sebuah hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha,

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ : مَا جَلَسَ رَسُولُ اللهِ  مَجْلِسًا قَطُّ، وَلاَ تَلاَ قُرْآناً، وَلاَ صَلَّى صَلاَةً إِلاَّ خَتَمَ ذَلِكَ بِكَلِمَاتٍ، قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَاكَ مَا تَجْلِسُ مَجْلِساً، وَلاَ تَتْلُو قُرْآنًا، وَلاَ تُصَلِّي صَلاَةً إِلاَّ خَتَمْتَ بِهَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ ؟

((قَالَ: (( نَعَمْ، مَنْ قَالَ خَيْراً خُتِمَ لَهُ طَابَعٌ عَلَى ذَلِكَ الْخَيْرِ، وَمَنْ قَالَ شَرّاً كُنَّ لَهُ كَفَّارَةً: سُبْحَانَكَ [اللَّهُمَّ] وَبِحَمْدِكَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ))

Dari Aisyah beliau berkata, “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di suatu tempat atau membaca al-Qur’an ataupun melaksanakan shalat, kecuali beliau akhiri dengan membaca beberapa kalimat.” Akupun bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, tidaklah anda duduk di suatu tempat, membaca al-Qur’an, ataupun mengerjakan shalat melainkan anda akhiri dengan beberapa kalimat?

Jawaban beliau, “Betul, barang siapa yang mengucapkan kebaikan maka dengan kalimat tersebut amal tadi akan dipatri dengan kebaikan. Barang siapa yang mengucapkan kejelekan maka kalimat tersebut berfungsi untuk menghapus dosa. Itulah ucapan Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika. ” (HR. An-Nasa-i dalam as-Sunan al-Kubra, no. 10067, 9/123, dan Ath-Thabarani dalam Ad-Du’a, no. 1912. As-Sam’ani dalam Adabul Ilma’ wal Istimla’, 75. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, “Sanadnya shahih.” An-Nukat, 2/733)

Baca juga: Bagaimana Cara Meyakinkan Diri Tentang Keselamatan?

Hadits di atas mengandung banyak faedah. Salah satunya adalah doa setelah membaca al-Quran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan, seusai membaca hendaknya membaca doa,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika.

Artinya, “Maha suci Engkau dan pujian kepada-Mu, Tidak ada sesembahan yang berhak di sembah kecuali Engkau, aku meminta ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha inilah yang dinilai sebagai dalil paling kuat terkait dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang doa setelah membaca al-Quran. Wallahu a’lam. [M. Shodiq/dakwah.id]