Kumpulan Kitab Tafsir Terpopuler Klasik dan Kontemporer

0 379

Ada berapa nama kitab tafsir yang Anda hafal?

Coba saya tebak. Jawabannya kemungkinan besar hanya satu. Tafsir Ibnu Katsir. Atau Tafsir Jalalain.

Jika Anda tahu lebih dari itu, mungkin Anda adalah seorang ustadz atau santri. Atau mungkin juga Anda rajin ikut pengajian atau sering menyimak kajian dan tausiah melalui internet.

Memang begitulah faktanya.

Banyak saudara-saudara kita, atau bahkan mungkin kita sendiri, tidak begitu mengenal kitab tafsir. Mengenal namanya saja tidak, apalagi paham isinya.

Ini menjadi PR bersama, terutama para ustadz, mubaligh, dai, dan penggerak dakwah yang aktif dalam kegiatan mengedukasi masyarakat tentang ilmu agama Islam.

 

Alasan Kenapa Perlu Mengenal Nama-nama Kitab Tafsir dan Penulisnya

Isi kandungan al-Quran hanya dapat diamalkan jika memahami makna ayatnya.

Memahami makna ayat al-Quran yang benar hanya dapat ditempuh dengan jalan memelajari bagaimana pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Merekalah generasi pertama yang mendapatkan penjelasan kandungan al-Quran dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara langsung.

Penjelasan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut secara otentik hanya diwarisi oleh orang-orang shalih generasi berikutnya. Yakni generasi tabi’in.

Demikian seterusnya hingga akhirnya pemahaman yang benar terhadap makna al-Quran hanya dapat dijumpai dengan jalan periwayatan.

Kemudian, ketika era pembukuan ilmu tiba, para ulama yang memiliki riwayat keilmuan tentang tafsir al-Quran mulai menuliskannya dalam lembaran-lembaran.

Terwujudlah kitab yang khusus mendokumentasikan tafsir al-Quran.

Manusia pada zaman sekarang hanya dapat menggali pemahaman yang benar terhadap makna ayat-ayat al-Quran dari kitab-kitab tafsir al-Quran tersebut.

Inilah alasan utama kenapa seorang muslim perlu mengenal nama-nama kitab tafsir dan penulisnya. Tentu saja yang lebih penting lagi adalah memelajari isinya.

Bagi para penuntut ilmu syar’i, terutama bidang al-Quran dan tafsir, mengetahui nama dan penulis kitab tafsir adalah sebuah wawasan yang wajib. Dengan mengetahui nama, penulis, serta kandungan global buku tafsir, penuntut ilmu syar’i di bidang al-Quran dan tafsir akan menjadi mudah dari mana ia harus memulai proses belajarnya.

isi buku tafsir-dakwah.id
Ilustrasi: Freepik

Isi Kitab Tafsir itu Apa Saja, Sih?

Jika Anda membaca kitab tafsir, Anda akan mendapati penjelasan para ulama ahli tafsir tentang makna yang terkandung dalam tiap ayat-ayat al-Quran.

Terkait metode tafsir ayatnya, masing-masing ulama ahli tafsir memiliki metode tersendiri.

Ada dua metode tafsir ayat menurut Syaikh Manna’ al-Qathan dalam tulisannya yang berjudul Mabahits fi ‘Ulum al-Quran (347-353).

Pertama, metode tafsir bil ma’tsur.

Metode tafsir bil ma’tsur adalah metode tafsir ayat dengan berpedoman pada sumber atau dalil yang shahih.

Menafsirkan ayat dengan menggunakan penjelasan ayat yang lain, atau menggunakan penjelasan dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, atau menggunakan penjelasan para sahabat, atau penjelasan para tabi’in senior, adalah bentuk metode tafsir bil ma’tsur.

Ini adalah metode tafsir ayat terbaik dan paling shahih.

Setiap muslim wajib untuk mengambil hasil penafsiran dengan metode tafsir bil ma’tsur.

 

Kedua, metode tafsir bi ar-Ra’yi

Metode tafsir bi ar-Ra’yi adalah metode tafsir ayat dengan berpedoman pada hasil pikir, pemahaman, atau istinbat seseorang dengan hanya mengandalkan ra’yu atau akalnya saja.

Menafsirkan ayat dengan hanya mengandalkan akalnya saja (ra’yun mujarrad) tanpa landasan syar’i, maka ini hukumnya haram. Hasil penafsirannya tak boleh diamalkan.

Metode tafsir bi ar-Ra’yi hanya boleh dilakukan oleh ulama yang memiliki kompetensi; menguasai bahasa Arab meliputi nahwu, sharaf, dan balaghah, menguasai ilmu nasikh-mansukh, menguasai ilmu asbab nuzul ayat atau surat, menguasai hadits, dan menguasai ushul fikih.

Selain itu, juga harus dipastikan kualitas ketakwaannya. Karena orang yang takwanya berkualitas, ia tidak akan sembarangan dalam menafsirkan al-Quran lantara rasa takutnya kepada Allah ‘azza wajalla begitu kuat.

Kembali ke isi kitab tafsir.

Selain penjelasan tafsir ayat, pembaca juga akan menjumpai penjelasan ayat dari sisi bahasanya: nahwu, sharaf, dan balaghah.

Beberapa buku tafsir juga mencantumkan syair-syair arab yang terkait dengan ayat yang sedang dijelaskan maknanya.

Dalam sebagian kitab tafsir kontemporer, penulis kitab menambahkan hikmah atau faedah yang terkandung dalam ayat.

 

2 Jenis Kitab Tafsir Berdasarkan Metode Penafsirannya

Adanya perbedaan metode penafsiran, Tafsir bil ma’tsur dan tafsir bi ar-ra’yi, berpengaruh pada model klasifikasi jenis kitabnya. Pertama kitab tafsir bil ma’tsur. Kedua, kitab tafsir bi ar-Ra’yi.

 

Jenis kitab tafsir bil ma’tsur antara lain:

TAFSIR ATH-THABARI

Kitab ini memiliki judul asli Jami al-Bayan ‘an Ta’wil al-Quran. Ditulis oleh Ibnu Jarir ath-Thabari atau lebih populer dengan julukan Imam ath-Thabari.

TAFSIR BAHRUL ULUM

Tafsir Bahrul Ulum ditulis oleh Nashr bin Muhammad as-Samarqandi.

TAFSIR AL-BAGHAWI

Tafsir Ma’alim at-Tanzil ditulis oleh Abu Muhammad al-Hasan bin Mas’ud al-Baghawi. Kitab ini populer dengan sebutan tafsir al-Baghawi.

TAFSIR AL-MUHARRAR

Nama lengkap kitab ini adalah Al-Muharrar al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-‘Aziz. Kitab ini ditulis oleh Abu Muhammad Abdul Haq bin Ghalib bin ‘Athiyah.

TAFSIR AL-QUR’AN AL-AZHIM

Tafsir al-Quran al-Azhim mungkin agak akrab di kalangan kaum muslimin. Kitab ini ditulis oleh Abu al-Fida’ Ismail bin Umar Ibnu Katsir. Kitab ini lebih populer dengan sebutan tafsir Ibnu Katsir.

TAFSIR ATS-TSA’LABI

Disebut dengan Tafsir ats-Tsa’labi karena ditulis oleh Abu Zaid Abdurrahman bin Muhammad ats-Tsa’labi. Nama asli kitab ini adalah Al-Jawahir al-Hisan fi Tafsir al-Quran.

TAFSIR AD-DUR AL-MANTSUR

Tafsir Ad-Dur al-Matsur fi at-Tafsir bi al-Ma’tsur ini ditulis oleh Al-Hafidz Jalaluddin bin Abi Bakr Abdurrahman as-Suyuthi. Selain menulis kitab Ad-Dur al-Mantsur, beliau juga memiliki tulisan dalam ilmu al-Quran.

TAFSIR FATHUL QADIR

Kitab ini memiliki judul lengkap Fathul Qadir, Al-Jami’ baina Fannai ar-Riwayah wa ad-Dirayah min ‘Ilmi at-Tafsir. Ditulis oleh Muhammad bin Ali asy-Syaukani yang dikenal dengan julukan Imam Asy-Syaukani. Kitab ini mencakup tafsir bil ma’tsur dan tafsir bi ar-Ra’yi sekaligus.

TAFSIR ADHWA’ AL-BAYAN

Tafsir Adhwa’ al-Bayan memiliki judul lengkap Adhwa’ al-Bayan fi Idhah al-Quran bi al-Quran. Kitab ini ditulis oleh Syaikh Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar asy-Syinqithi.

 

Jenis kitab tafsir bi ar-Ra’yi antara lain:

TAFSIR AR-RAZI

Judul lengkap kitab ini adalah Mafatih al-Ghaib. Sesuai dengan nama populernya, kitab ini ditulis oleh Fakhruddin ar-Razi.

TAFSIR AL-BAIDHAWI

Ini adalah kitab tafsir karya Al-Qadhi Abdullah bin Umar al-Baidhawi. Judul lengkap kitabnya adalah Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil.

TAFSIR AN-NASAFI

Kitab ini penulisnya adalah Abu al-Barakat Abdullah bin Ahmad an-Nasafi. Judul lengkap kitabnya adalah Madarik at-Tanzil wa Haqaiq at-Ta’wil.

TAFSIR AL-KHAZIN

Judul lengkap kitab ini adalah Lubab at-Ta’wil fi Ma’ani at-Tanzil. Ditulis oleh ‘Alauddin Ali bin Muhammad al-Khazin.

TAFSIR BAHRUL MUHITH

Judul kitab ini hanya dua kata; Bahrul Muhith. Penulisnya Muhammad bin Yusuf. Populer dengan julukan Imam Abi Hayyan.

TAFSIR GHARAIB AL-QURAN

Tafsir Gharaib al-Quran wa Raghaib al-Furqan ini ditulis oleh imam An-Naisaburi yang memiliki nama lengkap Nizhamuddin bin al-Hasan an-Naisaburi.

Kitab Tafsir Maani al quran wa i'rabuhu karya az zujaj-dakwah.id

 

4 Kitab Tafsir Induk Paling Tua

Setidaknya ada empat kitab tafsir induk yang menjadi rujukan utama para ulama tafsir generasi berikutnya dalam penyusunan kitab mereka di bidang tafsir al-Quran.

Pertama, Tafsir Ma’ani al-Quran.

Kitab ini ditulis oleh Imam Abu Zakaria Yahya bin Ziyad al-Farra’. Populer dengan nama imam Al-Farra’. Beliau meninggal pada tahun 207 Hijriyah.

Tafsir Ma’ani al-Quran pernah diterbitkan oleh Dar ‘Alim al-Kutub dalam tiga Jilid. Cetakan ke-3 diterbitkan pada tahun 1403 Hijriyah bertepatan tahun 1983 Masehi.

Kitab tafsir Ma’ani al-Quran versi PDF dapat diunduh dengan KLIK LINK INI.

 

Kedua, kitab Majaz al-Quran

Kitab Majaz al-Quran ditulis oleh Abu Ubaidah Ma’mar bin al-Mutsanna at-Taimi al-Bashri. Beliau meninggal pada tahun 209 Hijriyah.

Kitab Majaz al-Quran karya Abu Ubaidah Ma’mar bin al-Mutsanna ini menjelaskan gaya bahasa Arab yang digunakan dalam al-Quran.

Kitab ini disusun atas dasar kegelisahan penulis terhadap kondisi kaum muslim baik Arab maupun non-Arab yang tidak mampu memahami makna bahasa al-Quran secara langsung.

Lain halnya dengan kondisi para sahabat yang memiliki kemampuan untuk langsung dapat memahami tiap kata dalam al-Quran.

Kitab tafsir yang disusun oleh ulama ahli bahasa yang tercatat memiliki 200-an karya tulis ini termasuk rujukan utama seorang Imamul Mufassirin, Imam ath-Thabari, dalam proses penyusunan kitabnya yang sangat fenomenal, Tafsir ath-Thabari. (Majaz al-Quran, Abu Ubaidah Ma’mar bin al-Mutsanna, 17)

Muhammad Fuad Sezgin (1924-2018 M)—dalam ejaan Turki: Fuat Sezgin—adalah salah seorang peneliti manuskrip berkebangsaan Turki yang pernah melakukan tahkik cukup mendalam terhadap kitab tafsir Majaz al-Quran.

Anda dapat mengunduh kitab Majaz al-Quran versi PDF dengan KLIK LINK INI.

 

Ketiga, Tafsir Ma’ani al-Quran wa I’rabuhu

Kitab ini Ma’ani al-Quran wa I’rabuhu ditulis oleh Abu Ishaq Ibrahim bin as-Sarri az-Zujaj.

Kitab yang ditulis oleh ulama ahli tafsir yang meninggal pada tahun 311 Hijriyah ini pernah dicetak oleh penerbit ‘Alimul Kutub, Beirut. Cetakan pertama diluncurkan pada tahun 1988 Masehi.

Imam az-Zamakhsyari banyak menyerap kitab ini sebagai bahan untuk menyusun kitab tafsirnya, Tafsir az-Zamakhsyari.

Kitab Ma’ani al-Quran wa I’rabuhu versi PDF dapat diunduh dengan KLIK LINK INI.

 

Keempat, Tafsir Muqatil bin Sulaiman

Menurut beberapa peneliti, Tafsir Muqatil bin Sulaiman adalah kitab tafsir induk pertama yang ditulis secara utuh dan lengkap.

Imam asy-Syafi’i memberi kesaksian tentang kitab ini dalam pernyataannya,

اَلنَّاسُ فِي التَّفْسِيْرِ عِيَالٌ عَلَى مُقَاتِلِ بْنِ سُلَيْمَانَ

Para ulama dalam hal penafsiran merujuk kepada Muqatil bin Sulaiman.” (Tarikh Damsyiq, Ibnu Asakir, 60/116)

Penulis kitab ini adalah Abu al-Hasan Muqatil bin Sulaiman bin Basyir al-Azdi al-Balkhi.

Versi teranyar dari kitab ini diterbitkan oleh Dar Ihya at-Turats pada tahun 2002 Masehi. Dicetak dalam 5 jilid yang disempurnakan dengan tahkik oleh Abdullah Mahmud Syahatah.

Imam al-Wahidi banyak mengambil faedah dari kitab yang cukup tua ini dalam kitab tafsir yang disusunnya, Tafsir al-Basith.

Kitab Muqatil bin Sulaiman versi PDF dapat diunduh dengan KLIK LINK INI.

 

Nama-nama Kitab Tafsir di Indonesia Karya Ulama Nusantara

Tahukah Anda bahwa ada ulama Nusantara yang berhasil melahirkan karya besar berupa kitab tafsir al-Quran?

Dalam lembaran sejarah, ditemukan sebuah catatan bahwa penulisan tafsir al-Quran oleh ulama Nusantara telah dimulai sejak pertengahan abad ke-17 Masehi.

Ulama Nusantara pertama yang menulis kitab di bidang tafsir di abad itu adalah Syaikh Abdur Rauf al-Fanshuri as-Singkili. Syaikh Abdur Rauf berasal dari daerah Singkil, Aceh.

Beliau mengawali perjalanan ilmunya di kampung, kemudian dilanjutkan di kota Madinah al-Munawarah. Beliau wafat pada tahun 1693 M.

Beliau termasuk jajaran tokoh yang menyebarkan paham Tarekat Syattariyah di wilayah Nusantara.

Kitab tafsir karya Syaikh Abdur Rauf as-Singkili ini berjudul Turjuman al-Mustafid. Kitab ini ditulis dalam bahasa melayu.

Secara komposisi, kitab yang ditulis oleh ulama Aceh ini secara garis besar merupakan serapan dari kitab tafsir Al-Baidhawi.

Lebih tepatnya, kitab ini disusun menggunakan rujukan utama beberapa kitab tafsir; Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Baidhawi, dan Tafsir Al-Khazin. (Kitab Kuning: Books In Arabic Script Used In The Pesantren Milieu, Martin Van Bruinessen, 29)

Kemudian penulisan kitab tafsir oleh ulama Nusantara berlanjut pada masa kematangan ilmu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi (Bukan Imam an-Nawawi pensyarh kitab Shahih Muslim).

Nama lengkap beliau adalah Abu Abdil Mu’thi Muhammad Nawawi at-Tanari al-Bantani al-Jawi. Syaikh Nawawi al-Bantani lahir pada tahun 1813 Masehi dan wafat pada tahun 1897 Masehi di usianya yang ke-84 tahun.

Ulama Nusantara kelahiran Banten ini menulis kitab tafsir yang berjudul At-Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau dalam versi pertamanya berjudul Marah Labid li Kasyfi Ma’na Quran Majid.

Kitab tafsir yang selesai ditulis pada malam Rabu, 5 Rabiul Awal 1305 Hijriyah ini merujuk pada beberapa kitab tafsir induk seperti Al-Futuhat al-Ilahiyah, Mafatih al-Ghaib, as-Siraj al-Munir, Tanwir al-Miqbas, dan Tafsir Abi Sa’ud. (Marah Labid li Kasyfi Ma’na Quran Majid, Syaikh Nawawi al-Bantani, 1/5)

Setelah itu, Syaikh Muhammad Shalih Darat as-Samarani, seorang ulama Nusantara kelahiran Kedung Cumpleng, Jepara juga menulis kitab tafsir. Judul kitabnya Faidhu ar-Rahman.

Syaikh Muhammad Shalih Darat adalah sosok ulama Nusantara yang lahir pada tahun 1820 Masehi dan meninggal pada tahun 1903 Masehi. (Ensiklopedi Ulama Nusantara, H. M. Bibit Suprapto, 597)

Beliau adalah putra dari al-Hajj Umar, seorang alim Nusantara yang gigih membersamai pangeran Diponegoro dalam pertempuran melawan penjajah Belanda waktu itu.

Tafsir Faidhu ar-Rahman ini terbilang sangat unik. Pasalnya, kitab tafsir yang menitikberatkan kontennya pada terjemah makna al-Quran ini ditulis dalam bahasa Jawa, namun menggunakan huruf Arab. Gaya penulisan ini dikenal dengan istilah Arab Pegon.

Kitab tafsir yang ditulis oleh Ulama Semarang ini dinobatkan sebagai kitab tafsir pertama di Nusantara yang ditulis dengan gaya Arab Pegon.

Naskah pertama kitab Faidhu ar-Rahman karya guru dari Kyai Hasyim Asy’ari (pendiri NU) Kyai Mahfudz (Pendiri Pondok Pesantren Termas), dan Kyai Ahmad Dahlan ini dihadiahkan kepada Raden Ajeng Kartini yang juga menjadi muridnya waktu itu. (Ensiklopedi Ulama Nusantara, H. M. Bibit Suprapto, 598)

Selain tiga kitab di atas, masih ada beberapa kitab tafsir lain yang ditulis oleh ulama Nusantara.

Tafsir Al-Furqan, Tafsir al-Quran al-Karim karya Syaikh Ahmad Hasan Bandung (1928 M), Tafsir al-Quran karya Mahmud Yunus (1935 M), Tafsir an-Nuur dan Tafsir al-bayan karya Hasbi ash-Shidqi (1956 M).

Ada pula Tafsir al-Quran al-Karim karya Ustadz Halim Hasan (1955 M), Al-Ibriz li Ma’rifati al-Quran karya Kyai Bishri Musthafa (1960 M), Tafsir Raudhatul irfan fi Ma’rifati al-Quran karya Ahmad Sanusi, Tafsir al-Azhar karya Abdul Malik Abdul Karim Amrullah atau populer dengan julukan HAMKA, dan lain sebagainya.

Kitab Tafsir Faidhu ar Rahman Muhammad Shalih Daarat1-dakwah.id

4 Kitab Tafsir Klasik yang Mendunia

Di antara sekian banyak kitab tafsir yang ada dan dicetak hingga saat ini, ada beberapa kitab  yang popularitasnya cukup mendunia.

Pertama, Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ibnu Katsir adalah kitab tafsir yang sangat terkenal. Hampir di tiap negara ada tafsir Ibnu Katsir.

Tafsir Ibnu Katsir merupakan rujukan utama, terbaik, dan paling penting dalam bidang tafsir dan ilmu al-Quran.

Kenapa demikian? Karena Imam Ibnu Katsir menerapkan metode tafsir yang mendahulukan tafsir ayat dengan ayat, tafsir ayat dengan hadits, dan tafsir ayat dengan tafsir sahabat, kemudian tafsir ayat dengan kisah berhikmah.

Metode penafsiran seperti inilah yang pada akhirnya menjadi metode penafsiran yang digunakan oleh banyak ulama tafsir generasi berikutnya.

Nama lengkap penulis tafsir Ibnu Katsir adalah Abu Fida Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasyi ad-Dimasyqi al-Hafidz al-Muhaddits asy-Syafi’i. Populer dengan nama Imam Ibnu Katsir. Beliau wafat tahun 774 Hijriyah.

Entah sudah berapa ribu kali dan berapa banyak penerbit yang mencetak kitab yang sangat terkenal ini.

Oleh karena itu, banyak ulama yang merekomendasikan kepada kaum muslimin untuk memiliki dan mempelajari tafsir Ibnu Katsir.

Saat ini, telah banyak kitab tafsir Ibnu Katsir terjemah Indonesia.

Bahkan, ada pula yang menerbitkan terjemah ringkasan tafsir Ibnu Katsir yang diterjemah dari kitab Taisir ‘Aliy al-Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibni Katsir karya Muhammad Nasib ar-Rifa’i. Cetakan versi bahasa Arab ada 3 jilid.

Selain itu, ada pula terjemah tafsir Ibnu Katsir versi pemilahan riwayat shahih dengan judul Shahih Tafsir Ibnu Katsir.

Buku terjemah tafsir Ibnu Katsir ini diterjemah dari kitab berjudul  al-Misbah al-Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfury. Kitab versi PDF-nya bisa download DI SINI.

Tafsir Ibnu Katsir

Kedua, Tafsir Ath-Thabari

Nama asli kitab ini adalah Jami’ al-Bayan ‘an Tafsir Ayi al-Quran. lebih dikenal dengan nama kitab Tafsir ath-Thabari.

Kitab ini ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari. Lahir pada tahun 224 Hijriyah dan meninggal pada tahun 310 Hijriyah.

Keunikan buku ini terletak pada sistematika penulisannya. Kitab ini disusun dengan menyertakan pendapat para ahli tafsir dari kalangan salaf tiga generasi pertama; sahabat, tabi’in, dan tabi’it tabi’in.

Imam ath-Thabari menyebutkan pendapat-pendapat mereka lengkap dengan sanadnya. Kemudian beliau melakukan tarjih pendapat untuk menemukan pendapat yang menurut beliau paling kuat argumentasinya.

Hal ini menjadi unik karena tidak banyak ulama ahli tafsir yang memiliki kemampuan penguasaan terhadap sanad pendapat ulama salaf secara lengkap serta kemampuan dalam mentarjih pendapat mereka.

 

Ketiga, Tafsir al-Qurthubi

Tafsir al-Qurthubi ditulis oleh Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-Qurthubi. Populer dengan nama Imam al-Qurthubi.

Nama lengkap tafsir ini adalah Al-Jami’ li Ahkam al-Quran.

Tafsir al-Qurthubi adalah kitab tafsir yang cukup panjang. Pada cetakan Muasasah ar-Risalah, kitab ini terdiri dari 24 jilid.

Kitab ini lebih menitikberatkan pembahasannya pada tafsir ayat-ayat hukum.

Sistematikanya, penulis menyebutkan sebab turunnya ayat, model qiraat, penjelasan sisi bahasa dan i’rabnya, takhrij hadits, dan penjelasan lafal yang dianggap asing.

Beliau juga menyebutkan pendapat para ulama fikih dan pendapat ulama salaf dan khalaf. Selain itu, beliau juga memperkaya kitab ini dengan syair-syair Arab yang berkaitan.

Kitab ini sangat mendunia. Tafsir al-Qurthubi tergolong sebagai kitab induk di bidang tafsir. Oleh karena itu, hampir setiap perguruan tinggi Islam menggunakan tafsir al-Qurthubi ini sebagai salah satu referensi primer di fakultas al-Quran dan tafsir.

 

Keempat, Tafsir Jalalain

Jika Anda pernah menjadi santri salaf, tak mungkin jika tidak mengenal kitab tafsir Jalalain.

Kenapa disebut dengan Tafsir Jalalain (atau al-Jalalain)? Karena kitab ini ditulis oleh dua ulama tafsir yang sama-sama memiliki nama Jalaluddin, yakni Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaludin as-Suyuthi.

Imam Jalaluddin al-Mahalli yang pertama kali memulai penulisan Tafsir Jalalain. Berangkat dari keresahan fenomena merosotnya kemampuan dalam memahami bahasa Arab yang sesuai kaidah dan Dzauq aslinya akibat interaksi dengan bangsa lain seperti India, Turki, Persia dan lainnya, akhirnya beliau memutuskan untuk menulis kitab Jalalain ini.

Beliau memulai penulisannya dari surat al-Kahfi hingga surat an-Nas. Setelah itu beliau baru memulai dari surat al-Fatihah. Atas takdir Allah ‘azza wajalla, beliau meninggal sebelum merampungkan penulisan kitab tersebut.

Lalu banyak kalangan yang mendesak imam Jalaluddin as-Suyuthi untuk melanjutkan penulisan tafsir yang telah dimulai oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli.

Akhirnya, pada tahun 870 Hijriyah, beliau bersedia menyelesaikan penulisan Tafsir Jalalain yang telah dimulai oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli.

Di tangan imam as-Suyuthi, Tafsir Jalalain selesai dalam hitungan 40 hari. Dan saat itu usia beliau baru sekitar 22 tahun. Luar biasa!

Kelebihan Tafsir Jalalain yang paling dominan adalah ditafsirkan dengan metode Ijmali, menggunakan pendapat yang paling kuat menurut keduanya, dan menggunakan ungkapan yang sederhana, simpel, pendek, namun tetap padat makna.

Oleh karena itulah kitab Tafsir Jalalain ini banyak digunakan di pesantren-pesantren salaf di Indonesia.

 

10 Kitab Tafsir Ayat Ahkam

Selain jenis yang ada pada umumnya, ada jenis kitab tafsir yang khusus menjelaskan ayat-ayat yang mengandung hukum fikih.

Kitab ini biasa disebut dengan tafsir ayat ahkam atau tafsir ahkam al-Quran.

Kitab tafsir ayat ahkam jumlahnya ada banyak sekali. 10 di antaranya adalah:

Pertama, Kitab Ahkam al-Quran karya al-Jashash.

Kedua, Kitab Ahkam al-Quran karya al-Harras

Ketiga, Kitab Ahkam al-Quran karya Ibnul ‘Arabi

Keempat, Kitab Al-Jami’ li Ahkam al-Quran karya Imam al-Qurthubi

Kelima, Kitab Al-Iklil fi Istinbath at-Tanzil karya Imam as-Suyuti

Keenam, Tafsir Ayat al-Ahkam karya as-Sayus

Ketujuh, Tafsir Ayat al-Ahkam karya Syaikh Manna’ al-Qathan

Kedelapan, Tafsir Adhwa’ al-Bayan karya Syaikh Muhammad asy-Syinqithi

Kesembilan, Kitab Rawa’i’ al-Bayan Tafsir Ayat al-Ahkam karya Muhammad Ali ash-Shabuni

Kesepuluh, Kitab At-Tafsir wa al-Bayan Karya Syaikh Abdul Aziz bin Marzuq ath-Tharifi

 

Beberapa Kitab Tafsir Untuk Pemula

Bagi para pemula, tentu akan terasa berat jika langsung memelajari buku tafsir induk seperti tafsir ath-Thabari, tafsir al-Qurthubi, dan semisalnya.

Oleh karena itu, sebagian ulama merekomendasikan beberapa nama kitab tafsir yang paling mudah dipahami oleh umat Islam yang ingin mulai mendalami tafsir al-Quran.

 

TAFSIR AL-MUYASSAR

Al-Muyassar adalah kitab tafsir yang sangat simpel.

Kitab karangan tim yang dibentuk oleh raja Fahd, Saudi Arabia ini menggunakan bahasa Arab yang mudah dipahami, tidak terlalu rumit, sederhana, dan disertai penjelasan makna lafal ayat yang sekiranya agak sulit dipahami dengan instan.

Secara penampilan, pada tiap halamannya kitab ini menampilkan baris ayat sebagaimana susunan mushaf Madinah. Kemudian tafsir ayat diletakkan di sisi samping dan bawah area ayat.

Tata letak seperti ini akan sangat memudahkan pembaca. Pembaca dapat langsung merujuk pada penjelasan ayat setelah ayat tersebut dibaca tanpa harus berpindah halaman.

Jumlah halaman buku tafsir yang diterbitkan oleh percetakan Mujamma’ Malik Fahd ini hampir sama dengan mushaf Madinah. Sehingga sangat praktis untuk dibawa ke mana pun.

Tafsir al-Muyassar dapat diakses secara online DI SINI.

 

AL-MUKHTASHAR FI AT-TAFSIR

Kitab Al-Mukhtashar fi at-Tafsir ditulis oleh sekelompok ulama ahli tafsir. Kitab ini disusun menggunakan bahasa yang sangat menarik, mudah dipahami, tidak terlalu melebar, dan sarat makna.

Ada warna khusus untuk menandai istilah yang memiliki penekanan pada maknanya.

Kitab yang diterbitkan oleh Markaz Tafsir Liddirasat al-Qur’aniyah (Tafsir Center for Quranic Studies) ini disusun dengan memerhatikan kaidah penafsiran secara ketat.

Selain itu, kitab ini juga hanya menampilkan pendapat yang rajih menurut tim penyusun yang diolah dengan menggunakan kaidah-kaidah tarjih.

Di akhir tiap halaman selalu disertakan poin-poin penting dan faedah dari penjelasan tafsir di halaman tersebut.

Kitab Al-Mukhtashar fi at-Tafsir dalam versi cetaknya tersedia dalam berbagai ukuran yang memberikan kenyamanan bagi pembacanya. Kitab ini juga telah dicetak berulang kali.

Sangat menarik.

Baca juga: Goresan Api Fitnah dalam Lembaran Sejarah Islam

 

TAFSIR AS-SA’DI

Tafsir as-Sa’di memiliki judul lengkap Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsiri Kalami al-Mannan. Kitab tafsir karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di ini disusun dengan gaya bahasa yang cukup mudah.

Struktur kalimatnya yang sederhana dan maknanya yang sangat jelas, memberikan kenyamanan dalam membaca dan memahaminya.

Pembaca buku tafsir as-Sa’di tidak akan dipusingkan dengan berbagai macam perbedaan pendapat ulama tafsir. Penulis hanya menyebutkan perbedaan pendapat yang sekiranya cukup mendasar dan perlu diketahui oleh kalangan muslim awam.

Selain itu, sebagai penulis, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di juga menyertakan faedah ayat, hukum yang terkandung dalam ayat, serta hikmah-hikmah yang beliau sarikan dari ayat.

Dengan demikian, tafsir as-Sa’di ini sangat cocok bagi orang awam dan para pemula dalam memelajari tafsir al-Quran.

Tafsir as-Sa’di versi PDF dapat diunduh DI SINI.

 

Selain kitab yang disebutkan di atas, masih banyak lagi deretan nama buku tafsir karya para ulama terdahulu maupun kontemporer.

Penjelasan dalam artikel ini setidaknya telah memberikan wawasan global terhadap nama-nama kitab tafsir beserta penulisnya mewakili kumpulan kitab tafsir yang populer di sekitar kita. Wallahu a’lam (Sodiq Fajar/dakwah.id)

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.