materi khutbah jumat bulan rajab bulan menyemai benih dakwah.id

Khutbah Jumat Terbaru: Bulan Rajab Bulan Menyemai Benih

Terakhir diperbarui pada ·

Materi Khutbah Jumat
Bulan Rajab Bulan Menyemai Benih

Pemateri: Ustadz Irfandi Al-Indragiri

Materi khutbah Jumat terbaru ini berfokus pada kemuliaan dan urgensi bulan Rajab sebagai masa persiapan menuju bulan suci Ramadhan. Penulis menekankan bahwa bulan Rajab adalah waktu ideal untuk menyemai benih kebaikan melalui peningkatan amal ibadah, pertobatan, dan pembersihan hati dari sifat-sifat buruk.

Teks khutbah Jumat ini mengutip Surah at-Taubah ayat 36 serta pendapat ulama untuk menjelaskan status bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram di mana pahala dan dosa dilipatgandakan. Materi ini mengajak jamaah shalat Jumat untuk mulai melatih fisik dan spiritual secara bertahap melalui puasa sunah, istigfar, dan memaafkan sesama agar tidak merugi saat bulan Ramadhan tiba.

Mukadimah Khutbah

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى الرَّسُولِ الأَمِينِ الْمَبْعُوثِ لِلْعَالَمِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ …

أَلَا فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُونَ الْمُتَّقُونَ، حَيْثُ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾.
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾.

Khutbah Pertama

Hadirin jamaah Jumah rahimakumullah

Pada hari yang mulia ini, khatib menyeru kepada jamaah sekalian untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan semaksimal mungkin, yakni takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan oleh Allah dan menjalankan perintah-Nya.

Matahari terus terbit dan tenggelam, tanpa terasa kita telah melangkah masuk ke dalam dekapan bulan Rajab. Sebuah bulan yang mengalirkan musim kebaikan, karena pada bulan ini, Allah mengucurkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertobat.

Namun, mari kita sejenak bertanya pada diri sendiri, “Sudahkah hati kita merasa rindu kepada yang ditunggu? Ataukah kita masih sibuk dengan urusan dunia yang tak kunjung usai, hingga kabar datangnya Ramadhan hanya dianggap sebagai kalender tahunan belaka?”

Jamaah yang dirahmati Allah,

Allah subhanahu wataala berfirman dalam Surah at-Taubah ayat 36 mengenai kemuliaan bulan-bulan haram, termasuk bulan Rajab,

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan,(sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu.”

Para ulama menjelaskan bahwa kezaliman dan dosa yang dilakukan di bulan-bulan haram seperti Rajab ini dosanya jauh lebih besar dan lebih berat dibandingkan bulan lainnya. Namun sebaliknya, amal saleh di dalamnya pun berlipat ganda nilainya.

Baca juga: Memuliakan Bulan Rajab Sesuai Tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah

Hadirin yang dicintai Allah,

Mengapa kita harus memulai persiapan di bulan Rajab? Mengapa kita tidak boleh membiarkan Ramadhan datang dalam keadaan kita tidak ada persiapan?

Sering kali, kita memasuki Ramadhan dengan jiwa yang “berdebu”. Hati kita masih penuh dengan dendam pada tetangga, lisan kita masih basah dengan ghibah, dan mata kita masih terbiasa melihat yang haram. Jika kita baru mencoba berubah di tanggal 1 Ramadhan, maka hari-hari awal kita akan habis hanya untuk “mencuci kotoran” itu. Kita akan sibuk dengan rasa lelah, kantuk, dan penyesuaian fisik.

Padahal, Ramadhan bukan bulan untuk sekadar menahan lapar. Ramadhan adalah bulan memanen kebaikan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, hadits nomor 1690,

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ.

Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar, dan banyak orang yang shalat malam namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali rasa kantuk.”

Kita tidak ingin menjadi orang tersebut. Kita tidak ingin Ramadhan berlalu begitu saja tanpa bekas. Maka, jadikanlah Rajab ini sebagai “Bulan Istigfar”.

Bayangkan jika Allah memanggil kita hari ini, di bulan Rajab ini. Apakah kita sudah siap dengan bekal yang cukup? Atau kita masih menyimpan niat “nanti saja bertobatnya di bulan Ramadhan”? Belum tentu usia kita sampai ke sana.

Hadirin sekalian,

Mari kita “curi start” dari sekarang.

Pertama, basahi lisan dengan istigfar. Rasulullah saja beristigfar lebih dari 70—100 kali sehari, apalagi kita yang berlumur dosa.

Kedua, latihlah perut kita. Mulailah dengan puasa sunah Senin Kamis atau puasa Daud di bulan Rajab ini, agar saat Ramadhan tiba, fisik kita sudah akrab dengan rasa lapar dan dahaga.

Ketiga, latihlah hati kita. Maafkanlah orang-orang yang menyakiti kita hari ini juga. Jangan bawa beban kebencian itu masuk ke bulan suci Ramadhan.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Seorang ulama besar, Ibnu Rajab al-Hanbali, dalam kitabnya yang berjudul Lathaifu al-Maarif, halaman 218, mengutip perkataan Abu Bakar al-Warraq sebuah kalimat yang sangat menyentuh hati. Ia berkata,

شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ السَّقْيِ لِلزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ.

Bulan Rajab adalah bulan untuk menyemai benih. Bulan Syakban adalah bulan untuk menyiram tanaman. Dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk memanen hasilnya.”

Jika hari ini di bulan Rajab kita tidak peduli pada “daun-daun” ibadah kita, jangan bermimpi akan ada buah yang bisa dipetik di bulan Ramadhan nanti.

Materi Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Rajab

Mari kita merenung. Berapa banyak kawan kita, saudara kita, yang tahun lalu masih shalat Jumat bersama kita, namun hari ini mereka sudah berada di alam barzakh. Mereka mungkin punya keinginan yang sama: “Tahun depan saya ingin Ramadhan yang lebih baik.” Namun, ajal menjemput lebih dulu.

Kita yang masih diberi kesempatan menghirup udara bulan Rajab ini adalah orang-orang pilihan. Allah subhanahu wataala sedang memberi kita waktu untuk bersiap. Jangan sampai kita menjadi orang yang kaget dan menyesal di akhir Ramadhan nanti karena merasa ibadah kita tidak maksimal.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup, mari kita ingat kembali doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat ketika memasuki bulan ini, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam al-Bazzar dalam musnadnya, nomor 6496,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.

Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, dan sampaikanlah usia kami hingga bertemu dengan bulan Ramadhan.”

Mari kita jadikan sisa hari di bulan Rajab ini sebagai garis permulaan. Jangan biarkan ia berlalu seperti angin. Mulailah sujud lebih lama, mulailah bersedekah lebih rutin, mulailah perbanyak puasa sunah , dan mulailah bermunajat kepada-Nya di sepertiga malam.

بَارَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ جَمِيعَ أَعْمَالِنَا، إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ، وَكَفَى بِاللّٰهِ شَهِيدًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ:

يَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ؛ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

ثُمَّ اعْلَمُوا فَإِنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى رَسُولِهِ فَقَالَ:

﴿إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اَللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِينَ فِي فِلَسْطِينِ وَفِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ!

إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat
Bulan Rajab Bulan Menyemai Benih
di sini

Semoga bermanfaat!

Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?

Topik Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Dakwah.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading