khutbah jumat singkat waktu dan kesempatan jangan disia siakan dakwah.id

Khutbah Jumat Singkat: Waktu dan Kesempatan Jangan Disia-siakan

Khutbah Jumat Singkat
Waktu dan Kesempatan Jangan Disia-siakan

Pemateri: Mubin Amrulloh, Lc., M.SI

*) Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan

الحَمْدُ ِللهِ، هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلآخِرُ، اْلبَاطِنُ وَالظَّاهِرُ، الَّذِيْ هُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٍ، الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَهُ شَيْءٌ، الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَهُ شَيْءٌ، الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَهُ شَيْءٌ، البَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَهُ شَيْءٌ، الأَزَلِيُّ اْلقَدِيْمُ الَّذِيْ لَمْ يَزَلْ مَوْجُوْدًا بِصِفَاتِ اْلكَمَالِ، وَلَا يَزَالُ دَائِمًا مُسْتَمِرًّا بَاقِيًا سَرْمَدِيًّا بِلاَ انْقِضَاءٍ وَلَا انْفِصَالٍ وَلَا زَوَالٍ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تَوَالَتِ اْلأَزْمَانُ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً. أَمَّا بَعْدُ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْن.

Maasyiral muslimin jamaah sidang shalat Jumat yang berbahagia

Pada khutbah Jumat kali ini khatib kembali berwasiat untuk diri khatib dan mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah shubhanahu wataala dengan berupaya semaksimal mungkin menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, keluarga, pada sahabat, dan umatnya hingga yaumil qiyamah.

Hakikat Waktu Bagi Pribadi Muslim

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Waktu dan kesempatan adalah sesuatu yang memiliki nilai sangat berharga dalam kehidupan seorang muslim. Tidak ada seorang pun yang sanggup membeli waktu dan kesempatan.

Sungguh ia berlalu begitu cepatnya, dan tidak mungkin waktu mundur ke belakang walau sesaat. Maka, maasyiral muslimin, Islam memandang begitu berharganya waktu.

Ia merupakan modal utama seorang muslim dalam mengarungi kehidupan yang singkat ini. Kesempatan yang sudah berlalu tak akan kembali. Maka siapa saja yang menyia-nyiakan waktu dan umurnya, sungguh orang tersebut telah menyia-nyiakan kebaikan yang begitu besar.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam begitu perhatian dengan waktu sehingga beliau bersabda dalam hadits sahih:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ؛ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang.”(HR. Al-Bukhari No. 5933)

Orang yang merugi adalah ia yang abai terhadap waktu. Orang tersebut ibarat penjual yang menjual barang dagangannya dengan harga yang lebih murah dari semestinya, atau ia membelinya dengan harga yang terlampau mahal dari yang seharusnya.

Penyesalan Ahli Jannah

Maasyiral muslimin jamaah sidang shalat Jumat yang berbahagia

Penduduk surga tidaklah menyesali sesuatu apa pun, kecuali menyesali waktu yang mereka lalui tanpa mengingat Allah shubhanahu wataala di dalamnya. Dan salah satu hal yang ditanyakan kepada seorang hamba di hari kiamat nanti adalah penggunaan waktu; ia pergunakan untuk apa selama hidup di dunia.

Sebagaimana sabda Nabiyyullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ، وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ

Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanyakan (4 perkara): 1) umurnya untuk apa dia habiskan,2) ilmunya untuk apa dia amalkan,3) hartanya dari mana dia peroleh dan untuk apa dia habiskan, 4) dan tubuhnya untuk apa dia gunakan.” (HR. At-Tirmidzi No. 2341)

Maasyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah

Sungguh begitu banyak dari kita lalai terhadap waktu dan kesempatan, bahkan sampai menyia-nyiakannya. Banyak faktor menjadi penyebabnya, di antaranya kurang atau bahkan tidak sadar akan penting dan berharganya waktu yang mereka punya.

Atau juga karena sifat malas dan suka menunda-nunda, di mana keduanya menjadi senjata paling berbahaya untuk waktu yang manusia miliki. Faktor lainnya adalah unsur pertemanan yang tidak baik; teman yang salah menjadi bagian yang merusak agama, akhlak, bahkan waktu.

Teladan Salaf dalam Memanfaatkan Waktu

Oleh sebab itu maasyiral muslimiin, jika kita telaah sirah generasi terbaik umat ini, yaitu generasi sahabat dan setelahnya, kita akan mendapati nilai-nilai keteladanan mereka dalam hal tandzimul wakti (manajemen waktu).

Seperti, saking pedulinya terhadap waktu dan kesempatan serta peluang, Abu Bakar as-Shiddiq radhiyallaahu anhu berwasiat kepada Sayyidina Umar bin Khattab radiyallaahu anhu:

وَاعْلَمْ أَنَّ لِلهِ حَقًا بِاللَّيْلِ لَا يَقْبَلُهُ بِالنَّهَارِ، وَحَقًا بِالنَّهَارِ لَا يَقْبَلُهُ بَاللَّيْلِ

Ketahuilah Umar, Allah shubhanahu wataala memiliki hak yang menjadi kewajiban hamba di malam hari yang mana Allah tidak menerimanya di siang hari. Dan Allah shubhabahu wataala memiliki hak yang menjadi kewajiban hamba di malam hari, di mana Allah tidak menerimanya di siang hari.” (Majmu al-Fatawa, Ibnu Taimiyah, 22/40)

Materi Khutbah Jumat: Karakter Hamba Allah yang Terbaik

Ibnu Mas‘ud radhiyallahu anhu berkata:

مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْءٍ نَدَمِي عَلَى يَوْمِ غَرَبَتْ شَمْسُهُ نَقَصَ فِيْهِ أَجَلِي، وَلَمْ يَزْدَدْ فِيْهِ عَمَلِي

Tidak ada yang kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, umurku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.” (Miftahu al-Afkar, Abdul Aziz as-Salman, 3/29)

Selain itu, Ibnu Umar radhiallahu anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah, sebagaimana diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya:

إذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ المَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan waktu hidupmu untuk kematianmu.” (HR. Al-Bukhari No. 5937)

Sudahkah Kita Memaksimalkan Waktu?

Maasyiral muslimin jamaah sidang shalat Jumat yang berbahagia

Hendaklah setiap muslim menggunakan waktu dan kesempatan hidup dengan sebaik-baiknya. Jadikanlah biografi sahabat dan ulama salaf sebagai teladan dalam memanfaatkan waktu dan kehidupan yang Allah berikan. Sungguh, kita akan takjub dan terkagum dengan kisah-kisah mereka.

Salah seorang ulama ahli tafsir, Ismail Haqqi al-Khalwati menukilkan perkataan menarik dari salah seorang ulama dalam kitab tafsirnya yang berjudul Ruh al-Bayan fi Tafsir al-Quran jilid 1 halaman 244.

Waktu seorang hamba itu ada empat, tidak ada yang kelima; pertama, waktu Ketika mendapat nikmat; kedua, waktu ketika sedang diuji; ketiga, waktu ketika sedang taat; keempat, waktu ketika sedang maksiat.

Pada tiap-tiap waktu tersebut ada hak Allah sebagai Sang Pencipta yang harus tetap dipenuhi oleh setiap hamba.

Jika seorang hamba sedang berada di waktu taat, maka ia harus menyadari betul bahwa segala apa yang ada pada dirinya saat itu adalah nikmat dari Allah. Allah lah yang telah membimbingnya untuk taat dan memberinya kekuatan untuk berada di jalan ketaatan.

Jika seorang hamba sedang berada di waktu ketika ia mendapat nikmat, maka ia harus terus bersyukur.

Materi Khutbah Jumat: Pembuka dan Penghalang Pintu Rezeki

Jika seorang hamba berada di waktu maksiat, maka ia harus segera bangkit dari kemaksiatan itu untuk kemudian bertobat dan istighfar sesering mungkin.

Jika seorang hamba sedang berada di waktu ketika ia mendapat ujian dari Allah, maka jalan yang harus ia tempuh adalah jalan ridha dan sabar.

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Demikian materi khutbah Jumat singkat tentang pentingnya mengoptimalkan waktu dan kesempatan hidup yang dapat khatib sampaikan, semoga Allah shubhanahu wataala perkenankan hidayah dan taufik-Nya untuk kita semua. Sehingga setiap waktu yang kita lalui betul-betul kita isi dengan sesuatu yang bermanfaat sebagai bekal kita menghadap-Nya kelak di yaumil jaza wal hisab.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، اللَّهُمَّ حَرِّرْ بَيْتَ المَقْدِسِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

Download PDF Materi Khutbah Jumat Singkat dakwah.id
Waktu dan Kesempatan Jangan Disia-siakan di sini:

Semoga bermanfaat!

Topik Terkait

Mubin Amrullah

Direktur Markaz Tahfidz Daarut Tanziil Bogor Jawa Barat, Alumni LIPIA Jakarta dan Magister Dirasah Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Konsentrasi Syariah Islam (Ilmu Studi Islam).

1 Tanggapan

Barokallohulaka

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.