materi khutbah jumat singkat ramadhan tahun ini harus lebih baik dakwah.id

Khutbah Jumat Singkat: Ramadhan Tahun Ini Harus Lebih Baik

Khutbah Jumat Singkat
Ramadhan Tahun Ini Harus Lebih Baik

Pemateri: Sodiq Fajar

*) Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْكَرِيمِ الْمَنَّانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى مَا مَنَّ بِهِ عَلَيْنَا مِنْ إِدْرَاكِ شَهْرِ الصِّيَامِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَوَاتُ رَبِّي وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَاهْتَدَى بِسُنَّتِهِ وَهُدَاهُ،

أَيُّهَا الصَّائِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا، فَاتَّقُوا رَبَّكُمْ تَعَالَى وَأَطِيعُوهُ، وَاعْمُرُوا أَوْقَاتَكُمْ بِمَا يُرْضِيهِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ،

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Pada kesempatan yang sangat mulia ini, mari kita sibukkan lisan kita untuk mensyukuri nikmat Allah subhanahu wata’ala; nikmat iman, nikmat takwa, nikmat kesehatan jasmani dan ruhani, nikmat kesempatan, dan berbagai nikmat lainnya.

Kemudian, kita lanjutkan ucap syukur lisan kita dengan realisasi syukur dalam amal perbuatan, yakni dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Juga, menjaga semangat untuk terus mempelajari ilmu Islam yang sangat mulia ini. Memperbanyak bekal untuk kehidupan yang hakiki di akhirat kelak.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, nabiyullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta para keluarga, sahabat, tabiin, tabiut tabiin, dan seluruh orang-orang saleh yang teguh meniti jalan beliau hingga tegak hari kiamat kelak.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Betapa beruntungnya kita hari ini. Kenapa? Karena Allah subhanahu wata’ala masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan di tahun ini.

Apa istimewanya bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun ini?

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketika Allah subhanahu wata’ala mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, itu artinya Allah subhanahu wata’ala memberi kita kesempatan sekali lagi untuk mengumpulkan lebih banyak lagi tabungan pahala sekaligus memberi kesempatan sekali lagi untuk mengikis habis noda dosa yang pernah kita lakukan di hari-hari sebelumnya.

Bukankah ini adalah keistimewaan yang Allah subhanahu wata’ala karuniakan kepada kita saat ini?

Kita, yang saat ini sedang melaksanakan kewajiban shalat Jumat berjamaah di tempat yang mulia ini, insyaallah pada tahun-tahun sebelumnya Allah subhanahu wata’ala juga telah memberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan.

Barang kali pada tahun lalu, kita telah bertekad untuk memaksimalkan ibadah kita, taqarrub kepada Allah, penuh harap pada ridha dan pahala dari-Nya, serta berjuang maksimal menjaga diri untuk tidak mendekati pintu-pintu dosa dan maksiat.

Sebagai seorang muslim yang bervisi pada ridha Allah subhanahu wata’ala dalam setiap perbuatan, tentu kita akan selalu berpikir untuk mengevaluasi diri. Muhasabah diri. Tujuannya, agar Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin bagi diri kita masing-masing.

Apa Saja yang Perlu Diperbaiki di Ramadhan Tahun Ini?

Lantas, apa saja hal-hal yang perlu kita perbaiki di bulan Ramadhan tahun ini agar kualitasnya lebih baik dari Ramadhan tahun kemarin?

Berikut ini empat hal yang perlu kita perhatikan dengan sungguh-sungguh agar Ramadhan kita tahun ini menjadi lebih baik dan lebih berkualitas.

Pertama: Perhatikan Niat Puasa Ramadhan

Persoalan niat adalah persoalan yang paling mendasar. Bahkan dalam segala urusan.

Puasa kita, perjuangan kita menahan lapar dan dahaga, sejak terbit fajar hingga matahari tenggelam, sujud dan rukuk kita semalaman, tilawah kita yang sampai khatam berkali-kali dalam satu bulan, seluruhnya akan menjadi sia-sia seperti debu hanya karena niat yang tidak lurus.

Para ulama salaf, dalam kitab-kitab yang mereka tulis, dalam majelis-majelis ilmu yang mereka gelar, selalu mengawali dengan nasehat untuk meluruskan niat. Sebab mereka sadar betul, ilmu yang dipelajari, ilmu yang didapat dalam majelis ilmu akan kehilangan keberkahannya jika urusan niat ini belum beres.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari hadits nomor 3,

‌إِنَّمَا ‌الْأَعْمَالُ ‌بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai dengan niatnya.”

Sunan Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadits, nomor 1690. Rasulullah bersabda,

‌رُبَّ ‌صَائِمٍ ‌لَيْسَ ‌لَهُ ‌مِنْ ‌صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapatkan buah dari puasanya selain rasa lapar. Dan berapa banyak orang yang bangun beribadah di malam hari, namun tidak mendapatkan melainkan sekedar begadang.”

Ramadhan adalah madrasah ikhlas. Maka, di bulan Ramadhan ini mari kita benar-benar luruskan niat kita hanya untuk mengharap ridha Allah subhanahu wata’ala.

Kedua: Perhatikan Kualitas dan Kuantitas Amalan di Bulan Ramadhan

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Setelah urusan niat, yang perlu kita perhatikan dengan serius di bulan Ramadhan tahun ini adalah kualitas dan kuantitas amalan kita selama bulan Ramadhan.

Hendaknya semangat kita dalam menambah kuantitas amalan juga diiringi dengan perhatian terhadap kualitas amalan-amalan tersebut.

Salah satu contohnya, semangat kita dalam mengkhatamkan al-Quran perlu juga diiringi dengan kualitas bacaan kita. Urusan pengucapan hurufnya, urusan hukum bacaannya, adab membaca al-Quran sesuai sunnah, dan semisalnya.

Keutamaan membaca al-Quran di bulan Ramadhan memang sangat luar biasa. Membaca al-Quran tanpa tahu artinya pun insyaallah juga tetap mendapatkan pahala. Meski demikian, kita tidak boleh merasa cukup hanya sekedar bisa membaca saja.

Karena membaca al-Quran saja belum cukup, kita juga perlu memahami artinya. Agar maqashid syariah, tujuan diturunkannya al-Quran sebagai pedoman hidup manusia benar-benar terwujud pada diri kita masing-masing.

Ketiga: Hindari Dosa dan Maksiat Sejauh-jauhnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari hadits nomor 1800,

إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Jika telah masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu langit terbuka, pintu-pintu Neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

Dibukanya pintu langit, ditutupnya pintu Neraka, dan dibelenggunya setan selama bulan Ramadhan menunjukkan betapa Allah subhanahu wata’ala adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allah subhanahu wata’ala memberi kemudahan kepada hamba-Nya untuk meninggalkan segala bentuk dosa dan maksiat. Bukan berarti tidak akan terjadi dosa dan maksiat, namun kita memahami ini sebagai kesempatan yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala bagi hamba-Nya agar lebih ringan dalam melatih diri menjauhi pintu dosa dan maksiat.

Ini adalah kesempatan emas. Maka, mari berlomba-lomba membulatkan tekad untuk berusaha semaksimal mungkin menjauhi pintu-pintu dosa dan maksiat di bulan Ramadhan di tahun ini, lebih kuat lagi daripada tekad kita di Ramadhan tahun lalu.

Keempat: Jaga Keikhlasan Amal Setelah Ramadhan Usai

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketika Allah subhanahu wata’ala mengizinkan kita untuk mengarungi Ramadhan ini hingga hari terakhir, janganlah kita terlalu berbangga terlebih dahulu.

Kita tidak tahu ketika setelah Ramadhan Allah subhanahu wata’ala masih memberi kesempatan untuk hidup, apakah kita akan mampu mempertahankan keikhlasan amal selama bulan Ramadhan ini.

Maka, jangan pernah kendor dalam menjaga keikhlasan amalan-amalan yang pernah kita kerjakan.

Mu’alla bin al-Fadhl menyampaikan kesaksian tentang apa yang dilakukan oleh para ulama salaf terdahulu dalam menjaga keikhlasan amalan selama bulan Ramadhan ketika Ramadhan telah usai. Kesaksian ini direkam oleh Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathaif al-Ma’arif halaman 148,

كَانُوا ‌يَدْعُونَ ‌الله ‌سِتَّةَ ‌أَشْهُرِ ‌أَنْ ‌يُبَلِّغَهُمْ ‌رَمَضَانُ، ثُمَّ يَدْعُونَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ.

Sejak enam bulan sebelumnya, para salaf berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan Ramadhan. Demikian pula, selama enam bulan setelah Ramadhan berlalu, mereka juga berdoa agar ibadah Ramadhan diterima Allah.”

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Demikian materi khutbah Jumat dengan judul Ramadhan Tahun ini Harus Lebih Baik.

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita dalam mengejar ridha dan pahala-Nya serta memudahkan kita dalam menjauhi pintu-pintu dosa dan kemaksiatan hingga ajal menjemput. Amin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا طَيِّبًا كَثِيرًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِيْ الصُّدُوْرُ، وَاغْفِرْ اَللَّهُمَّ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَنَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا، وَنَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى، وَنَسْأَلُكَ نَعِيْمًا لَا يُنْفَدُ، وَقُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعْ، وَنَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَهْرَ عِزٍّ، لِلْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَهْرًا لِلنَّصْرِ وَالتَّمْكِيْنِ، لِلْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، فِيْ كُلِّ مَكَانٍ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ


Download PDF Materi Khutbah Jumat Singkat dakwah.id
Ramadhan Tahun ini Harus Lebih Baik di sini:

Semoga bermanfaat!

Topik Terkait

Sodiq Fajar

Bibliofil. Pemred dakwah.id

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.

%d blogger menyukai ini: