Khutbah Jumat Singkat 5 Penyebab Suul Khatimah dakwah.id

Khutbah Jumat Singkat: 5 Penyebab Suul Khatimah

Khutbah Jumat Singkat
Lima Penyebab Suul Khatimah

Pemateri: Nofriyanto, M.Ag

*) Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ كَتَبَ عَلَى الْخَلَائِقَ الفَنَاءَ وَالزَّوَالَ، فَكَانَ لِكُلِّ نَازِلٍ فِيْ هَذِهِ الدُّنْيَا رَحِيْلٌ وَانْتِقَالٌ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَهُوَ الكَبِيْرُ الْمُتَعَالُ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إَلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيْ السِّرِّ وَالْعَلَنِ، فَتَقْوَى اللهِ فَوْزٌ لَنَا فِيْ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِيْ الآخِرَةِ، فَقَدْ قَالَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِيْ مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ) وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: (كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ)

Saudara seiman sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Tidak lupa khatib senantiasa mengingatkan kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian agar terus meningkatkan iman, takwa, dan istiqamah di dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Nasalullaha atTaufiq was Sadad.

Saudara seiman sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Menurut Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad di dalam kitabnya Sabîlul Iddikâr wal I’tibâr bimâ Yamurru bil Insân wa Yanqadli Lahu minal A’mâr, ada lima golongan orang yang dikhawatirkan wafat dalam keadaan suul khatimah,

قَالُوْا: وَأَكْثَرُ مَنْ يُخْشَى عَلَيْهِ سُوْءُ الْخَاتِمَةِ، وَالْعِيَاذُ بِاللهِ، اَلْمُتَهَاوِنُ بِالصَّلَاةِ وَاَلْمُدْمِنُ لِشِرْبِ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالَّذِيْ يُؤْذِيْ المُسْلِمِيْنَ وَكَذَلِكَ اَلْمُصِرُّوْنَ عَلَى الْكَباَئِرِ وَالْمُوْبِقَاتِ اَلَّذِيْنَ لَمْ يَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ مِنْهَا

“Para ulama berkata bahwa orang-orang yang paling dikhawatirkan akan suul khatimah, semoga Allah melindungi kita dari hal itu, adalah orang-orang yang suka melalaikan shalat, mereka yang suka minum-minuman keras, mereka yang durhaka kepada kedua orang tua, mereka yang suka menyusahkan (menzalimi) Muslim lainnya, dan mereka yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa besar dan berbagai kekejian, namun enggan bertobat.” (Sabilu al-Iddikar, Abdullah bin Alawi al-Haddad, 56)

Jamaah sidang shalat Jumat rahimakumullah

Adapun uraiannya adalah sebagai berikut.

Pertama: Suka Berleha-leha dan Melalaikan Shalat

Shalat merupakan sebaik-baiknya kesibukan seorang hamba. Kita tahu bersama, kesibukan hanya ada dua: sibuk dalam kebaikan, atau sibuk dalam kemaksiatan.

Salah satu hikmah dari shalat adalah menjaga para pelakunya dari perbuatan keji dan munkar. Artinya, jika seseorang melalaikan shalat–yang sejatinya merupakan momen terdekat seorang hamba kepada Rabbnya, ia pasti lebih melalaikan urusan lainnya dan bisa terjerumus kepada melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama.

Jauh-jauh hari Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam tercinta telah mengingatkan, bahwa shalat merupakan amal pertama yang akan diminta pertanggungjawabannya di hari akhir nanti.

Jika shalat seseorang baik, maka amalan lain orang tersebut juga baik. Namun sebaliknya, jika shalat seseorang buruk, maka amalan lain orang tersebut ikut buruk.

Hal ini sebagaimana yang diwanti-wanti oleh sahabat mulia Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu,

“Barang siapa yang melalaikan shalat maka ia pasti lebih melalaikan perkara-perkara lainnya. (Tanzihu al-Anbiya’, Ibnu Khumair Ali bin Ahmad as-Sabti, 164)

Saudara seiman sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Perbuatan kedua yang menyebabkan seseorang mati suul khatimah adalah,

Kedua: Gemar Meminum Minuman Keras

Kita tahu bersama, minuman keras dapat menimbulkan efek buruk bagi para peminumnya. Misalkan menghilangkan akal sehat, merusak badan, dan merugikan diri sendiri bahkan orang lain.

Kita sering mendengar dan menyaksikan, kasus orang yang dilukai bahkan tewas terbunuh tersebab perilaku seseorang yang sedang mabuk. Dan yang tak kalah penting untuk diperhatikan, segala sesuatu yang dapat memabukkan apa pun nama dan mereknya ia tetaplah masuk ke dalam kategori minuman keras yang dilarang dan diharamkan oleh agama Islam.

Semua benda haram yang masuk ke dalam tubuh seseorang dengan sengaja dan tanpa adanya alasan yang dibenarkan, merupakan wasilah dan penyebab seseorang tersebut dimasukkan ke dalam neraka dan mendapatkan siksa Allah shubhanahu wata‘ala.

Sebagaimana sabda Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam,

يَا كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram, kecuali neraka lebih utama atasnya.” (HR. At-Tirmizi No. 614)

Saudara seiman sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Perbuatan ketiga yang menyebabkan seseorang mati suul khatimah adalah,

Ketiga: Mendurhakai Orang Tua

Durhaka kepada orang tua adalah dosa besar yang berakibat buruk bagi pelakunya.

Bukankah kita sering mendengar dan menyaksikan akibat buruk orang yang mendurhakai orang tuanya?

Sebut saja kisah ‘Alqamah yang sulit mengucapkan kalimat syahadat ketika ajal menjemput sampai ibunya meridhai dan memaafkannya. Padahal hanya sekedar melukai perasaan ibunya.

Lalu bagaimana kiranya balasan bagi orang yang berbuat buruk lebih dari pada itu kepada orang tuanya?

Kita tahu bersama, betapa urgen dan agungnya perbuatan berbakti kepada orang tua sampai-sampai Allah shubhanahu wata‘ala menggandengkan perintah bertauhid dengan perintah berbuat baik kepada orang tua.

Dan sebaliknya, sebagaimana Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam yang mulia menyandingkan perbuatan syirik dengan durhaka kepada orang tua.

Allah shubhanahu wata‘ala berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS: Al-Isra ayat 23)

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Rabb-ku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al-Isrā’: 24)

Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ: أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ قَالَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

Maukah aku ceritakan kepada kalian tiga dosa besar yang paling besar?

Para sahabat menjawab, ‘Mau, ya Rasulullah.

Rasulullah berkata,

Menyekutukan Allah, dan mendurhakai kedua orang tua.

Rasulullah sedang bersandar lalu duduk, Rasulullah melanjutkan,

Tidak mengatakan kebohongan dan kesaksian palsu.

Beliau terus mengulainya sampai kami berkata semoga beliau berhenti.” (HR. Al-Bukhari No. 2511; Muslim No. 87). Wal ‘Iyadzu Billah.

Saudara seiman sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Keempat: Menzalimi Orang Lain

Perbuatan lain yang dapat menjadikan seseorang mati suul khatimah adalah berbuat zalim kepada orang lain. Sampai-sampai Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam menyatakan bahwa orang yang paling bangkrut dan merugi adalah orang-orang yang zalim.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bertanya kepada para sahabat,

Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut di antara umatku?

Sahabat Nabi menjawab,

Orang yang tidak punya kesenangan dan uang.”

Kemudian Nabi menerangkan,

Orang yang bangkrut di antara umatku ialah orang yang datang pada hari Kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga datang dengan membawa daftar kezalimannya. Ia mengecam, memaki, dan menuduh di sana-sini, merampas harta orang lain, membunuh dan memukul orang.

Kemudian ia harus membayar kepada orang yang dizaliminya itu dengan amal kebaikannya. Bila kebaikannya sudah habis, padahal ia belum lunas membayar mereka, diambilkannya kesalahan orang yang dizaliminya dan diberikan kepadanya. Kemudian ia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Ahmad No. 8625)

Sangan jelas sekali, hadis tersebut mewanti-wanti kita agar jangan sampai berbuat zalim dan menyakiti orang lain.

Sebab, akibat dan balasannya begitu dahsyat. Semua tabungan amal ibadah kita akan terkuras tak tersisa hanya untuk membayar “hutang” kepada orang yang kita zalimi, sehingga di akhirat kita menjadi manusia yang merugi. Wal ‘Iyadzu Billah.

Saudara seiman sidang shalat Jum’at yang dirahmati Allah,

Perbuatan kelima yang menyebabkan seseorang mati suul khatimah adalah,

Kelima: Terus-menerus Berbuat Dosa Namun Enggan Bertobat

Kita yang sekarang berada di Jawa, perlu kiranya senantiasa mengingat-ingat kembali petuah dan nasihat para sesepuh bijak bestari agar menghindari lima macam dosa “molimo”.

Materi Khutbah Jumat: Pembuka dan Penghalang Pintu Rezeki

Yaitu, madon (berzina atau main perempuan), mendem (minum minuman keras), main (berjudi), madat (mengkonsumsi narkoba), dan maling (mencuri atau mengambil hak orang lain).

Dan yang tidak kalah penting, Allah dan Rasul-Nya pun jauh-jauh hari telah mengingatkan haramnya perbuatan-perbuatan tersebut. Selain berakibat buruk bagi pelakunya, ia juga berdampak jelek bagi orang lain.

Sebagaimana firman-Nya,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.(QS. Al Isra’: 32)

يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?(QS. Al-Maidah: 90–91)

Saudara seiman sidang shalat Jum’at yang dirahmati Allah,

Demikianlah penjelasan lima penyebab suul khatimah. Ada baiknya kita selalu mengingat nasihat petuah; man ‘asya ‘ala sya’iin maata ‘alaihi (barang siapa yang hidup di atas sesuatu maka ia akan mati di atasnya).

Artinya apa, jika kita senantiasa berbuat baik dalam hidup ini maka insyaa Allah akhir hidup kita pun baik. Namun sebaliknya, jika kita senantiasa berbuat buruk dalam hidup ini, akhir hidup kita pun buruk.

Orang dahulu bilang, “Ala bisa karena biasa”.

Dengan memohon pertolongan Allah shubhanahu wata‘ala semoga kita terhindar dari semua perbutan buruk tersebut dan diberikan kesudahan yang terbaik: husnulkhatimah. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالْآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَانَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَوْتَ رَاحَةً لِلْأَبْرَارِ، يَنْقُلُهُمْ فِيْهِ مِنْ دَارِ الهُمُوْمِ وَاْلأَكْدَارِ إِلَى دَارِ الرَّاحَةِ وَالاِسْتِبْشَارِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الدُّنْيَا دَارَ الفَنَاءِ، وَجَعَلَ الآخِرَةَ دَارَ اللِّقَاءِ، وَتَفَرَّدَ سُبْحَانَهُ بِالبَقَاءِ، فَقَالَ تَعَالَى: (كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ، وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. إنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّـهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ أَحْسِنْ خِتَامَنَا، نَسْأَلُكَ أَنْ تُخَفِّفَ عَنَّا سَكَرَاتَ الْمَوْتِ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ، اَللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنَّا فِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلمُبَارَكِ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا مَرِيْضاً بَيْنَنَا إِلَّا شَافَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إَلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا وَلَنَا فِيْهَا صَلاَحَ إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا اَلَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلْ الحَيَاةَ زِيَادَةَ لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. اَللَّهُمَ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْهَرَمِ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنَ، وَأَنْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا، وَأَنْ تَقْبِضْنَا إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُوْنِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ كُلَ عَمَلٍ يُقَرِّبُنَا إِلَى حُبِّكَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat Singkat dakwah.id
Lima Penyebab Suul Khatimah di sini:

Semoga bermanfaat!

Topik Terkait

Nofriyanto, M.Ag

Dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA GONTOR, Direktorat Islamisasi UNIDA GONTOR, Alumni Program Kaderisasi Ulama Gontor angkatan VII, Konsentrasi bidang pemikiran Islam

6 Tanggapan

Syukron jazaakalloh ust atas sharing materi khutbah Jum’at semoga menambah jariyah buat antum sekeluarga

Amin. Semoga manfaat materi khutbah Jumat terbitan dakwah.id meresap ke seluruh penjuru nusantara.

Untuk berlangganan materi khutbah Jumat, silakan daftar melalui link ini: http://bit.ly/daftardakwahid

Barokalloh Ustadz atas bantuannya semoga Materi Khutbah yg Ustadz kirim Bermanfaat bagi Kemlasahatan umat Jazakumullohu Ahsanal jaza’

Amin. Masyaallah… barakallah fikum

Alhamdulillah jazakumulloh Khoiron kasiro barokalloh piumrik semoga di beri oleh Alloh SWT umur yg barokah dalam menyebarkan dakwah untuk umat,kususnya muslimin muslimat yg masih banyak memerlukan bimbingan dalam berdakwah 🙏

Amin. Semoga kami bisa istiqamah.

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.

%d blogger menyukai ini: