Pagar batas tanah membentang di padang saat senja, gambaran kezaliman merampas hak orang lain

Materi Khutbah Jumat: Kezalimanmu Menghancurkan Kualitas Hidupmu

Terakhir diperbarui pada ·

Materi Khutbah Jumat:
Kezalimanmu Menghancurkan Kualitas Hidupmu

Pemateri: Ustadz Hafidz Nizham

Mukadimah Khutbah Jumat

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَنَهَى عَنِ الظُّلْمِ وَالْعُدْوَانِ، وَأَوْعَدَ الظَّالِمِيْنَ بِالْعَذَابِ الْأَلِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْحَكَمُ الْعَدْلُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَعَادِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Khutbah Pertama

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Dalam hidup, kita tidak akan pernah bisa lari dari masalah. Selama kaki kita belum menapak tanah surga dan masih menapak tanah dunia, maka yang namanya ujian itu adalah fitrah kehidupan.

Ada orang yang diuji dengan keluarganya, ada yang diuji dengan ekonominya, ada pula yang diuji dengan sakitnya. Default-nya dunia memang Allah setting dengan masalah-masalah hidup.

Bahkan manusia-manusia paling mulia di muka bumi pun dalam episode hidupnya merasakan derita.

Nabi Ayub ‘alaihissalam diuji dengan penyakitnya selama bertahun-tahun lamanya, Nabi Nuh ‘alaihissalam diuji dengan Kan’an anaknya, Asiyah binti Muzahim pun diuji dengan suaminya, yaitu Firaun yang ingin membunuhnya.

Tetapi Allah memberikan ujian karena Allah hendak mengangkat derajat para hamba-Nya.

Tidak Semua Kesulitan Hidup Adalah Ujian

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Akan tetapi yang harus kita garis bawahi adalah, tidak semua kesulitan hidup kita semata-mata merupakan ujian untuk meninggikan derajat kita.

Ada kalanya seseorang mengalami kesialan demi kesialan hidup bukan karena derajatnya ingin Allah tinggikan, melainkan karena Allah justru ingin memberinya hukuman dan azab akibat ulah perbuatannya sendiri.

Karena kehidupan kita ini tidak berjalan secara acak (random). Kehidupan ini memiliki pola, algoritma, dan hukum sebab-akibat yang telah Allah tetapkan secara adil.

Kezaliman, Dosa yang Allah Segerakan Hukumannya di Dunia

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kaidah sunah menjelaskan bahwa perkara yang menghancurkan kualitas hidup kita adalah ketika kita berbuat zalim kepada orang lain, karena mata rantai kezaliman itu menyebabkan kehidupan seseorang menjadi berantakan.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud hadits nomor 4902, Imam at-Tirmidzi hadits nomor 2511, dan Imam Ibnu Majah hadits nomor 4211, dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ، مِثْلُ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada suatu dosa yang lebih pantas Allah Ta’ala segerakan hukumannya di dunia bagi pelakunya — di samping apa yang Allah simpan untuknya di akhirat — selain perbuatan zalim dan memutus tali silaturahmi.”

Baca artikel terkait: Materi Khutbah Jumat: 7 Akibat Perbuatan Zalim

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya bagaimana perjalanan hidup seorang wanita bernama Arwa binti Uwais yang berakhir sial.

Suatu hari Arwa binti Uwais menuduh sahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu telah mengambil sebagian dari tanahnya, lalu ia mengadukannya kepada pemimpin setempat, yaitu Marwan bin al-Hakam.

Sa’id pun dipanggil ke hadapan Marwan. Ia lalu berkata, “Bagaimana mungkin aku mengambil sebagian tanahnya setelah apa yang aku dengar dari Rasulullah?”

Marwan bertanya, “Apa yang telah engkau dengar dari Rasulullah?”

Sa’id menjawab bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim hadits nomor 1610:

مَنِ اقْتَطَعَ شِبْرًا مِنَ الْأَرْضِ ظُلْمًا طَوَّقَهُ اللهُ إِيَّاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِيْنَ

“Barang siapa mengambil tanah sejengkal saja secara zalim, maka Allah akan mengalungkan tanah itu kepadanya hingga tujuh lapis bumi.”

Kemudian Sa’id berdoa, “Ya Allah, jika wanita ini berdusta, maka butakanlah penglihatannya dan matikanlah ia di tanahnya sendiri.”

Setelah berlalunya waktu, wanita itu benar-benar kehilangan penglihatannya dan menjadi buta. Kemudian, ketika ia sedang berjalan di tanahnya, tiba-tiba ia jatuh ke dalam sebuah lubang lalu meninggal dunia.

Baca artikel terkait: Mendoakan Keburukan Saat Dizalimi, Harus Begitukah?

Banyak dosa yang hukumannya ditangguhkan hingga hari kiamat, tetapi dosa kezaliman yang merugikan orang lain memiliki hukum khusus, yaitu Allah sering kali menyegerakan hukumannya (‘uqubah ‘ajilah) secara tunai di dunia, tanpa mengurangi ancaman azabnya di akhirat.

Kezaliman kepada Manusia Itu Perkara Besar di Sisi Allah

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Tahukah kita bahwa ternyata Allah mendetailkan urusan kezaliman berkali-kali dalam al-Quran? Pengulangan suatu hukum atau peringatan dalam al-Quran (takrar) menandakan betapa krusialnya perkara tersebut bagi keselamatan hidup kita.

Allah berfirman tentang orang yang menzalimi anak yatim dengan memakan harta mereka dalam Surah an-Nisa ayat 10:

إِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا، وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka Sa’ir).”

Allah berfirman tentang orang yang mencela, mengumpat, dan merusak kehormatan orang lain dalam Surah al-Humazah ayat 1:

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ

“Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela.”

Allah memperingatkan orang yang menuduh orang baik melakukan perzinaan dalam Surah an-Nur ayat 23:

إِنَّ الَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوْا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka dilaknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.”

Allah mengancam orang jahat yang menyiksa, mengancam, dan mengintimidasi orang lain dalam Surah al-Buruj ayat 10:

إِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan (siksaan) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.”

Bahkan sampai urusan timbangan yang merugikan orang lain pun Allah menyebutnya secara khusus dalam Surah al-Mutaffifin ayat 1 sampai 3:

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِيْنَ، الَّذِيْنَ إِذَا اكْتَالُوْا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُوْنَ، وَإِذَا كَالُوْهُمْ أَوْ وَزَنُوْهُمْ يُخْسِرُوْنَ

“Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.”

Allah mendetailkan bentuk-bentuk kezaliman terhadap sesama manusia dalam al-Quran secara spesifik untuk mengajarkan kepada kita bahwa di pengadilan dunia boleh jadi kita bisa berlaku semena-mena. Namun saat kezaliman terjadi, perkaranya otomatis ditarik ke pengadilan langit, tempat Allah menjadi Hakim sekaligus Saksinya.

Baca artikel terkait: Materi Khutbah Jumat: Hak Sesama Muslim yang Harus Dijaga

Rumus Hidup Tenang: Bebas dari Kezaliman kepada Siapa Pun

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Orang yang menzalimi orang lain akan berhadapan langsung dengan Allah. Dan sering kali Allah tidak menunda-nunda hukuman bagi orang yang zalim kepada sesamanya.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa kezaliman itu menyegerakan hukuman di dunia sebelum azab di akhirat.

Itulah mengapa para salaf selalu memberikan nasihat untuk tidak pernah berlaku zalim kepada siapa pun, terlebih ketika seseorang diberikan sebuah kekuasaan, karena kekuasaan itu menuntut tumbal di dunia.

Diriwayatkan bahwa al-Ala’ bin Ziyad rahimahullah suatu ketika pernah mempekerjakan seseorang untuk sebuah jabatan, lalu ia menulis surat kepadanya:

“Amma ba’du. Jika engkau mampu, janganlah engkau melalui malam hari melainkan punggungmu dalam keadaan ringan dari beban kezaliman, perutmu dalam keadaan kosong dari harta haram, dan tanganmu bersih dari darah maupun harta kaum muslimin. Sebab jika engkau melakukan hal itu, tidak akan ada jalan bagi siksaan untuk menimpa dirimu.”

Baca artikel terkait: Khutbah Jumat: Hilful Fudhul, Spirit Membela Kaum Terzalimi

Karena sejatinya satu kezaliman kita kepada seseorang sudah cukup untuk merusak kelancaran hidup kita hari ini.

Kunci hidup bahagia itu sederhana: jaga lisan dan tangan kita dari menyakiti sesama, agar kita tidak merasakan pahitnya harga hukuman yang harus kita bayar di dunia.

Baca artikel terkait: Khutbah Jumat: Menegakkan Keadilan di Tengah Kemungkaran

Demikian materi khutbah Jumat dengan tema kezaliman yang menghancurkan kualitas hidup pada siang hari ini.

Semoga Allah menganugerahkan kita kekuatan untuk senantiasa berbuat adil, menjaga hak-hak sesama hamba, dan menjadikan hidup kita bersih dari perbuatan buruk kepada orang lain, sehingga Allah pun rida kepada kita.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

ثُمَّ اعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الْكُفْرَ وَالْكَافِرِيْنَ، وَدَمِّرِ اللَّهُمَّ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ أَنْ نَظْلِمَ أَوْ نُظْلَمَ، وَأَنْ نَزِلَّ أَوْ نُزَلَّ، وَأَنْ نَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيْنَا.

اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضْوَانَكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat
Kezalimanmu Menghancurkan Kualitas Hidupmu
di sini

Semoga bermanfaat!

Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?

Topik Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Dakwah.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading