materi khutbah idul fitri 2022 tips istiqamah beramal pasca ramadhan dakwah.id

Khutbah Idul Fitri 2022: 7 Tips Istiqamah Beramal Setelah Ramadhan

Khutbah Idul Fitri 2022
7 Tips Istiqamah Beramal Pasca Ramadhan

Pemateri: Sodiq Fajar

*) Link download file PDF materi khutbah untuk print ada di akhir tulisan.

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتِ، وَبِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ تَزْدَادُ الْحَسَنَاتِ، وَتُغْفَرُ الزَّلَّاتِ، اَلْحَمْدُ لِلهِ عَلَى مَا أَوْلَى وَهَدَى، وَالشُّكْرُ عَلَى مَا وَهَبَ وَأَعْطَى، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَلِيُّ الْأَعْلَى، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُصْطَفَى وَالرَّسُوْلُ الْمُجْتَبَى، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أُوْلِي الْفَضْلِ وَالْأَلْبَابِ وَالنُّهَى.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. أَمَّا بَعْدُ

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Sungguh, saat ini kalian berada di hari di mana langit dan bumi tersenyum kepada kalian semua.

Kalian telah melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh. Kalian telah menghidupkan malam, qiyamul lail, dengan membaca al-Quran dan shalat tarawih sebulan penuh.

Kemudian pada hari ini kalian datang pagi-pagi dengan penuh semangat menuju tempat shalat ini, sambil bertakbir mengagungkan Allah atas segala karunia dan petunjuk-Nya berupa dinul Islam yang kokoh ini, berupa jalan yang lurus, berupa syariat puasa, syariat qiyam Ramadhan, dan aturan syariat Islam lainnya.

Pada hari ini, kalian memuji Allah dengan sebaik-baik pujian, sebagai bentuk syukur atas segala nikmat yang sempurna dan petunjuk yang lurus sehingga mampu melaksanakan shiyam dan qiyam Ramadhan.

Alhamdulillahi bini’matihi tatimmush shalihāt.

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Maka berbahagialah kalian yang selama Ramadhan ini telah berusaha sekuat tenaga untuk memaksimalkan ibadah siang dan malam. Berbahagialah kalian. Karena Allah telah berjanji akan mengganti lelah letih kalian selama ibadah bulan Ramadhan dengan pahala yang besar dan ampunan atas segala dosa.

Sebaliknya, bersedihlah kalian yang selama Ramadhan ini menyia-nyiakan waktu kalian, tidak menggunakan waktunya untuk beribadah dan beristighfar. Sungguh, kalian telah merugi dengan kerugian yang sangat besar.

Allah telah memudahkan jalan ketaatan kepada kalian tapi kalian tidak mau taat. Allah telah membukakan pintu ampunan tapi kalian justru tidak mau meminta ampunan kepada-Nya. Bertobatlah saudaraku! Semoga Allah menerima tobat kalian.

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Pada hari ini, hari Idul Fitri, adalah waktu yang sangat tepat untuk membersihkan hati, menghapus segala noda kebencian dan permusuhan dari dalam jiwa.

Maka, mari kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Mari perbaiki hubungan kita dengan Allah dengan mempertajam cinta kita kepada-Nya. Mari perbaiki hubungan kita dengan sesama dengan saling menghargai, memaafkan, dan menebalkan rasa ukhuwah imaniyah Islamiyah.

Mari kita maafkan segala khilaf saudara kita, kerabat dekat kita, teman kita, rekan kerja kita, pertner bisnis kita. Mari kita maafkan kesalahan-kesalahan mereka semua.

Demikian pula, mari segera meminta maaf kepada orang-orang yang pernah kita zalimi. Sungguh, ridha dan maaf mereka adalah kunci yang akan memperlancar perjalanan kita menuju Jannah di akhirat kelak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dalam sebuah hadits riwayat al-Bukhari. Hadits nomor 6237,

لَا ‌يَحِلُّ ‌لِمُسْلِمٍ ‌أَنْ ‌يَهْجُرَ ‌أَخَاهُ ‌فَوْقَ ‌ثَلَاثٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيَصُدُّ هَذَا وَيَصُدُّ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ

Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, jika bertemu saling menjauhkan, dan yang paling baik di antara keduanya adalah yang memulai salam.

Maka, di hari yang mulia ini, mari saling memaafkan. Mari Bersatu lagi. Mari pererat tali ukhuwah lagi. Apakah kalian tidak lelah terus-terusan berpecah belah?

Mari hapus sekat-sekat yang memecah belah. Mari singkirkan pembatas-pembatas yang membuat kita saling bermusuhan hampa faedah dan memperuncing perbedaan. Mari Bersatu kembali. Di atas iman dan takwa. Di atas tali ukhuwah Islamiyah yang diridhai oleh Allah.

Butuh Istiqamah Pasca Ramadhan

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Ramadhan telah usai. Bulan ibadah telah berakhir. Kesempatan untuk menempa diri agar lebih giat beribadah telah berlalu.

Pada hari ini, kita boleh berbahagia. Tapi jangan lupa, bahagia hari ini bukanlah puncak bahagia kita. Kebahagiaan kita masih bersambung.

Masih ada pekerjaan yang cukup menguras tenaga setelah Ramadhan berlalu.

Apa pekerjaan itu? Istiqamah.

Apa itu istiqamah? Apa arti istiqamah? Kenapa harus istiqamah?

Jika kita buka kamus besar Bahasa Indonesia, kita akan mendapati istiqamah artinya sikap teguh pendirian dan selalu konsisten.

Sangat menarik penjelasan Imam Ibnu Rajab rahimahullah tentang arti istiqamah menurut istilah dalam kitab Tafsir-nya berikut ini.

Istiqamah adalah teguh meniti jalan yang lurus, yakni Dinul Islam, tanpa berkelok ke kiri atau ke kanan, meliputi keteguhan dalam melaksanakan amal ketaatan, baik amalan lahir atau pun amalan batin, dan meninggalkan segala bentuk larangan.

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat Fushilat ayat 30,

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Rabb kami adalah Allahkemudian mereka istiqamah,”

Apa makna ayat di atas? Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir jilid 7 halaman 160, “Mereka beramal ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala dan teguh melaksanakan amal ketaatan tersebut sesuai dengan garis ketentuan syariat-Nya.”

Kita semua berharap penuh seluruh jerih payah kita dalam beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala selama bulan Ramadhan menghasilkan buah yang manis. Yaitu ridha dan pahala dari Allah subhanahu wata’ala.

Kita semua berharap penuh amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wata’ala.

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Para ulama menjelaskan, tanda yang paling tampak bahwa amalan kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah subhanahu wata’ala adalah terjadinya perubahan pada diri kita masing-masing.

Perubahan ketika sebelum Ramadhan masih jarang qiyamul lail, setelah Ramadhan menjadi rajin qiyamul lail. Ketika sebelum Ramadhan masih malas ngaji, setelah Ramadhan menjadi rajin buka mushaf al-Quran. Ketika sebelum Ramadhan shalat fardhu lima waktu masih bolong-bolong, setelah Ramadhan menjadi rajin ke masjid untuk shalat berjamaah lima waktu. Dan perubahan-perubahan positif pada amalan lainnya.

Mari merenung sejenak. Jika kita perhatikan dengan seksama, perubahan positif tersebut yang menjadi indikasi diterimanya amalan kita selama bulan Ramadhan sebenarnya adalah buah dari jerih payah kita dalam memaksimalkan diri untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala selama bulan Ramadhan. Sehingga Allah subhanahu wata’ala memberi balasan setimpal di dunia dengan rahmat-Nya berupa jiwa dan raga yang ringan untuk beribadah.

Nah, untuk mewujudkan pribadi yang tetap konsisten semangat beribadah pasca Ramadhan inilah kita membutuhkan istiqamah. Sebagaimana maksud dari dari surat Fushilat ayat 30 di atas, setelah kita mendeklarasikan diri sebagai hamba yang beriman, lalu melangkah untuk beramal dan beribadah, selanjutnya adalah mengikhlaskan diri dan meneguhkan diri untuk terus beramal dan beribadah.

Ringkasnya, istiqamah adalah mudawamah, keteguhan dalam rangkaian melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh keikhlasan dan tata laksana sesuai dengan syariat-Nya.

Inilah yang kita butuhkan setelah Ramadhan berlalu. Inilah PR kita mulai sejak kita pulang ke rumah masing-masing pada pagi hari ini hingga akhir hayat kelak.

7 Tips dan Cara Istiqamah dalam Beramal Pasca Ramadhan

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Lalu, bagaimana cara agar dapat istiqamah dalam beramal? Istiqamah setelah Ramadhan tahun ini insyaallah dapat kita raih dengan cara berikut.

Pertama: Memperbanyak amalan ketaatan dan selalu memotivasi diri dalam melaksanakannya.

Sebagai seorang hamba yang beriman, kita semua meyakini bahwa iman dan takwa itu dapat meningkat juga dapat menurun.

Iman dan takwa kita akan meningkat seiring dengan meningkatnya amal ketaatan. Sebaliknya, iman dan takwa kita akan menurun seiring dengan menurunnya amal ketaatan dan meningkatnya maksiat yang kita lakukan.

Oleh sebab itu, penting kiranya untuk selalu memotivasi diri agar selalu berada di jalan ketaatan.

Kedua: Menyibukkan diri dengan ilmu syar’i

Penguasaan terhadap ilmu syariat Islam adalah kunci penting agar bisa istiqamah dalam beramal. Dengan mempelajari ilmu syariat, kita bisa mengenal Allah subhanahu wata’ala, kita bisa menemukan kesadaran bahwa kita ini adalah makhluk ciptaan Allah.

Dengan begitu, akal kita akan menemukan jalan fitrahnya, yakni menyembah beribadah hanya kepada Allah sebagai pencipta seluruh makhluk.

Ketiga: Ikhlas dalam ilmu dan amal

Untuk mencapai tujuan tertinggi dari mempelajari ilmu dan melaksanakan amal kita butuh satu kunci, yaitu ikhlas.

Tanpa keikhlasan, ilmu dan amal kita akan sia-sia tak bernilai di sisi Allah. Jika ilmu dan amal kita tidak bernilai di sisi-Nya, tentu mustahil kita akan mampu istiqamah dalam amal ketaatan.

Keempat: Banyak-banyak membaca al-Quran

Al-Quran adalah sumber pengetahuan. Membaca, menghafal, dan mempelajari maknanya merupakan kunci dalam meraih istiqamah.

Allah berfirman,

اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ. لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ

“(Al-Quran) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.” (QS. At-Takwir: 27-28)

Kelima: Bersahabat dengan orang saleh

Seseorang bersama dengan orang yang ia cintai,” demikian sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana termaktub dalam riwayat at-Tirmizi hadits nomor 2307.

Maka, bertemanlah dengan orang saleh agar kalian mendapatkan manfaat atas kesalehannya. Berteman dengan orang saleh akan menguatkan kalian dalam istiqamah beramal.

Sebaliknya, jauhilah pertemanan dengan orang fasik dan pendosa agar kalian tidak terkena dampak buruk atas kefasikan dan dosa mereka. Berteman dengan orang fasik dan pendosa akan melemahkan kita dalam istiqamah beramal.

Keenam: Bersikap pertengahan dan bijaksana

Allah subhanahu wata’ala memerintahkan hamba-Nya untuk bersikap wasathiyah, pertengahan dan bijaksana dalam beramal. Tidak ifrath, berlebih-lebihan, juga tidak tafrith, meremehkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh imam al-Bukhari hadits nomor 39,

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ ‌يُشَادَّ ‌الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ، وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam urusan agama melainkan agama akan mengalahkannya, maka tepatkanlah, dekatkanlah, dan bergembiralah, minta bantuanlah dengan (melaksanakan ketaatan) di waktu pagi, sore, dan sebagian malam hari.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, dalam hadits riwayat Muslim. Hadits nomor 1306,

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit.

Ketujuh: Perbanyak doa

Doa adalah senjata. Segala bentuk ikhtiar, hendaknya disertai dengan doa. Demikian pula, dalam hal istiqamah dalam beramal, perlu juga menyertainya dengan doa.

Adakah doa istiqamah yang diajarkan oleh nabi? Ada. Bahkan, doa ini termasuk doa yang sering diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

اَللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Atau, boleh juga berdoa dengan lafal kita sendiri semampu kita, dengan syarat tidak menyalahi ketentuan dalam berdoa kepada Allah. Sebagaimana salah seorang ulama salaf yang bernama al-Hasan, selalu mengucapkan doa,

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبُّنَا ‌فَارْزُقْنَا ‌الِاسْتِقَامَةَ

Ya Allah, Engkau adalah Rabb kami, karuniakan kepada kami istiqamah dalam beribadah.”

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَلِيِّ الْمُؤْمِنِيْنَ وَمَوْلَى الصَّالِحِيْنَ، نَحْمَدُهُ عَلَى وِلَايَتِهِ لَنَا وَتَوَلِّيْهِ إِيَّانَا مَا دُمْنَا بِهِ وَبِمَا أَمَرَنَا أَنْ نُؤْمِنَ بِهِ مُؤْمِنِيْنَ، وَلِحُقُوْقِهِ وَحُقُوْقِ عِبَادِهِ مُؤَدِّيْنَ. نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ وَنُثْنِى عَلَيْهِ الْخَيْرَ كُلُّهُ، وَإِنَّا لَمُقَصِّرُوْنَ.

وَنُصَلِّى وَنُسَلِّمُ عَلَى صَفِيْـهِ مِنْ أَنْبِيَائِهِ وَخِيَرَتِهِ مِنْ خَلْقِهِ نَبِيِّنَا نَبِيُّ الرَّحْمَةِ مُحَمَّدٌ عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ صَلَاةً دَائِمَةً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Hari ini adalah hari besar kalian. Hari ketika kalian banyak memuji Allah subhanahu wata’ala. Hari kalian untuk menyambung tali persaudaraan. Hari kalian untuk saling berkunjung sesama saudara, saling memberi selamat, saling mendoakan.

Pada hari ini kami wasiatkan pada diri kami juga pada saudaraku sekalian dengan wasiat para pendahulu kita. Mari bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benarnya takwa.

Takutlah kepada Allah subhanahu wata’ala. Kerjakan semua perintah-perintah-Nya. Jauhi segala larangan-larangannya. Tegakkan syariat Allah subhanahu wata’ala kapan pun dan di mana pun kalian berada.

Tolonglah saudara seiman kalian yang membutuhkan, yang dekat atau pun yang jauh. Bersatulah di atas iman dan takwa. Janganlah berpecah belah sehingga kalian seperti buih yang lemah tak berarti.

Inilah kunci kebahagiaan dunia akhirat. Ingatlah, tidak ada kebahagiaan yang hakiki kecuali pada lima hal,

Pertama, Ketika seorang hamba tidak melakukan dosa juga tidak meninggalkan kewajiban agama,

Kedua, ketika seorang hamba meninggalkan dunia ini dalam keadaan beriman,

Ketiga, ketika Allah subhanahu wata’ala menyerahkan catatan amal seorang hamba dengan tangan kanan dan berhasil melalui jembatan shirath dengan selamat,

Keempat, ketika seorang hamba Allah subhanahu wata’ala masukkan ke dalam Surga,

Kelima, ketika seorang hamba bertemu dengan Allah subhanahu wata’ala dengan penuh keridhaan.

Saudaraku, jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Demikian materi khutbah Idul Fitri yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini, 1 Syawal 1443 Hijriyah, bertepatan dengan tahun 2022 Masehi. Semoga Allah subhanahu wata’ala mudahkan kita untuk istiqamah beramal dan beribadah hingga akhir hayat kelak.

Mari sejenak kita tundukkan hati kita untuk bermunajat kepada-Nya.

اَللَّهُمَّ إِنَّا قَدْ تَوَلَّيْنَا صِيَامَ شَهْرِنَا وَقِيَامَهُ عَلَى تَقْصِيْرٍ وَأَدَّيْنَا فِيْهِ مِنْ حَقِّكَ قَلِيْلاً مِنْ كَثِيْرٍ وَقَدْ أَنَخْنَا بِبَابِكَ سَائِلِيْنَ، وَلِفَضْلِكَ طَالِبِيْنَ فَلَا تَرُدَّنَا خَائِبِيْنَ وَلَا مِنْ رَحْمَتِكَ آيِسِيْنَ، فَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ إِلَيْكَ وَالْأُسَارَى بَيْنَ يَدَيْكَ، إِلَيْكَ تَوَجَّهْنَا وَلِمَعْرُوْفِكَ تَعَرَّضْنَا، وَلِبَابِكَ قَرَعْنَا وَمِنْ رَحْمَتِكَ سَأَلْنَا فَارْحَمْ خُضُوْعَنَا وَاجْبِرْهُ قُلُوْبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوْبَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوْبَنَا، وَأَقِرْ فِي الْقِيَامَةِ عُيُوْنَنَا وَلَا تُصْرِفْ وَجْهَكَ الْكَرِيْمِ عَنَّا.

اَللَّهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وَكِتَابَكَ وَعِبَادَكَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِإِمَامِنَا وَوُلَاةِ أُمُوْرِنَا

وَصَلِ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ الْأَحْيَاءِ وَالْمَيِّتِيْنَ أَجْمَعِيْنَ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ، قِيَامَنَا وَقِيَامَكُمْ

Download PDF materi Khutbah Idul Fitri di sini:

Semoga bermanfaat!

Pilihan materi khutbah Idul Fitri lainnya dapat Anda temukan di sini:

Topik Terkait

Sodiq Fajar

Bibliofil. Pemred dakwah.id

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.

%d blogger menyukai ini: