07 materi kultum ramadhan ujian kehidupan dakwah.id

Materi Kultum Ramadhan 07: Lima Ujian Kehidupan

Terakhir diperbarui pada · 1,602 views

Materi Kultum Ramadhan 07
Lima Ujian Kehidupan

Tulisan yang berjudul Lima Ujian Kehidupan ini adalah seri ke-07 dari serial Materi Kultum Ramadhan 1445 H yang ditulis oleh Ustadz Nofriyanto Abu Kayyisa Al-Minangkabawy.

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى حَبِيْبِنَا وَمَوْلَانَا سَيِّدِ الْبَشَرِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْأَخْيَارِ

Hadirin jamaah shalat Tarawih yang dirahmati Allah subhanahu wataala!

Dalam surat al-Baqarah ayat 155, Allah subhanahu wata’ala menyebutkan lima ujian kehidupan yang akan dihadapi oleh manusia selama menjalankan tugasnya sebagai hamba yang harus menyembah Allah subhanahu wata’ala semata,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Dan sungguh kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit perasaan takut dan lapar, serta kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.”

Rincian kelima ujian tersebut adalah sebagai berikut,

Pertama: Ujian Rasa Takut

Ujian kehidupan pertama yang berupa rasa takut ini bermakna lebih kepada ujian yang bersifat psikis yang menimpa kejiwaan.

Apa saja itu?

Seperti kekhawatiran, ketidaknyamanan, was-was, kegelisahan mendalam dan lainnya. Salah satu contohnya rasa takut yang muncul ketika bertemu musuh sebagaimana yang dipahami oleh sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma ketika menjelaskan makna khauf dalam ayat ini.

Berbagai ujian kejiwaan yang tadi disebutkan apabila kita renungkan tentu lebih membebani diri dari pada sekedar ujian fisik.

Mengapa?

Sebab orang yang sakit atau terganggu kejiwaannya tentu akan terganggu pula kesehatan fisiknya. Betapa banyak orang yang mengalami depresi, gila, stres hanya karena terganggu psikisnya?

Alasan lainnya, karena pikiran dan tubuh atau jasad dan ruh memiliki ikatan dan kaitan yang sangat erat. Sebagaimana yang pernah diingatkan oleh Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadisnya bahwa jika jiwa seseorang itu baik maka akan baik pula seluruh tubuhnya. Demikian sebaliknya, jika ia sakit maka akan sakit seluruhnya.

Kedua: Ujian Kelaparan

Bentuk ujian kehidupan kedua yang akan menimpa para hamba-Nya yaitu ujian fisik berupa rasa lapar.

Salah satu contohnya yaitu ujian berpuasa di bulan Ramadhan ini. Puasa membuat seorang hamba merasakan lapar dan dahaga. Perasaan yang mengingatkannya kepada apa yang dirasakan saudara-saudara muslim fakir miskin yang lain.

Bukankah ahli hikmah pernah ditanya suara, “Musik apa yang paling buruk?”

Lalu ia menjawab, “Suara garpu, sendok dan piring orang kaya yang sedang makan yang didengar oleh fakir miskin yang sedang kelaparan.”

Ikut merasakan penderitaan saudara yang lain merupakan sifat sejati seorang mukmin.

Ketiga: Ujian Kekurangan Harta

Ujian kehidupan ketiga yang menimpa hamba-Nya yaitu berkurangnya harta. Ujian dalam bentuk ini terbagi dua.

Pertama, bagi yang memiliki kelebihan harta bisa jadi ia berkurang karena dicuri, ditipu dalam perniagaan, diambil oleh orang lain, hilang atau musnah karena bencana.

Kedua, bagi orang yang kekurangan bisa jadi karena ia masuk kategori orang-orang fakir atau miskin.

Keempat: Ujian Kematian

Ujian kehidupan keempat yang menimpa para hamba-Nya bisa berupa wafatnya orang-orang yang ia cintai; orang tua, istri, suami, anak, saudara, saudari, atau kerabat lainnya. Sebab, kematian merupakan sebuah kepastian.

Kelima: Ujian Kekurangan Hasil Pertanian

Ujian terakhir dalam ayat ini boleh kita maknai dengan kesulitan dalam makanan pokok sehari-hari.

Bagi petani misalnya, terkadang mereka diuji dengan musim paceklik, gagal panen, wabah, hama, harga benih dan harga pupuk yang melambung tinggi, dan lainnya. Bagi yang bukan petani diuji dengan harga bahan pokok yang terus melambung tinggi.

Berita Gembira Bagi Orang-orang yang Sabar

Allah menjanjikan berita gembira bagi orang-orang yang mau bersabar dengan kelima ujian tadi. Berita gembira dengan terangkatnya musibah, terpenuhinya hajat, diberi ganti yang lebih baik dan segala kebaikan lainnya.

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, hadits nomor 1526, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

  مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ (إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ) اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا،

Tidak ada seorang hamba pun yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan ‘INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI’UN. ALLAHUMMA’JURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA’ (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik) melainkan Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.’”

Ummu Salamah kembali berkata:

فَلَمَّا تُوُفِّيَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِي خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

Ketika Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun mengucapkan doa sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkankan padaku. Maka Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Demikian penjelasan ringkas tentang lima ujian kehidupan yang akan senantiasa menjadi tantangan setiap hamba sebelum ajal menjemput pada materi kultum Ramadhan kali ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang bersabar dalam menjalaninya.  (Nofriyanto/dakwah.id)

Baca juga artikel Materi Kultum Ramadhan atau artikel menarik lainnya karya Nofriyanto Abu Kayyisa Al-Minangkabawy.

Materi Kultum Ramadhan Terbaru:

Topik Terkait

Nofriyanto, M.Ag

Dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA GONTOR, Direktorat Islamisasi UNIDA GONTOR, Alumni Program Kaderisasi Ulama Gontor angkatan VII, Konsentrasi bidang pemikiran Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *