materi khutbah jumat jangan menghina orang lain dakwah id

Materi Khutbah Jumat: Jangan Menghina Orang Lain

Materi Khutbah Jumat
Jangan Menghina Orang Lain

Oleh: Abdul Halim Tri Hantoro, S.Pd.I

 

 

*) Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِسْلاَمِ، وَأَنَارَ لَنَا طَرِيْقَ الْإِيْمَانِ، وَهَيَّأَ لَنَا سُبُلَ الْإِحْسَانِ، أَحْمَدُهُ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَإنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد

Segala puji bagi Allah Ta’ala Dzat yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Dialah yang telah menunjuki kita akan akhlak yang mulia, tiada yang bisa memberi petunjuk melainkan Dia. Dan Allah pula yang telah menghindarkan kita dari akhlak tercela, tiada yang bisa menghindarkannya melainkan Dia.

Shalawat dan salam semoga tercurah untuk baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Keluarga dan para sahabatnya. Semoga keselamatan juga Allah curahkan untuk umatnya yang selalu berpegang teguh kepada ajarannya.

Kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas takwa kepada Allah subhanahu wataala dengan sebenar-benar ketakwaan, dalam arti selalu tunduk dan patuh terhadap segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Allah ’azza wajalla berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Wahai orangorang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenarbenar takwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

 

Larangan Menghina Orang Lain

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Sejatinya tatanan masyarakat ideal yang dikehendaki oleh Islam adalah tatanan masyarakat yang senantiasa menjunjung tinggi adab, sopan santun, dan kemuliaan akhlak.

Melalui kesempurnaan syariatnya, agama Islam memberikan arahan bagaimana menciptakan interaksi saling menghargai, mencintai, dan menghormati satu sama lain.

Betapa indahnya penggambaran dalam al-Quran akan arahan Islam tersebut sebagaimana firman Allah Ta’ala,

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujurat: 10-11)

Ayat di atas menjelaskan bahwasanya perbuatan menggolok-olok, mencemooh, dan menghina orang lain menurut Islam adalah perbuatan yang haram untuk dilakukan. Menghina orang lain dengan sebutan binatang, menghina orang lain dengan perbuatan, apalagi zaman sekarang, banyak sekali kita jumpai tindakan menghina orang lain di media sosial.

Baca juga: Menghina dengan Sebutan Binatang itu Dosa Besar

Tentang ayat di atas, Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari menjelaskan, sesungguhnya Allah melarang kepada orang-orang beriman secara umum dari menghina orang Islam yang lain, apa pun bentuknya. Tidak halal bagi orang beriman untuk menghina orang lain karena kefakirannya, atau karena dosa yang dilakukannya, atau selainnya.

Ibnu Jauzi juga menjelaskan, janganlah orang yang kaya menghina yang miskin, jangan pula yang terjaga dari dosa menghina orang lain yang berbuat dosa, jangan pula orang yang punya nasab yang tinggi menghina yang bernasab rendah atau yang semisalnya. Karena barang kali yang dihina lebih baik dari pada yang menghina.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Mengolok-olok atau menghina orang lain dalam istilah syariat Islam adalah sukhriyah dan Istihza’. Artinya adalah Ihtiqar (merendahkan) manusia, dan menyebut aib dan kekurangannya dengan tujuan agar ditertawakan baik dengan perkataan, perbuatan, isyarat, atau gerakan tertentu.

Betapa buruknya perbuatan ini dan betapa tercelanya sifat menghina orang lain seperti ini. Tidaklah hal itu dilakukan kecuali oleh orang yang akalnya kurang waras atau hatinya telah mati.

Cukuplah bukti akan keburukan perbuatan ini adalah bahwasanya mengolok-olok dan menghina termasuk ciri khas atau amalannya orang-orang munafik.

Dalam sejarahnya digambarkan betapa orang munafik adalah golongan yang paling getol menghina para nabi dan pengikut mereka padahal para Rasul tersebut tidaklah membawa melainkan kebenaran dan petunjuk dari Allah subhanahu wataala.

Allah subhanahu wataala berfirman,

وَاِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَالُوْٓا اٰمَنَّا ۚ وَاِذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا مَعَكُمْ ۙاِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, ‘Kami telah beriman.’ Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.’” (QS. Al-Baqarah: 14)

Dan juga firman-Nya,

يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُوْنَ اَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلِ اسْتَهْزِءُوْاۚ اِنَّ اللّٰهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُوْنَ

Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu.” (QS. At-Taubah: 64)

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Di antara gambaran perbuatan menghina yang dilarang dengan keras oleh agama Islam adalah menghina Allah subhanahu wataala.

Termasuk dalam perbuatan menghina Allah adalah tidak hanya menghina keesaan Allah, tetapi seseorang menghina kalam-Nya, agama-Nya, hukum-hukum-Nya, para Rasul-Nya atau orang-orang beriman secara umum. Menghina golongan-golongan itu termasuk juga menghina Allah subhanahu wataala.

Allah subhanahu wataala berfirman,

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ. لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ ۗ اِنْ نَّعْفُ عَنْ طَاۤىِٕفَةٍ مِّنْكُمْ نُعَذِّبْ طَاۤىِٕفَةً ۢ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا مُجْرِمِيْنَ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’. Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa.” (QS. At-Taubah: 65-66)

Termasuk juga di dalamnya adalah menghina hamba Allah subhanahu wataala apakah dikarenakan keteguhannya dalam mengamalkan syariat ataukah dikarenakan memiliki aib kekurangan dalam hal fisik yang tampak atau bahkan menghina lantaran ia banyak berbuat dosa dan pelanggaran agama.

Tidaklah pantas bagi seorang mukmin untuk menghina orang lain yang terkena musibah. Janganlah menertawakannya, janganlah merendahkannya, akan tetapi ucapkanlah, alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang menimpa saudaraku, dan Allah telah memberiku karunia yang banyak di atas hamba-Nya yang beriman.

 

Hadits Menghina Orang Lain

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Pernah ada suatu kejadian pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  yang menggambarkan tentang permasalahan di atas. Disebutkan di dalam Shahih al-Bukhari,

Aku bertemu Abu Dzar di Rabdzah yang saat itu mengenakan pakaian dua lapis, begitu juga anaknya, maka aku tanyakan kepadanya tentang itu, maka dia menjawab, ‘Aku telah menghina seseorang dengan cara menghina ibunya, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam menegurku,

يَا أَبَا ذَرٍّ أَعَيَّرْتَهُ بِأُمِّهِ إِنَّكَ امْرُؤٌ فِيكَ جَاهِلِيَّةٌ إِخْوَانُكُمْ خَوَلُكُمْ جَعَلَهُمْ اللَّهُ تَحْتَ أَيْدِيكُمْ فَمَنْ كَانَ أَخُوهُ تَحْتَ يَدِهِ فَلْيُطْعِمْهُ مِمَّا يَأْكُلُ وَلْيُلْبِسْهُ مِمَّا يَلْبَسُ وَلَا تُكَلِّفُوهُمْ مَا يَغْلِبُهُمْ فَإِنْ كَلَّفْتُمُوهُمْ فَأَعِينُوهُمْ

Wahai Abu Dzar apakah kamu menghina ibunya? Sesungguhnya kamu masih memiliki (sifat) jahiliyyah. Saudara-saudara kalian adalah tanggungan kalian, Allah telah menjadikan mereka di bawah tangan kalian. Maka siapa yang saudaranya berada di bawah tangannya (tanggungannya) maka jika dia makan berilah makanan seperti yang dia makan, bila dia berpakaian berilah seperti yang dia pakai, janganlah kalian membebani mereka sesuatu yang di luar batas kemampuan mereka. Jika kalian membebani mereka, maka bantulah mereka.” (HR. Al-Bukhari No. 30)

Materi Khutbah Jumat: 4 Amalan Pembuka Pintu Kebaikan

Selain itu, ada sebuah Hadits menghina orang lain yang cukup pendek namun padat makna.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

سِبَابُ ‌الْمُسْلِمِ ‌فُسُوْقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.” (HR. Al-Bukhari No. 48)

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

‌اَلْمُسْلِمُ ‌مَنْ ‌سَلِمَ ‌الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Muslim yang sempurna adalah yang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya.” (HR. Al-Bukhari No. 6484)

 

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Demikian khutbah pertama kami sampaikan tentang larangan perbuatan menghina orang lain, semoga Allah Ta’ala membimbing kita untuk senantiasa melazimi akhlak mulia hingga ajal menjemput. Amiin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

KHUTBAH KEDUA

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

 

Download PDF Materi Khutbah Jumat dakwah.id
Jangan Menghina Orang Lain di sini:

DOWNLOAD PDF

Semoga bermanfaat!

 

Topik Terkait

Abdul Halim Tri Hantoro, S.Pd.I

Mahasiswa pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam di IAIN Surakarta. Konsentrasi di bidang Tafsir, Hadits dan Tazkiyah. Penikmat kitab Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Kitab hadits Shahih Fadhailul A'mal karya Syaikh Ali Bin Nayif Asy-Syahud, kitab Madarijus Salikin Manazil Iyyaka Na'budu wa Iyyaka Nasta'in karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Aktif mengajar di beberapa kajian tafsir, hadits, dan kajian umum.

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.