materi kultum ramadhan 3 keutamaan merahasiakan sedekah dakwah.id

Kultum Ramadhan 03: Keutamaan Merahasiakan Sedekah

Tulisan yang berjudul Keutamaan Merahasiakan Sedekah ini adalah seri ke-03 dari serial Materi Kultum Ramadhan yang ditulis oleh ustadz Muhammad Faishal Fadhli.

Islam mengajarkan umatnya untuk saling peduli satu sama lain. Dan di antara bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan adalah sedekah: mengeluarkan harta untuk menolong saudara seiman, terlebih yang sedang kesulitan.

Ada begitu banyak ayat, hadits, perkataan ulama serta kisah-kisah ajaib, yang dapat membangkitkan semangat sedekah dan berbagi. Seperti misalnya hadits Nabi yang berbunyi,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Setiap pagi ada dua malaikat yang turun. Malaikat pertama berdoa;‘Ya Allah, berikanlah ganti yang lebih baik bagi orang yang bersedekah. Malaikat kedua berdoa;‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi yang tidak mau bersedekah (pelit).” (HR. Al-Bukhari No. 1374; HR. Muslim No. 1010)

Bicara tentang keutamaan sedekah, ada sebuah ayat yang sangat menarik untuk dikaji. Secara tersurat, ayat ini memberi informasi bahwa sedekah sirriyah jauh lebih utama daripada sedekah secara jahriyah (terang-terangan).

Pengertian sedekah sirriyah adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh orang lain; merahasiakan sedekah dari sepengetahuan orang lain.

Allah subhanahu wataala berfirman,

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271)

Para mufasir sepakat bahwa ayat ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa keutamaan merahasiakan sedekah atau sedekah sirriyah jauh lebih besar dibanding menampakkan sedekah atau sedekah jahriyah.

Kenapa menyembunyikan sedekah jauh lebih baik daripada menampakkannya? Berikut ini beberapa alasan, keutamaan merahasiakan sedekah, untuk menjawab pertanyaan tersebut:

Pertama: Jaminan Naungan dari Allah Ta’ala

Dalam sebuah hadits yang cukup panjang dijelaskan bahwa di akhirat kelak, ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan di hari tidak ada lagi naungan kecuali dari Allah.

Golongan keenam dari tujuh golongan itu adalah seseorang yang begitu hati-hati saat bersedekah, seperti operasi senyap yang tidak ingin diketahui oleh siapa pun. Bahkan, orang terdekatnya tidak tahu bahwa ia bersedekah.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

…وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

“…Seorang lelaki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Al-Bukhari No. 629; HR. Muslim No. 1031)

Kedua dan Ketiga: Menghilangkan Kemurkaan Ar-Rahman, Mencegah Su’ul Khatimah

Kedua dan ketiga, menghilangkan kemurkaan Ar-Rahman dan dapat mencegah dari kematian yang buruk.

Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ

Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb (Allah).” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, lihat Shahih at-Targhib 1/532). Dalam riwayat at-Tirmidzi ada sedikit tambahan redaksi, tadfau maytata as-su’, yakni menjauhkan pelakunya dari su’ul khatimah.

Keempat: Terhindar dari Riya’

Godaan terbesar bagi para penderma adalah rasa ingin dipuji, pamer kebaikan demi memperoleh penghormatan sesaat. Niatan seperti ini, sangat merusak amal dan hanya bisa diobati dengan menyadari bahwa harta yang ia keluarkan itu sejatinya hanya titipan dari Allah, bukan semata-mata diraih karena kerja kerasnya. Oleh karenanya, demi menjaga keikhlasan, sedekah sirriyah sangat dianjurkan.

Kelima: Menjaga Perasaan Orang yang Diberi Sedekah

Sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu sesama. Hanya saja, sering kali sebagian orang merasa malu untuk meminta bantuan dan merasa segan ketika diberi santunan. Sedekah sirriyah dapat mengatasi problem yang satu ini.

Imam al-Ghazali rahimahullah bertutur bahwa orang-orang terdahulu berusaha keras untuk menyembunyikan sedekahnya sehingga mereka tidak suka jika orang miskin yang diberi itu mengetahui siapa pemberinya. Karena itu terkadang mereka lebih suka bersedekah kepada orang-orang miskin yang buta.

Intinya, dengan sedekah sirriyah, orang yang mendermakan hartanya tidak merasa berjasa dan orang yang disantuni tidak merasa berhutang budi sehingga membebani diri untuk membalasnya.

Keenam: Mendapatkan Doa dari Malaikat di Waktu Mustajab

Hal ini sebagaimana keterangan hadits tentang keutamaan sedekah yang telah disinggung di awal pembahasan. Bahwasanya ada dua malaikat di waktu pagi mendoakan kebaikan bagi yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi di hari itu.

Ketujuh: Sedekah Sirriyah adalah Kekuatan Manusia yang Luar Biasa

Sedekah sirriyah adalah kekuatan manusia yang luar biasa, mengalahkan empat elemen terkuat di bumi.

Diriwayatkan dari at-Tirmdzi, bahwasanya tatkala Allah menciptakan bumi, bumi itu berguncang. Lalu Allah menancapkan gunung-gunung di atasnya. Seketika bumi tenang. Para malaikat takjub melihatnya. Kemudian mereka bertanya,

Adakah makhluk yang Engkau ciptakan yang lebih kuat dari gunung-gunung itu?”

Allah menjawab,

Ada, yaitu besi.”

Mereka bertanya lagi adakah makhluk yang lebih kuat dari besi. Allah menjawab,

Ada, yaitu api.”

Mereka bertanya lagi adakah makhluk yang lebih kuat dari api. Allah menjawab,

Ada, yaitu air.”

Mereka bertanya lagi adakah makhluk yang lebih kuat dari air. Kemudian Allah menjawab,

Ada, yaitu anak Adam, ketika ia bersedekah, tangan kanannya disembunyikan dari tangan kirinya.”

Masyaallah…. Demikianlah tujuh keutamaan merahasiakan sedekah.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa: orang dermawan yang tulus-ikhlas dalam bersedekah, tidak riya’ dan penuh kasih sayang, maka amalannya itu akan menjadi kekuatan bagi dirinya. Allah akan menolongnya di dunia dan di akhirat. Seluruh dosa dan kesalahannya, akan dibasuh dengan pahala kebaikan sedekah sirriyah. Wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thariiq. (Muhammad Faishal Fadhli/dakwah.id)

Baca juga artikel Materi Kultum Ramadhan atau artikel menarik lainnya karya Muhammad Faishal Fadhli.

Penulis: Muhammad Faishal Fadhli
Editor: Ahmad Robith

Artikel Materi Kultum Ramadhan sebelumnya:

Topik Terkait

Muhammad Faishal Fadhli

Pengkaji Literatur Islami. Almnus Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor angkatan 14.

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.

%d blogger menyukai ini: