khutbah jumat terbaru maulid nabi muhammad dakwah.id

Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad Makna dan Intisari

Khutbah Jumat Terbaru
Maulid Nabi Muhammad Makna dan Intisari

Pemateri: Sodiq Fajar

*) Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan

اَلْحَمْدُ لِلهِ الْعَزِيْزِ الْقَهَّارِ، اَلْعَالِمِ بِالْأَسْرَارِ الَّذِيْ اصْطَفَى سَيِّدَ الْبَشَرِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ بِنُبُوَّتِهِ، وَرِسَالَتِهِ، وَحَذَرَ جَمِيْعَ خَلْقِهِ مُخَالَفَتُهُ فَقَالَ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيما شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجاً مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيماً

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ المَلِكُ الحَقُّ المُبِينُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ المُصْطَفَى، وَرَسُولُهُ المُجْتَبَى، وَحَبِيبُهُ المُرْتَضَى، خَاتَمُ النَّبِيِّينَ، وَإِمَامُ المُرْسَلِينَ، وَقَائِدُ الغُرِّ المُحَجَّلِينَ، الصَّادِقُ الوَعْدِ الأَمِينُ.

أيُّها الْفُضَلَاء، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تُفْلِحُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَيَرْضَى عَنْكُمْ رَبُّكُمْ، وَتَفُوْزُوا بِالْجِنَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ. أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa merawat dan meningkatkan kualitas takwa kepada Allah subhanahu wata’ala.

Mari kita berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah-perintah Allah subhanahu wata’ala dan menjauhi semua larangan-Nya. Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa memudahkan langkah kita dalam menapaki jalan ketaatan kepada-Nya. Amin

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Saat ini kita berada di bulan yang sangat mulia. Bulan Rabiul Awwal. Kenapa bulan Rabiul Awwal disebut bulan mulia? Apa kemuliaan bulan Rabiul Awwal?

Bulan Rabiul Awwal adalah bulan mulia karena pada bulan tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan. Rabiul Awwal adalah bulan maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan di perkampungan bani Hasyim, Makkah. Lahir pada hari Senin pagi, tanggal 9 Rabiul Awwal. Ada juga yang mengatakan tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Gajah.

Proses kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dibantu oleh ibunda Abdurrahman bin Auf yang bernama asy-Syifa’ binti Amr.

Ketika ibunda Aminah melahirkannya, keluar darinya cahaya yang menampakkan istana-istana negeri Syam. Lalu ia mengutus seseorang untuk menyampaikan kabar gembira kelahirannya kepada sang kakek, Abdul Muthalib.

Abdul Muthalib bergegas mendatanginya dengan penuh suka cita. Ia lalu menggendongnya. Lalu membawanya masuk ke dalam Kakbah. Ia mendoakannya, lalu menamai putra Aminah itu dengan Muhammad. Dengan harapan, kelak ia menjadi manusia yang selalu dipuji.

Intisari Maulid Nabi Adalah Menyadari Bukti Cinta Nabi

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Masyarakat saat ini memahami arti maulid nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Namun, pada hakikatnya maulid nabi atau lahirnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah garis permulaan perubahan peradaban dunia.

Sekian lama dunia ini diliputi oleh kegelapan kekufuran dan kebodohan. Manusia tenggelam dalam kemusyrikan. Tidak mengenal Pencipta sebenarnya. Yang mereka kenal adalah berhala-berhala yang terbuat dari batu dan kayu. Sebagai tempat mereka mengadu dan memuja, tempat bergantung, berharap, berkorban, dan bernazar.

Lahirnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam membawa cahaya perubahan yang sangat besar.

Pada hari Senin itulah maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang membawa cahaya petunjuk dan hidayah, dengan penuh kelembutan dan hikmah.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat Ali Imran ayat 164,

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Quran) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitabnya Shahih Muslim, hadits nomor 1162, suatu ketika ada seorang sahabat yang bertanya perihal puasa sunnah hari Senin.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‌فِيهِ ‌وُلِدْتُ، وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ

Pada hari itulah aku dilahirkan dan pada hari itu pula aku wahyu turun kepadaku.”

Jika ada yang bertanya, maulid nabi tanggal berapa? Berdasarkan keterangan dari para ulama ahli sejarah, kita akan menemukan beberapa jawaban. Ada ulama yang berpendapat, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lahir tanggal 9, ada ulama yang berpendapat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lahir tanggal 12.

Keterangan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lahir pada tanggal 9 secara riwayat nilainya lebih sahih, sedangkan keterangan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lahir pada tanggal 12 lebih populer di kalangan masyarakat. Demikian penjelasan dari Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri dalam kitab Raudhatul Anwar yang sudah diterjemah ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Sirah Nabawiyah Sahih Sejarah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketika memasuki bulan Rabiul Awwal, pikiran kita langsung teringat pada maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Hari lahir Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Pikiran dan perasaan kita ini tidak lain dan tidak bukan adalah karena kita cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Namun, masalahnya adalah apakah kita mengerti bagaimana cara yang benar dalam mengekspresikan cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Teladan Ulama Salaf dalam Mengekspresikan Cinta Nabi

Para ulama salaf adalah hamba-hamba Allah subhanahu wata’ala yang tidak diragukan lagi kejujuran cintanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kepada mereka kita berteladan. Kepada mereka kita berguru. Kepada mereka kita merujuk dalam ilmu dan adab.

Para ulama salaf telah memberikan contoh yang nyata bagaimana cara mengungkapkan cinta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang benar.

Pertama, Tunduk dan Patuh pada Perintah Nabi

Cara mengekspresikan cinta kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dengan taat, tunduk, dan patuh pada segala perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam serta menjauhi segala sesuatu yang beliau larang.

Allah subhanahu wata’ala menegaskan dalam surat al-Hasyr ayat 7,

وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.”

Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk melaksanakan shalat lima waktu berjamaah di masjid, mari kita laksanakan. Jika Rasulullah memerintahkan untuk menjauhi riba, melarang makan makanan haram, melarang judi, melarang korupsi, dan semisalnya, ya mari kita jauhi perbuatan-perbuatan larangan tersebut.

Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk saling menyayangi sesama muslim, saling membantu, dan memerintahkan untuk menyatukan barisan kaum muslimin, ya mari kita upayakan itu. Mari bersatu. Mari tinggalkan segala tindakan yang dapat menyebabkan perselisihan dan perpecahan kaum muslimin.

Seperti inilah bukti nyata cinta kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kedua, Menghidupkan Sunnah Rasul

Jika kita mengaku cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mari kita buktikan cinta tersebut dengan menghidupkan sunnah-sunnah yang telah beliau ajarkan.

Para ulama salaf adalah potret orang-orang yang paling semangat dalam menghidupkan sunnah nabi dalam aktivitas keseharian mereka. Mulai dari sunnah yang ringan sampai sunnah yang berat dalam pelaksanaannya. Baik sunnah yang merupakan amalan batin atau pun sunnah yang berupa amalan lahir.

Ketiga, Menyebarkan Ajaran Nabi

Jika kita benar-benar jujur dalam mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mari kita wujudkan cinta itu dengan mendakwahkan dan menyebarkan ajaran nabi.

Syariat Islam yang ada saat ini, seluruhnya bersumber dari al-Quran dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mari kita berusaha semaksimal mungkin mengamalkan syariat Islam ini, kemudian menyebarkannya. Mari kita tunjukkan syiar-syiar Islam. Agar dakwah Islam ini sampai kepada orang-orang yang belum mengenal Islam.

Keempat, Berjuang menegakkan ajaran Nabi dengan hati, lisan, dan kekuatan

Syariat Islam yang diajarkan oleh Rasulullah adalah syariat sempurna dari Allah Sang Pencipta Alam Semesta ini. Inti dari ajaran Rasulullah adalah menyadarkan manusia agar kembali beribadah dan menyembah hanya kepada Allah semata.

Ini adalah syariat yang sangat mulia. Berpegang teguh pada syariat Allah adalah puncak dari kemuliaan kita sebagai hamba Allah.

Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 103,

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”

Dalam surat asy-Syura ayat 13 Allah subhanahu wata’ala berfirman,

شَرَعَ لَكُمْ مِّنَ الدِّيْنِ مَا وَصّٰى بِهٖ نُوْحًا وَّالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهٖٓ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسٰٓى اَنْ اَقِيْمُوا الدِّيْنَ وَلَا تَتَفَرَّقُوْا فِيْهِۗ

Diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya.”

Inilah cara yang ditempuh oleh para generasi salaf dari kalangan sahabat Muhajirin dan Anshar, serta Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in yang sangat mulia, dalam membuktikan kejujuran cinta mereka kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mereka membuktikan cinta Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sepanjang waktu, bukan di waktu-waktu tertentu saja, tapi sepanjang waktu dalam setiap detik perjalanan hidup yang mereka lalui.

Dengan cara inilah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikenal oleh seluruh manusia di penjuru dunia dari generasi ke generasi. Islam tersebar luas di seluruh penjuru dunia.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Maka, mari kita maknai maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini dengan makna yang sebenar-benarnya. Mari buktikan ketaatan kita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mari kita amalkan syariat yang Allah subhanahu wata’ala turunkan kepadanya. Mari kita dakwahkan risalah Islam ini dengan penuh hikmah. Mari kita perjuangkan tegaknya syariat Islam yang beliau ajarkan.

Inilah langkah nyata cinta kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mari jadikan bulan maulid nabi Muhammad ini sebagai momen untuk menyadarkan diri terhadap kejujuran kita dalam mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga, momen maulid nabi ini tidak hanya terhenti pada perayaan peringatan tanpa ada makna yang lebih dalam dan lebih bermanfaat dari itu.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Demikian materi khutbah Jumat singkat tentang makna dan intisari maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita dalam melaksanakan syariat-syariat-Nya, dan meridhai kita sebagai umat yang disayangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di akhirat kelak.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي دَبَّرَ عِبَادَهُ فِي كُلِّ أُمُوْرِهِمْ أَحْسَنَ تَدْبِيْرٍ، وَيَسَّرَ لَهُمْ أَحْوَالَ الْمَعِيْشَةِ وَأَمْرِهِمْ بِالْاِقْتِصَادِ وَنَهَاهُمْ عَنِ الْإِسْرَافِ وَالتَّقْتِيْرِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اَللَّهُمَّ أعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَاحْمِ حَوْزَةَ الدِّيْنِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

اَللَّهُمَّ فُكَّ قَيْدَ أَسْرَانَا وَأَسْرَى الْمُسْلِمِيْنَ، وَرُدَّهُمْ إِلَى أَهْلِهِمْ سَالِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّهُمْ فِي حَاجَةٍ عَاجِلَةٍ إِلَى رَحَمَاتِكَ، فَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ رَحَمَاتِكَ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ، اَللَّهُمَّ مَنْ آذَاهُمْ فآذِهِ وَمَنْ عَادَاهُمْ فَعَادِهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

اَللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْنَا نِعَمَكَ، وَوَفِّقْنَا لِشُكْرِكَ وَطَاعَتِكَ، وَأَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاجْعَلْ مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيْنَا مِنَ الْخَيْرَاتِ مُعِيْنَةً عَلَى مَا أَمَرْتَنَا بِهِ مِنَ الطَّاعَاتِ

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا فِي ثِمَارِنَا وَزُرُوعِنَا وكُلِّ أَرْزَاقِنَا يَا ذَا الجَلالِ وَالإِكْرَامِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Download PDF Materi Khutbah Jumat
Maulid Nabi Makna dan Intisari 
di sini:

Semoga bermanfaat!

Topik Terkait

Sodiq Fajar

Bibliofil. Pemred dakwah.id

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.

%d blogger menyukai ini: