khutbah jumat singkat kriteria muslim berkualitas tinggi dakwah.id

Khutbah Jumat Singkat: Kriteria Muslim Berkualitas Tinggi

Terakhir diperbarui pada · 3,060 views

Khutbah Jumat Singkat
Kriteria Muslim Berkualitas Tinggi

Pemateri: Muhammad Faishal Fadhli

*) Link download materi khutbah Jumat versi PDF ada di bawah tulisan ini

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰه إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

فَأِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَة، وَكُلَّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ:

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Ketika Syaikh al-Mutawalli asy-Sya’rawi berkunjung ke San Fransisico, beliau ditanya oleh seorang orientalis, “Apakah ayat-ayat yang ada di dalam al-Quran seluruhnya benar?”

Maka dengan tegas Syaikh menjawab, “Iya, saya yakin benar.”

Kemudian orientalis itu bertanya lagi, “Jika demikian, kenapa Allah menjadikan orang-orang kafir berkuasa atas kalian, padahal dalam al-Quran disebutkan bahwa, ‘Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman (Mukminin).(QS. An-Nisa: 114).

Syaikh al-Mutawalli menjawab dengan bijak, “Karena kami masih Muslimin belum menjadi Mukminin.

Merasa belum paham puas dengan jawaban tersebut, orientalis itu bertanya lagi, “Apa bedanya antara Muslimin dan Mukminin?”

Syaikh menjawab, “Kaum Muslimin hari ini, menunaikan seluruh syiar Islam, dari mulai shalat, zakat, puasa Ramadhan, menyembelih hewan udhiyah, umrah, haji, dan ibadah lainnya. Namun mereka sangat gersang! Mereka gersang ilmu ekonomi, sosial, militer, dan lainnya.”

Mengapa kegersangan itu terjadi?” tanya orientalis lagi.

Syaikh menjawab dengan mengutip sebuah ayat, “Orang-orang Arab Badui berkata,‘Kami telah beriman. Katakanlah (kepada mereka),‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu.” (QS. Al-Hujurat: 14).

Dari percakapan di atas, dapat disimpulkan bahwa Syaikh Mutawalli asy-Sya’rawi sangat menyoroti kualitas keislaman kaum muslimin hari ini yang masih jauh di bawah standar.

Beliau juga menekankan adanya perbedaan antara muslim dan mukmin. Sebab nash-nash syariat, baik dari al-Quran maupun as-Sunnah, memang membedakan antara keduanya.

Meskipun istilah iman dan Islam bisa saling mewakili ketika disebutkan sendiri-sendiri, akan tetapi, ketika disebutkan secara bersamaan dalam satu konteks pembahasan, masing-masing mempunyai arti tersendiri. Inilah yang dimaksud dengan kaidah idzaa ijtama iftaraqa, wa idzaa iftaraqa ijtamaa.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Untuk lebih mudah memahami perbedaan antara mukmin dan muslim, cobalah simak dan renungi perkataan sederhana berikut ini, “Jika engkau ingin melihat mukmin, lihatlah ketika shalat Subuh. Jika ingin melihat muslim, lihatlah ketika shalat Id.”

Simpelnya, dapat dijelaskan bahwa, mukmin identik dengan kualitas, sedangkan muslim identik dengan kuantitas. Bisa disimpulkan bahwa mukmin adalah next level dari muslim yang terus berbenah dan meningkatkan kualitas dirinya. Baik dari aspek ruhiyah, ilmiyah, maupun jasadiyahnya.

Pertanyaannya kemudian, “Seperti apa sifat-sifat muslim yang berkualitas mukmin?”

Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan sifat-sifat tersebut dalam sebuah hadits yang cukup panjang,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ. احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ. وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ.

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu), serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.

Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata,‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan terjadi begini dan begitu. Tetapi, katakanlah,‘Qaddarallahu wa maa syaa faala (Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki). Karena ucapan seandainya akan membuka pintu setan.”(HR. Muslim no. 2664).

Para ulama menjelaskan, al-mukmin al-qawiy, orang beriman yang kuat dalam sabda ini bukan hanya sebatas fisik. Tetapi mencakup banyak hal: akidah, ibadah, akhlak, ekonomi, sosial, politik, dan sebagainya.

Sabda mulia yang satu ini, mengisyaratkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,sangat memerhatikan peningkatan kualitas SDM. Nabi berharap agar umatnya menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas tinggi. Karena kualitas manusia adalah syarat mutlak kejayaan sebuah peradaban.

Maka sangat disayangkan jika kita masih terlena dengan kuantitas, tapi mengabaikan kualitas. Seumpama buih di lautan: banyak jumlahnya, sedikit kekuatannya.

Dari hadits di atas, setidaknya, ada empat hal yang diwasiatkan oleh Nabi. Dan empat hal ini, bisa dijadikan acuan untuk meningkatkan kualitas.

Empat Kriteria Muslim Berkualitas Tinggi

Pertama:Bersungguh-sungguh dalam menghasilkan hal-hal yang bermanfaat

Kriteria muslim berkualitas tinggi yang pertama adalah bersungguh-sungguh dalam menghasilkan hal-hal yang bermanfaat. Diambil dari sabda, Ihsrish alaa maa yanfauka.

Aplikasinya, diawali dengan memupuk semangat dalam belajar, melawan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, meninggalkan budaya malas, mengurangi rebahan untuk sekedar bermain game atau hiburan lainnya, dan tidak membuang-buang waktu untuk hal yang sia-sia.

Kedua: Banyak berdoa

Kriteria muslim berkualitas tinggi yang kedua adalah banyak berdoa.

Dikutip dari sabda, Wastain billah. Lafal “istianah”ini tercantum dalam Surah al-Fatihah; Iyyaka nabudu wa iyyaka nastain.

Maknanya: sebagai hamba Allah, setelah menunaikan ibadah, kita memohon pertolongan kepada-Nya. Maka, jangan lewatkan kesempatan ini.

Karena sejatinya doa adalah senjata paling ampuh yang Allah subhanahu wataala sediakan bagi seorang mukmin.

Jika poin pertama lebih tertuju pada aspek zahir, poin kedua ini lebih menekankan aspek batin. Meminjam dawuh almarhum KH. Hasyim Muzadi, “Ikhtiar itu doa lahir, dan doa itu ikhtiar batin.

Inilah fungsi doa dalam konteks peningkatan kualitas. Bahwa orang yang merutinkan zikir dan doa, bukan hanya mendapatkan banyak pahala dan keutamaan. Tetapi, juga memiliki spirit yang kuat.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Ketiga: Selalu optimis

Kriteria muslim berkualitas tinggi yang ketiga adalah adalah selalu optimis.

Disimpulkan dari sabda,  wa laa tajaz. Nabi berpesan, jangan merasa lemah. Sebuah pesan yang sangat berkait erat dengan dua poin sebelumnya. Bahwa orang yang selalu bersungguh-sungguh dan rajin berdoa, tentunya tidak mudah putus asa. Ia selalu mencari kemudahan di tengah kesulitan.

Nabi shallallahu alaihi wasallam menginginkan umat Islam bermental tahan banting dan tidak mudah menyerah, tidak banyak mengeluh. Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk tidak berkembang. Gangguan dan halangan dari luar, tidak menyurutkan semangat.

Almarhum KH. Syuhada Bahri rahimahullah pernah berpesan, “Semakin berat ujian dakwah, semakin wajib hukumnya (berdakwah). Dan jika bersabar, semakin besar pahalanya.”

Keempat: Pasrah dan tawakal

Kriteria muslim berkualitas tinggi yang keempat adalah pasrah dan tawakal.

Faidah dari sabda, “fa laa taqul law annii faaltu kadzaa wa kadzaa, wa laakin qul qaddarallaahu wa maa syaaa faala.

Di dalamnya terdapat larangan berandai-andai dan menyesali ikhtiar di masa lalu. Walau bagaimana pun, di balik setiap usaha, entah itu sukses atau gagal, akan selalu ada pelajaran berharga untuk langkah selanjutnya.

Hadits ini sangat relate dengan kehidupan. Ada kalanya, segenap ikhtiar telah ditempuh, tetapi cita-cita mulia yang dituju, belum juga terwujud. Bahkan tampaknya semakin menjauh dan sulit untuk digapai. Saat itulah, sikap terbaik adalah pasrah tawakal.

Jadi, tak perlu menyesali usaha baik yang pernah diperjuangkan, meskipun hasilnya tidak sesuai harapan.

Demikianlah materi khutbah Jumat tentang kriteria muslim berkualitas tinggi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan mencerahkan. Aamiin yaa rabbal alamiin. Wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thariiq.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ حُكَّامًا وَمَحْكُوْمِيْنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَاهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَانَا وَأَسْرَاهُمْ، وَاغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَمَوْتَاهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ يَزِدْكُمْ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ، وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat
Empat Kriteria Muslim yang Berkualitas Tinggi di sini:

Semoga bermanfaat!

Topik Terkait

Muhammad Faishal Fadhli

Pengkaji Literatur Islami. Almnus Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor angkatan 14.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *