Khutbah Jumat Singkat Dampak Buruk Sifat Kikir dakwah.id

Khutbah Jumat Singkat: Dampak Buruk Sifat Kikir

Khutbah Jumat Singkat
Dampak Buruk Sifat Kikir

Pemateri: Nofriyanto, M.Ag

*) Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِيْنُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، إِلَهُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنِ اتَّبَعَ سُنَّتَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ:

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ، فَتَقْوَى اللهِ فَوْزٌ لَنَا فِيْ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِيْ الآخِرَةِ، فَقَدْ قَالَ الله سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِيْ مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ: الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًاۚ.

وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَّوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالفَحْشَ، فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الفَحْشَ وَلاَ التَّفَحُّشَ، وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيْعَةِ فَقَطَعُوْا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فبَخِلُوْا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُوْرِ فَفَجَرُوْا.

Jamaah sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Tidak lupa khatib senantiasa mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan menjauhi segala larangan-Nya dan melaksanakan semua perintah-Nya.

Karena takwa adalah sebaik-baik bekal bagi seorang muslim. Dan hanya dengan bertakwa, hidup kita akan menjadi berarti dan membawa kita pada kebahagiaan hakiki yang tidak terbatas oleh waktu.

Jamaah sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Salah satu sifat tercela yang diwanti-wanti agar seorang muslim menghindari dan berlindung dari keburukannya adalah sifat kikir atau bakhil.

Banyak ayat, hadits, dan nasihat dari para ulama salaf ash-shalih dan ahli hikmah tentang keburukan dan kerugian yang akan menimpa kepada orang kikir.

Salah satunya adalah petuah yang masyhur di kalangan bangsa Arab sejak abad keempat Hijriyah,

اَلْبَخِيْلُ يَعِيْشُ عِيْشَ الْفُقَرَاء، وَيُحَاسَبُ حِسَابَ اْلأَغْنِيَاء  

Orang kikir hidup (di dunia) bagaikan orang fakir, namun kelak (di akhirat) ia akan dihisab sebagai orang kaya (hartawan).” (Al-Adab asy-Syariyyah, Ibnu Muflih al-Maqdisi, 3/316)

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, petuah tadi menjelaskan bahwa orang yang bakhil (kikir) itu tidak ada bedanya sama sekali dengan orang yang sebenarnya kaya tapi berlagak miskin.

Sebutan lainnya mungkin lebih paradoks. Apa sebabnya? Karena jika disebut miskin, tidak cocok juga tidak pas, mengapa? Karena ia hidup berkecukupan. Sebaliknya, jika disebut orang kaya, kesehariannya sangat bertolak belakang alias menunjukkan sifat dan tabiat layaknya orang yang fakir.

Sifat seperti ini jelas dilarang dalam agama. Kenapa? Karena sejatinya yang bersangkutan hanya bermaksud menghindarkan diri agar hartanya tidak jatuh diberikan atau didermakan untuk membantu orang lain.

Hal yang tidak kalah penting untuk diingat bahwa sifat kikir sejatinya merupakan watak asli binatang. Perilaku kikir apabila menjangkiti seseorang dalam waktu yang lama akan mengubah watak manusiawi menjadi watak hewani.

Hal ini sebagaimana yang ditegaskan oleh Imam al-Jurjani dalam kitabnya at-Ta’rifat halaman 43, dinukil pula oleh Syaikh Nawawi al-Bantani di dalam kitabnya Nashaihu al-’Ibad halaman 63, seorang ahli hikmah menyebutkan hakikat sifat kikir,

الْبُخْلُ مَحْوُ صِفَاتِ اْلإِنْسَانِيَّةِ وَإِثْبَاتُ عَادَاتِ اْلحَيَوَانِيَّة 

Kikir itu menghapus karakter kemanusiaan dan meneguhkan karakter kebinatangan.”

Jamaah sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Lantas apa sebab dan alasan utama yang membuat sifat kikir bisa menghilangkan karakter dan naluri manusiawi?

Pertama, orang yang kikir tidak akan peka dan tidak akan peduli dengan sesama khususnya kepada orang yang membutuhkan dan serba kekurangan, sementara ia sendiri hidup penuh kecukupan.

Kedua, sifat asli dan bawaan orang kikir senantiasa “perhitungan” alias penganut fanatik mazhab take and give. Ia tidak mau harta yang ia keluarkan tidak ada timbal baliknya sama sekali.

Padahal jika ia mau sadar, sebetulnya tidak ada yang hilang dan luput dari harta yang ia sedekahkan sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah itu sama sekali tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim No. 2001)

Adapun dalam konteks kerja produktif, perhitungan antara apa yang dikeluarkan dengan apa yang didapatkan, tidak ada masalah. Justru perhitungan tersebut diperbolehkan dan menjadi salah satu kunci kesuksesan usaha.

Namun, lain halnya apabila dikaitkan dengan urusan kemasyarakatan yang menyangkut orang banyak, jika orientasinya hanya pada take and give maka inilah yang dimaksud dengan sifat kikir yang tercela.

Jamaah sidang shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Nasihat sekaligus petuah dari imam al-Jurjani bahwa sifat kikir akan memupuk sifat hayawani pada orang yang bersifat kikir bukan tanpa alasan. Kenapa? Karena sejatinya dan pada umumnya hewan termasuk makhluk yang berwatak individualis alias sulit berbagi kepada yang lain.

Selain faktor utama lainnya karena Allah tidak membekali hewan dengan akal, hati, dan juga pikiran.

Allah hanya membekali hewan dengan insting kebinatangan yang membuat mereka ingin menikmati hasil mereka sendirian tanpa mau berbagi.

Berbeda dengan manusia yang memiliki sifat dan watak manusiawi sebagai makhluk sosial, yang berbekal hati dan akal, memiliki perasaan ingin merasakan penderitaan orang lain. Dalam arti lain ingin senasib sepenanggungan.

Itulah kenapa al-Quran menyifati manusia tak ubahnya seperti binatang jika tidak mau mengikuti kata hati, akal, dan pikirannya yang lurus.

Dampak Buruk Sifat Kikir

Sidang Jumat yang dirahmati oleh Allah,

Sifat kikir memiliki banyak dampak buruk bagi pelakunya baik semasa di dunia maupun kelak di akhirat. Adapun beberapa dampak buruk dari sifat kikir antara lain,

Pertama: Harta Orang Kikir Berubah Menjadi Kalung Azab Pada Hari Kiamat

Sebagaimana firman Allah shubhanahu wata‘ala,

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَلِلهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Āli ’Imrān: 180)

Kedua: Sifat Kikir Berbalas Hinaan dari Allah di Akhirat

Sebagaimana firman Allah shubhanahu wata‘ala dalam al-Quran Surat an-Nisa ayat ayat 37,

الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَآ اٰتٰىهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًاۚ

(yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.” (QS. An-Nisā`: 37)

Ketiga: Orang Kikir Layak Mendapat Murka Allah

Sebagaimana yang Allah subhanahu wata’ala firmankan di dalam al-Quran Surat al-Hadid ayat 24,

الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ ۗوَمَنْ يَّتَوَلَّ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ 

Yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barang siapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Maha Kaya, Maha Terpuji.” (QS. Al-Hadīd: 24)

Keempat: Orang Kikir Berada dalam Kecelakaan dan Kegelapan

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah, Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَّوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالفَحْشَ، فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الفَحْشَ وَلاَ التَّفَحُّش، وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيْعَةِ فَقَطَعُوْا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فبَخِلُوْا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُوْرِ فَفَجَرُوْا

Sifat aniaya itu akan menjadi kegelapan kelak pada hari kiamat. Takutlah kalian dari perbuatan keji, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai perbuatan keji atau nista!

Dan takutlah kalian dari sifat kikir! Karena sesungguhnya kekikiran merupakan sebab rusaknya kaum sebelum kalian.

Kekikiran telah memerintahkan mereka agar memutus silaturahim, maka mereka memilih memutusnya. Ketika kekikiran memerintahkan untuk berbuat bakhil, maka mereka bakhil. Kemudian saat kekikiran memerintahkan mereka berbuat tercela (fujur), maka mereka pun berbuat tercela.” (HR. Ahmad No. 6451)

Kelima: Orang Kikir akan Dijauhi oleh Rasulullah di Akhirat Kelak

Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa berdoa,

اللهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ اْلهَمِّ والحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَاْلكَسَلِ، وَالبُخْلِ وَالجُبْنِ، وَضَلْعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ   

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa prihatin dan susah, dari sifat lemah dan malas, dari sifat kikir dan pengecut, dan dari belitan hutang serta penindasan orang lain.” (HR. Al-Bukhari No. 2736)

Dari hadis ini kita menjadi paham, kita diminta untuk senantiasa menjauhi salah satu sifat tercela yang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam berlindung darinya, yaitu sifat kikir.

Maka tak heran jika Ibnu Muflih sampai menuliskan pepatah Arab dalam kitabnya,

عَجِبْتُ لِلْبَخِيْلِ يَسْتَعْجِلُ الْفَقْرَ الَّذِي مِنْهُ هَرَبَ، وَيَفُوْتُهُ اْلغَنِى الَّذِي إِيَّاهُ طَلَبَ، فَيَعِيْشُ فِي الدُّنْيّا عِيْشَ الْفُقَرَاءِ، وَيُحَاسَبُ فِي اْلآخِرَةِ حِسَابَ اْلأَغْنِيَاءِ

Orang bakhil membuatku bingung. Ia menyegerakan kefakiran yang karenanya ia berlari. Dan memilih meninggalkan rasa berkecukupan yang selama ini ia cari-cari. Ia hidup di dunia sebagai orang fakir padahal kelak di akhirat ia dihisab sebagai orang kaya.” (Al-Adab asy-Syariyyah, Muhammad bin Muflih al-Maqdisi, 3/316)

Sidang Jumat yang semoga dirahmati oleh Allah,

Tentu masih banyak lagi dampak buruk sifat kikir selain yang telah kami sebutkan. Semoga Allah shubhanahu wata‘ala melindungi kita dari segala macam keburukannya.

Dan diberi kekuatan, daya, dan upaya menjadi hamba-hamba yang dermawan dan mulia serta senantiasa dikasihi-Nya dan disayangi oleh rasul-Nya. Nasalullah at Taufiq was Sadad. Aamiin Ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَوْتَ رَاحَةً لِلْأَبْرَارِ، يَنْقُلُهُمْ فِيْهِ مِنْ دَارِ الْهُمُوْمِ وَالْأَكْدَارِ إِلَى دَارِ الرَّاحَةِ وَالْاِسْتِبْشَارِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ الدُّنْيَا دَارَ الْفَنَاءِ، وَجَعَلَ الآخِرَةَ دَارَ اللِّقَاءِ، وَتَفَرَّدَ سُبْحَانَهُ بِالبَقَاءِ، يَقُوْلُ اللهُ جَلَّ وَعَلَا فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: ﴿وَمَنْ يُوْقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ﴾

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. إنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّـهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ءَالِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ أَلْهِمْنَا رُشْدَنَا، وَقِناَ شَرَّ أَنْفُسَنَا، أَعِنَّا عَلَى الطَّاعَةِ وَالْخَيْرِ، وَالْفَضْلِ وَالبِرِّ، وَخُذْ بِنَوَاصِيْنَا إِلَى كُلِّ مَا تُحِبُّهُ مِنَ الْفَضَائِلِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. اَللَّهُمَّ أَمِنَا فِيْ أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَاصِيَتِهِ إِلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، يَسِّرْ لَهُ اليُسْرَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَفِّقْهُ إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ لِجُنُوْدِنَا فِيْ كُلِّ مَكَانٍ التَّوْفِيْقَ وَالسَّدَادَ، وَالحِفْظَ وَالتَّسْدِيْدَ وَالنَّصْرَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً اَلْأَمْنَ وَالْإِيْمَانَ، وَالسَّلَامَةَ وَالْإِسْلاَمَ، وَأَنْ تُوَفِّقَهُمْ إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى مِنَ الْأَعْمَالِ، وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمْنَ فِيْ بِلَادِهِمْ، وَأَنْ تَكْفِيْهِمْ شَرَّ كُلَّ ذِيْ شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat Singkat dakwah.id
Dampak Buruk Sifat Kikir di sini:

Semoga bermanfaat!

Topik Terkait

Nofriyanto, M.Ag

Dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA GONTOR, Direktorat Islamisasi UNIDA GONTOR, Alumni Program Kaderisasi Ulama Gontor angkatan VII, Konsentrasi bidang pemikiran Islam

2 Tanggapan

Alhamdulillah.. terima kasi ilmu dakwa yg kamu bagikan kpd sy, krn sy sangat bersyukur bisa belajar dakwa,melalui dakwa singkat ini, semoga kedepanx bisa berbagi lgi materi kutbah singkat ini, agar kami bisa lebih semangat berdakwa, dan apa kami sampaikan di dalam isi kutbah singkat ini kpd orang lain, semoga bermamfaat, Amiinn yrb.,terimah kasih

Alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

You have to agree to the comment policy.

%d blogger menyukai ini: