materi khutbah jumat Sikap Muslim Terhadap Konflik Dunia dakwah.id

Khutbah Jumat: Sikap Muslim Terhadap Konflik Dunia

Terakhir diperbarui pada ·

Materi khutbah Jumat yang berjudul Sikap Muslim Terhadap Konflik Dunia karya ustadz Zaki Abu Barbarosa ini menguraikan panduan sikap bagi umat Muslim dalam menghadapi gejolak konflik dunia selama bulan Ramadhan. Penulis menekankan pentingnya memperteguh iman dan tawakal terhadap takdir Allah agar hati tetap tenang di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, jamaah diingatkan untuk menjaga etika berbicara dan menahan emosi, terutama dalam berinteraksi di media digital agar pahala puasa tidak berkurang. Pemateri mendorong penguatan kepedulian sosial melalui doa yang tulus, dengan meyakini bahwa permohonan kepada Sang Pencipta adalah kekuatan spiritual yang besar.

Secara keseluruhan, materi khutbah terbaru ini mengajak setiap individu untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum pengendalian diri dan peningkatan takwa di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.

Materi Khutbah Jumat
Sikap Muslim Terhadap Konflik Dunia

Pemateri: Zaki Abu Barbarosa

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، وَيُدَبِّرُ الْأُمُورَ بِحِكْمَتِهِ وَقَدَرِهِ، نَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْجَبَّارُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَرَاقِبُوهُ فِي السِّرِّ وَالنَّجْوَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ الدُّنْيَا دَارُ ابْتِلَاءٍ وَامْتِحَانٍ، وَالْآخِرَةَ دَارُ جَزَاءٍ وَأَمَانٍ.

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah subhanahu wataala. Dialah Rabb yang menguasai langit dan bumi. Dialah yang menggenggam seluruh peristiwa dunia dalam kehendak dan takdir-Nya. Tidak ada satu kejadian pun yang luput dari ilmu-Nya, tidak ada satu kekuatan pun yang mampu menandingi kekuasaan-Nya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, teladan kesabaran di tengah ujian, teladan keteguhan di tengah tekanan, dan teladan kasih sayang di tengah permusuhan.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wataala.

Takwa adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Takwa adalah merasa selalu diawasi oleh Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Di tengah dunia yang penuh gejolak ini, hanya dengan takwalah hati menjadi tenang, langkah menjadi terarah, dan hidup menjadi selamat.

Semoga Ramadhan ini benar-benar menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa.

Hadirin shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Hari-hari ini dunia sedang diliputi ketegangan. Konflik dan peperangan terjadi di beberapa negeri. Ketidakpastian menyelimuti banyak manusia. Berita demi berita datang silih berganti. Kita menyaksikannya setiap hari melalui media dan gadget kita.

Dan semua itu terjadi saat kita sedang berada di bulan Ramadhan.

Bulan yang Allah jadikan sebagai bulan iman.

Bulan yang Allah jadikan sebagai bulan rahmat.

Bulan yang Allah jadikan sebagai bulan pengendalian diri.

Di tengah dunia yang berkecamuk, seorang muslim tidak boleh kehilangan arah. Justru Ramadhan hadir untuk menguatkan hati, menenangkan jiwa, dan meluruskan kembali sikap kita.

Lantas, bagaimana sikap muslim terhadap konflik dunia yang bergejolak di tengah Ramadhan?

Berikut ini tiga sikap seorang muslim dalam menghadapi konflik dunia di tengah Ramadhan.

Tiga Sikap Muslim Terhadap Konflik Dunia

Sikap Pertama: Menguatkan Iman dan Yakin pada Takdir Allah

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Sikap muslim terhadap konflik dunia yang terjadi saat ini yang pertama adalah menguatkan iman dan yakin pada takdir Allah subhanahu wataala.

Ketahuilah wahai jamaah sekalian, menguatkan iman dan yakin pada takdir Allah adalah sikap yang perlu diterapkan bagi seorang muslim ketika ditimpa musibah, dan terlebih lagi keadaan yang sedang kita hadapi bersama, konflik dunia yang bergejolak.

Karena, Allah subhanahu wataala berfirman, dalam al-Quran Surah at-Taubah: 51,

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

Katakanlah (Nabi Muhammad),‘Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.’”

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya bahwa ayat ini menanamkan keyakinan bahwa seluruh kejadian berada dalam ilmu dan kehendak Allah.

Ketahuilah wahai jamaah, jika dunia berguncang, iman kita tidak boleh goyah. Jika masing-masing negara saling mengancam dan menyerang, hati kita tetap bersandar kepada Rabb semesta alam.

Sebagaimana Syekh Yusuf al-Qardhawi rahimahullah, dalam ash-Shabr fil Quran al-Karim, menegaskan bahwa gejolak politik dan konflik dunia tidak boleh mengguncang iman seorang mukmin, karena semuanya berada dalam ketetapan Allah.

Beliau menjelaskan bahwa iman kepada Qadha dan Qadar melahirkan ketenangan (tuma’ninah) dan mencegah sikap panik serta putus asa. Seorang muslim tetap berikhtiar memperbaiki keadaan, namun hatinya bersandar penuh kepada Allah dengan sabar dan ridha.

Ramadhan hadir untuk memperkokoh keyakinan ini. Puasa melatih sabar. Tilawah menenangkan hati.

Allah subhanahu wataala berfirman, al-Quran Surat Ra’d: 28,

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Sikap Kedua: Menjaga Akhlak dan Lisan di Tengah Gejolak

Sikap muslim terhadap konflik dunia yang terjadi saat ini yang kedua adalah menjaga akhlak dan lisan.

Di zaman ini, peperangan tidak hanya terjadi di medan tempur. Ia berpindah ke layar-layar kecil di tangan kita. Ia meledak di kolom komentar. Ia menyala dalam percakapan dan pesan yang kita kirim setiap hari.

Hari ini, banyak orang merasa sedang membela kebenaran, padahal tanpa sadar sedang melukai saudaranya dengan kata-kata.

Ingatlah wahai jamaah atas pesan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda, hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، ‌فَلَا ‌يَرْفُثْ ‌وَلَا ‌يَجْهَلْ.

Puasa itu perisai. Jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan bertindak bodoh.”

Imam an-Nawawi rahimahullah, dalam Syarh Sahih Muslim, jilid 8, halaman 30-31, menjelaskan bahwa larangan berkata kotor dan bersikap bodoh menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi menahan lisan dan emosi. Maka siapa yang masih mudah marah, mencaci, dan terpancing provokasi, sejatinya ia telah melemahkan perisai puasanya sendiri.

Materi Khutbah Jumat: Menjaga Lisan di Era Digital

Maka dari itu, wahai jamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah, jangan sampai kita ikut berperang dengan lisan. Jangan sampai Ramadhan kita ternoda oleh emosi yang tak terkendali. Yakinlah, menjaga akhlak di tengah konflik global adalah bentuk jihad hati.

Menahan lisan saat orang lain memprovokasi adalah bukti kedewasaan iman.

Jika dunia di luar sana dipenuhi ledakan, maka jangan biarkan hati kita ikut meledak. Justru di saat dunia panas, seorang muslim harus semakin teduh.

Di saat manusia saling menyerang, seorang mukmin harus semakin menjaga lisannya. Karena kemenangan sejati bukanlah menang dalam debat, tetapi menang mengendalikan diri di hadapan Allah.

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Sikap Ketiga: Menghidupkan Doa dan Kepedulian

Sikap muslim terhadap konflik dunia yang terjadi saat ini yang ketiga adalah menghidupkan doa dan kepedulian.

Kita memang tidak memegang kendali atas keputusan politik dunia. Kita bukan pemimpin negara. Kita bukan pengatur strategi militer. Tetapi, jangan pernah merasa kecil.

Jika dunia hari ini mengguncang dengan rudal dan ancaman, maka orang beriman mengguncang langit dengan doa. Jika manusia mengangkat senjata dengan penuh kemarahan, maka seorang mukmin mengangkat tangan dengan penuh ketundukan.

Ingatlah wahai jamaah, kita harus yakin ada Dzat Yang Mahadekat dan Maha Mengabulkan. Sebagaimana firman Allah subhanahu wataala, dalam al-Quran Surat al-Baqarah ayat 186,

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Perhatikan, ayat ini Allah letakkan di tengah-tengah pembahasan tentang puasa, yakni antara ayat 183—187. Seakan-akan Allah ingin menegaskan bahwa di bulan inilah pintu langit dibuka lebar.

Para ulama menjelaskan bahwa penyebutan ayat doa di sela-sela ayat puasa menunjukkan isyarat bahwa doa orang yang berpuasa memiliki kedudukan yang agung dan besar harapan untuk dikabulkan. Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya, jilid 1, halaman 50,

‌وَفِي ‌ذِكْرِهِ تَعَالَى هَذِهِ الْآيَةَ الْبَاعِثَةَ عَلَى الدُّعَاءِ، مُتَخَلِّلَةً بَيْنَ أَحْكَامِ الصِّيَامِ، إِرْشَادٌ إِلَى الِاجْتِهَادِ فِي الدُّعَاءِ عِنْدَ إِكْمَالِ العِدّة، بَلْ وعندَ كُلِّ فِطْرٍ

Dan pada penyebutan Allah Taala atas ayat yang memotivasi untuk beroda ini, yang disela-selakan di antara hukum-hukum puasa, terdapat isyarat untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa ketika menyempurnakan hitungan puasa, bahkan di setiap kali berbuka.”

Ibnu Asyur menjelaskan dalam At-Tahrir wa At-Tanwir, jilid 2, halaman 179,

وَفِي هَذِهِ الْآيَةِ إِيمَاءٌ إِلَى أَنَّ الصَّائِمَ مَرْجُوُّ الْإِجَابَةِ، وَإِلَى أَنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ مَرْجُوَّةٌ دَعَوَاتُهُ.

Dan di dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa doa orang yang berpuasa itu sangat diharapkan untuk dikabulkan, dan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu di mana doa-doa di dalamnya diharapkan terkabul.”

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Mari kita bangun di sepertiga malam. Menangislah dalam sujud. Sebut nama saudara-saudara kita yang tertindas.

Mohonkan agar Allah hentikan pertumpahan darah. Mohonkan agar Allah lembutkan hati para pemimpin. Karena sejarah umat ini tidak hanya ditulis oleh pedang, tetapi juga oleh doa yang tulus di keheningan malam.

Jangan sampai kita lebih sibuk menganalisis konflik daripada mendoakan keselamatan. Dan jangan sampai kita lebih cepat menyebarkan berita daripada meneteskan air mata dalam sujud.

Yakinlah, doa orang beriman yang ikhlas di bulan Ramadhan bukanlah sesuatu yang lemah. Ia adalah senjata orang yang tidak memiliki apa-apa kecuali iman. Dan sering kali, itulah yang paling kuat di sisi Allah.

Di tengah konflik dunia ini, jangan sampai iman kita melemah, akhlak kita runtuh, dan doa kita berhenti. Justru ketika dunia gelap, seorang mukmin harus semakin bercahaya.

أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.

اللَّهُمَّ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، يَا مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ، اللَّهُمَّ احْقِنْ دِمَاءَ الْمُسْلِمِينَ وَسَائِرِ النَّاسِ الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ أَطْفِئْ نَارَ الْحُرُوبِ وَالْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ الْقُلُوبِ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ الْبَيْنِ، وَاهْدِ قَادَةَ الْعَالَمِ إِلَى الْعَدْلِ وَالسَّلَامِ، اللَّهُمَّ احْفَظِ الْمُسْتَضْعَفِينَ، وَاشْفِ الْجَرْحَى، وَارْحَمِ الْمَوْتَى، وَفُكَّ الْمَأْسُورِينَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ مِنَ الْمَغْفُورِ لَهُمْ، وَمِنَ الْمُعْتَقِينَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَثَبِّتْ إِيمَانَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat
Sikap Muslim Terhadap Konflik Dunia
di sini

Semoga bermanfaat!

Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?

Topik Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Dakwah.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading