Materi Khutbah Jumat:
Cuaca Panas, Antara Syukur, Sabar, dan Ingat Akhirat
Pemateri: Ustadz Fairuz An Nafidz
Mukadimah Khutbah Jumat
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَلِكِ الْمَعْبُودِ، وَاسِعِ الْكَرَمِ وَالْجُودِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَهُوَ بِكُلِّ لِسَانٍ مَحْمُودٌ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً مُبَرَّأَةً مِنَ الشَّكِّ وَالْجُحُودِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْمَقَامِ الْمَحْمُودِ، وَالْحَوْضِ الْمَوْرُودِ.
صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَالْجُودِ، وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى الْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِ.
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
Khutbah Pertama
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang mengatur pergantian musim dengan penuh hikmah.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat yang mengikuti petunjuknya hingga akhir zaman.
Tidak lupa, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi khususnya, dan kepada para jamaah sekalian. Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Cuaca Panas Adalah Tanda Kebesaran Allah
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Belakangan ini kita merasakan betapa terik dan menyengatnya cuaca di sekitar kita. Udara terasa panas sejak pagi, keringat mudah bercucuran, dan banyak dari kita mengeluhkan hal ini setiap hari. Musim kemarau memang identik dengan panas yang membuat tubuh lelah dan hati mudah kesal.
Namun, pernahkah kita merenung sejenak, bahwa di balik cuaca panas yang kita keluhkan ini, Allah subhanahu wata’ala menitipkan pelajaran besar bagi siapa saja yang mau memikirkannya?
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah an-Nur ayat 44:
يُقَلِّبُ اللهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، إِنَّ فِيْ ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ
“Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.”
Pergantian musim, panas dan hujan, siang dan malam, semuanya bukan kejadian yang berjalan begitu saja tanpa makna. Allah subhanahu wata’ala juga berfirman dalam Surah al-Furqan ayat 62:
وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُوْرًا
“Dan Dialah yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur.”
Maka cuaca panas yang kita jalani hari ini sesungguhnya adalah sarana untuk mengambil pelajaran, bukan sekadar sesuatu untuk dikeluhkan.
Baca artikel terkait: Khutbah Jumat Singkat: Refleksi Musim Kemarau
Panas Dunia, Pengingat Panas Neraka
Jamaah yang berbahagia,
Ada satu hikmah yang sangat mendalam di balik panasnya musim kemarau, yaitu ketika kita menjadikan musim kemarau sebagai pengingat bagi kita akan panasnya api neraka.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi hadits nomor 2590, juga Imam al-Bukhari hadits nomor 3265 dan Imam Muslim hadits nomor 2843, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِيْ تُوْقِدُوْنَ جُزْءٌ وَاحِدٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ
“Api kalian yang kalian nyalakan ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahanam.”
Para sahabat pun bertanya:
قَالُوْا: وَاللهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً يَا رَسُوْلَ اللهِ
“Demi Allah, sungguh api dunia ini saja sudah cukup (panas), wahai Rasulullah.”
Maka beliau menjawab:
قَالَ: فَإِنَّهَا فُضِّلَتْ بِتِسْعَةٍ وَسِتِّيْنَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا
“Sungguh, api neraka itu dilebihkan atasnya dengan enam puluh sembilan bagian, yang setiap bagiannya sama panasnya dengan api dunia ini.”
Bayangkan, jamaah sekalian. Panas musim kemarau yang membuat kita mengeluh setiap hari, ternyata hanya sebagian kecil dari panasnya neraka.
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengaitkan cuaca panas dengan hawa Jahanam. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari hadits nomor 533, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:
إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا عَنِ الصَّلَاةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
“Jika udara sangat panas menyengat, maka tundalah shalat (hingga agak dingin), karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api neraka Jahanam.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan memerintahkan para sahabatnya untuk menunda pelaksanaan shalat Zuhur ketika cuaca sedang panas-panasnya, agar mereka bisa shalat dengan lebih tenang.
Baca artikel terkait: Ngaji Fikih #55: Menunda Shalat Zuhur Saat Cuaca Panas
Sikap Mukmin Menghadapi Cuaca Panas: Syukur di Lapang, Sabar di Sempit
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Lantas, bagaimana seharusnya sikap seorang mukmin dalam menghadapi cuaca panas seperti ini?
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim hadits nomor 2999, dari Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh mengagumkan perkara orang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik, dan itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain orang mukmin. Bila ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Bila ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu pun baik baginya.”
Hadits ini mengajarkan kepada kita, bahwa menghadapi cuaca panas sesungguhnya adalah ujian sederhana untuk melatih dua sikap sekaligus, yaitu syukur dan sabar.
Kita bersyukur karena masih diberi kemudahan untuk berteduh, mendapatkan air bersih, dan menikmati kipas angin atau pendingin ruangan. Kita juga bersabar karena panas yang kita rasakan tidak seberapa dibandingkan dengan ujian yang jauh lebih berat.
Baca artikel terkait: Khutbah Jumat Singkat: Belajar Sabar dan Syukur dari Nabi
Nikmat yang Sering Terlupakan Saat Cuaca Panas
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Coba kita renungkan nikmat-nikmat yang sering terlupakan di tengah musim kemarau ini. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah an-Nahl ayat 81:
وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيْلَ تَقِيْكُمُ الْحَرَّ
“Dan Dia menjadikan bagi kalian tempat bernaung dari gunung-gunung, dan menjadikan bagi kalian pakaian yang memelihara kalian dari panas.”
Kita bisa berteduh di rumah yang nyaman, mengenakan pakaian yang melindungi dari terik matahari, dan minum air bersih kapan saja kita mau. Semua itu adalah nikmat besar yang sering kita anggap biasa saja, padahal tidak semua orang di dunia ini bisa menikmatinya dengan mudah.
Allah subhanahu wata’ala juga menjanjikan dalam Surah Ibrahim ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.'”
Maka, semakin kita bersyukur di musim kemarau ini, semakin besar pula keberkahan yang akan Allah limpahkan kepada kita.
Adab Menyikapi Cuaca Panas
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Selain bersyukur dan bersabar, musim kemarau juga bisa kita jadikan ladang amal. Ketika air menjadi sesuatu yang berharga dan dicari banyak orang, maka berbagi air minum, membantu tetangga yang kesulitan air, atau bersedekah untuk penyediaan air bersih adalah amal yang sangat mulia di musim seperti ini.
Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, nilainya besar di sisi Allah, apalagi ketika diberikan pada saat orang lain benar-benar membutuhkannya.
Baca artikel terkait: Materi Khutbah Jumat: Sedekah Air di Musim Kemarau
Mari kita jadikan cuaca panas ini sebagai pengingat. Setiap kali kita merasakan terik matahari, hendaknya hati kita teringat pada panasnya hari akhir. Setiap kali kita menikmati keteduhan dan air yang segar, hendaknya lisan kita segera mengucap syukur.
Dan setiap kali rasa lelah menghampiri karena cuaca yang panas, hendaknya kita jadikan itu latihan kesabaran yang bernilai pahala di sisi Allah.
Baca artikel terkait: Khutbah Jumat Terbaru: Tiga Perkara Penyelamat dari Api Neraka
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
Khutbah Kedua
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.
اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ الْعَنِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ، وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ.
اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ .عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ.
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْإِيْغُوْرَ الْمَظْلُوْمِيْنَ فِي الصِّيْنِ.
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُضْطَهَدِيْنَ الْمَظْلُوْمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ.
اَللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا مُؤَزَّرًا، اَللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا مُؤَزَّرًا، اَللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا مُؤَزَّرًا.
اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ.
اَللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِيْنَ الصَّابِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Download PDF Materi Khutbah Jumat
Cuaca Panas, Antara Syukur, Sabar, dan Ingat Akhirat
di sini:
Semoga bermanfaat!
Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?