Materi Khutbah Jumat: Bencana Alam dan Amanah Memakmurkan Bumi
Pemateri: Ustadz Muhammad Irfandi al-Indragiri
Mukadimah Khutbah Jumat
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى الرَّسُوْلِ الْأَمِيْنِ الْمَبْعُوْثِ لِلْعَالَمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ.
أَلَا فَإِنِّيْ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Khutbah Pertama
_Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,_
Mengawali khutbah di hari yang mulia ini, mari kita senantiasa mempertebal keimanan dan merawat ketakwaan kita ke hadirat Allah subhanahu wata’ala. Takwa yang mengajarkan kita untuk pandai membaca tanda-tanda kebesaran-Nya, baik yang tertulis dalam lembaran al-Quran, maupun yang terbentang di alam semesta — termasuk melalui bencana alam yang belakangan silih berganti menimpa negeri ini.
Negeri Zamrud yang Kini Dirundung Bencana Alam
_Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,_
Negeri kita ini pernah diibaratkan oleh Multatuli bagaikan “Zamrud di Khatulistiwa”, dan digambarkan oleh ulama kita, Prof. Dr. Quraish Shihab, bagai “sekeping tanah surga yang dihamparkan di persada Nusantara”. Tanah kita subur, laut kita kaya, dan alam kita elok menawan.
Namun hari ini, mari kita menatap sekeliling kita dengan mata hati. Mengapa zamrud itu kini meredup? Mengapa tanah surga ini seolah sedang merintih kesakitan?
Lihatlah, kemarau panjang kembali menguji kita. Di Riau, Kalimantan, dan berbagai daerah, hutan dan lahan terbakar melahirkan pekatnya kabut asap yang menyesakkan. Asap itu menembus batas negeri, merayap ke negara jiran, menyempitkan ruang napas anak-anak kita, membuat dada tertekan, dan air mata menetes perih di pelupuk mata. Belum usai duka kabut asap, bumi Nusantara kembali diguncang. Berturut-turut, hingga lima gunung berapi di tanah air mengalami erupsi secara bersamaan, memuntahkan awan panas dan abu vulkanik ke udara.
Baca artikel terkait: Khutbah Jumat Singkat: Refleksi Musim Kemarau
Bumi yang semula ramah, kini seolah murka. Langit yang semula biru, kini mendung oleh debu dan bencana. Rentetan bencana alam ini adalah pengingat yang teramat nyata, sebuah teguran lembut namun menghujam ulu hati: “betapa rapuh dan kecilnya manusia di hadapan kuasa Sang Maha Pencipta.”
Mengapa Bencana Alam Ini Terjadi?
_Jamaah yang dimuliakan Allah,_
Mengapa semua ini terjadi? Apakah alam sedang membenci kita? Jawabannya terukir tajam dalam al-Quran, Surah ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (dampak) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Kerusakan alam yang kasatmata di sekeliling kita sesungguhnya bersumber dari kerusakan yang tidak kasatmata, yaitu moral dan kecongkakan manusia itu sendiri. Ketika manusia dikuasai keserakahan, pohon-pohon ditebangi secara liar, gunung-gunung digunduli, dan alam dieksploitasi tanpa rasa iba, maka hilanglah keramahan alam. Jika alam dipelihara, ia akan berdaya guna; namun jika dirusak, ia akan mendatangkan petaka.
Orang yang pintar namun tidak saleh tak akan sanggup memakmurkan bumi. Yang lahir justru watak-watak perusak yang membakar hutan demi keuntungan duniawi yang sedikit, lalu mengorbankan jutaan paru-paru hamba Allah lainnya.
Baca artikel terkait: Tugas Khalifah di Bumi: Larangan Israf dan Penyebab Kerusakan
Amanah Memakmurkan Bumi, Bukan Merusaknya
_Sidang jamaah yang dirahmati Allah,_
Tugas utama kita di bumi ini adalah memakmurkan dan merawatnya, bukan merusaknya. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah Hud ayat 61:
هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا
“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya…”
Baca artikel terkait: Khutbah Jumat Singkat: Merawat Alam Bagian dari Iman
Bagi hati yang beriman, pekatnya kabut asap yang mencekik napas dan letusan gunung yang menggetarkan dada adalah pengingat kecil yang teramat nyata. Jika asap dunia saja sudah membuat kita tak berdaya, bagaimanakah kelak ketika Dukhan, asap raksasa akhir zaman, benar-benar diturunkan Allah sebagaimana diabadikan dalam Surah ad-Dukhan ayat 10 sampai 11?
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِيْنٍ، يَغْشَى النَّاسَ، هَذَا عَذَابٌ أَلِيْمٌ
“Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut (asap) yang tampak jelas, yang menyelimuti manusia. Inilah azab yang sangat pedih.”
Dua Sikap Muslim Menghadapi Bencana Alam
_Hadirin rahimakumullah,_
Lantas, apa yang harus kita lakukan dalam menyikapi rentetan bencana alam ini?
Pertama: Ketuk Pintu Langit dengan Istighfar
Pertama, ketuklah pintu langit dengan istighfar. Tidaklah bencana dan kemarau tertahan melainkan karena dosa-dosa kita, dan tidaklah ia diangkat melainkan dengan tobat.
Sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam pernah berkata kepada kaumnya, yang Allah abadikan dalam Surah Nuh ayat 10 sampai 11:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
“Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.'”
Cukuplah istighfar yang tulus untuk meruntuhkan kesombongan kita. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah hadits nomor 4019, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa tidaklah suatu kaum menahan zakat harta mereka melainkan mereka dihalangi dari turunnya hujan dari langit. Dan kalau bukan karena hewan-hewan ternak yang kehausan, kalau bukan karena makhluk-makhluk lemah yang membutuhkan air, niscaya mereka tidak akan diberi hujan walau setetes pun. Begitu hancur dan hinanya diri kita di hadapan Allah.
Baca artikel terkait: Khutbah Jumat Singkat Keutamaan Istighfar dan Rahasianya
Kedua: Sebarkan Kasih Sayang kepada Alam
Kedua, sebarkan kasih sayang kepada alam. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi hadits nomor 1924, dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ارْحَمُوْا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Sayangilah oleh kamu sekalian segala apa yang ada di muka bumi ini, niscaya yang di atas (Allah) akan menyayangimu.”
Maka dari atas mimbar ini, marilah kita introspeksi diri (muhasabah). Mari kita jaga alam dan hutan yang diamanahkan Allah kepada kita, hentikan pembakaran liar, lakukan reboisasi, dan rawat lingkungan tempat tinggal kita. Jangan sampai alam benar-benar enggan bersahabat dengan kita, hingga kita hanya bisa bertanya-tanya dan menyesali apa yang sudah diperbuat.
Baca artikel terkait: Membumikan Ekoteologi Islam melalui Eco-Masjid
Semoga ujian dan musibah ini lekas berlalu. Semoga Allah mengaruniakan angin yang membawa kebaikan, menurunkan hujan yang memadamkan api, dan senantiasa melindungi kita semua dalam kebaikan dan keampunan-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ هَذَا الْقَوْلَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
يَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ:
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْأَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ، وَاحْفَظْنَا مِنْ شَرِّ الْحَرَائِقِ وَأَدْخِنَتِهَا الْمُخْنِقَةِ. اَللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا غَيْثًا مُبَارَكًا تُطْفِئُ بِهِ النِّيْرَانَ وَتَكْشِفُ بِهِ الدُّخَانَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخَاتِمَةِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ!
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Download PDF Materi Khutbah Jumat
MMateri Khutbah Jumat: Bencana Alam dan Amanah Memakmurkan Bumi
di sini
Semoga bermanfaat!
Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?