Informasi Keislaman Terlengkap dan Terpercaya

Keutamaan Bulan Ramadhan — Hadits Puasa #4

Ilustrasi: Pexels
559

Keutamaan Bulan Ramadhan — Hadits Puasa #4

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu jannah dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

Dalam riwayat muslim disebutkan, “Pintu-pintu rahmat dibuka.” (HR. Al-Bukhari No. 1899; HR. Muslim No. 1079)

 

Hadits di atas menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan dan agungnya keistimewaan bulan Ramadhan. Karena memang Allah ‘azza wajalla telah mengistimewakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan Hijriyah lainnya.

Berbagai keutamaan bulan Ramadhan tersebut seolah menjadi mood booster bagi umat Islam untuk lebih maksimal dalam melaksanakan amal-amal shalih dan berbagai bentuk kebaikan.

Di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah dibukanya pintu Jannah dan ditutupnya pintu neraka.

Dibukanya pintu Jannah dan ditutupnya pintu neraka ini barang kali, wallahu a’lam, disebabkan karena banyaknya kebaikan yang terjadi di bulan tersebut.

Baca juga: Strategi Setan dalam Menyesatkan Manusia dari Fitrah yang Lurus

Selain itu, meningkatnya amalan-amalan yang menghadirkan ampunan dan ridha Allah ‘azza wajalla—seperti zikir, tobat, muhasabah, ibadah sunah, sedekah, dan sebagainya—menjadi sebab turunnya persentase tindakan buruk yang biasa dilakukan di bulan-bulan selain Ramadhan.

Ditambah lagi, dibelenggunya setan-setan dengan rantai dan tali belenggu barangkali juga disebabkan karena di bulan tersebut kaum muslimin disibukkan dengan puasa Ramadhan, tilawah al-Quran, memperbanyak zikir, memperbanyak amalan kebaikan, dan perkataan yang baik.

Semua ini menjadi jawaban atas teka-teki fenomena banyaknya orang yang bertobat—dalam bahasa kekinian, hijrah—dari berbagai bentuk kemaksiatan, kebiasaan jahiliyah, meningkatnya semangat melaksanakan amalan ketaatan, dan ramai-ramai mendatangi masjid di bulan mulia ini.

Baca juga: 6 Hikmah Puasa Ramadhan — Hadits Puasa #1

 

Jika Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Terjadi Kemaksiatan?

Di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah dibelenggunya setan pada bulan tersebut. Namun, meskipun setan dalam keadaan dibelenggu, ia masih bisa mengganggu manusia.

Tapi gangguannya lebih sedikit dan lebih lemah dari biasanya di selain bulan Ramadhan. Tingkat gangguan setan pada seseorang ini tergantung pada tingkat kesempurnaan puasa orang yang diganggunya.

Orang yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan sempurna; syarat puasa Ramadhan terpenuhi, adab orang yang puasa terpenuhi, dan pembatal puasa Ramadhan dijauhi secara sempurna, maka ia akan memiliki perlindungan lebih kuat dari orang yang puasanya penuh kekurangan.

Dibelenggunya setan bukanlah satu-satunya jaminan bagi manusia untuk terhindar dari perbuatan buruk dan kemaksiatan.

Baca juga: Asal-Usul Istilah Ramadhan dalam Kalender Qamariyah

Ada faktor-faktor lain yang tetap dapat menjerumuskan seseorang untuk melakukan perbuatan tercela dan kemaksiatan di bulan Ramadhan. Seperti kebiasaan menuruti hawa nafsu, kebiasaan melakukan perbuatan tercela, dan adanya setan berwujud manusia.

Atau, bisa jadi—wallahu a’lam—maksud dari “setan dibelenggu” adalah sebagaimana yang terdapat dalam riwayat lain, yang dibelenggu hanya “setan yang paling durhaka” (maradatu asy-Syayathin). Sehingga, gangguan dan pengaruh dari setan-setan lain yang tidak terbelenggu masih ada.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغَلَّقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ

Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan puasanya atas kalian, padanya pintu-pintu langit di buka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan yang paling durhaka dibelenggu.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i, Shahih al-Jami’: 55)

Oleh karena itu, di bulan Ramadhan yang sangat mulia tersebut, hendaknya setiap muslim bersegera dalam melakukan berbagai kebaikan dan amal-amal ketaatan.

Baca juga: 4 Keutamaan Puasa — Hadits Puasa #3

Maksimalkan waktu yang ada untuk kebaikan. Lebih rajin lagi beraktivitas di siang hari. Hindari begadang malam tanpa kegiatan yang berpahala. Begadang malam itu jika di luar bulan Ramadhan saja dilarang, tentu di bulan ini larangannya lebih tegas.

Termasuk begadang sibuk dengan berbagai permainan, game, gadget, dan lain sebagainya. Semua ini harus dihindari. Terutama kebiasaan tidur di sepanjang siang secara berlebihan. Wallahu a’lam. [Sodiq Fajar/dakwah.id]

 

اَللَّهُمَّ أَيْقِظْنَا مِنْ رَقَدَاتِ الْغَفْلَةِ، وَوَفِّقْنَا لِلْاِسْتِعْدَادِ قَبْلَ النُّقْلَةِ، وَأَلْهِمْنَا اِغْتِنَامَ الزَّمَانِ وَقْتَ الْمُهْلَةِ، وَاغْفِرْ اللَّهُمَّ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah, bangunkan kami dari tidur lalai kami, beri kami taufiq untuk bersiap sebelum melangkah, beri kami ilham untuk merebut kesempatan di setiap waktu luang, ampuni kami Ya Allah, ampuni kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin.

 

Diadaptasi dari kitab: Mukhtashar Ahadits ash-Shiyam
Penulis: Syaikh Abdullah bin Shalih al-Fauzan
Penerjemah: Sodiq Fajar