Jamaah bersiap meraih tiga keutamaan shalat Jumat di masjid

Materi Khutbah Jumat: 3 Keutamaan Melaksanakan Shalat Jumat

Terakhir diperbarui pada ·

Materi Khutbah Jumat
3 Keutamaan Melaksanakan Shalat Jumat
Pemateri: Ustadz Hafizh Nizham

Mukadimah Khutbah Jumat

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَيِّدَ الْأَيَّامِ، وَأَعْظَمَ فِيْهِ الْأُجُوْرَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَعَادِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Khutbah Pertama

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala yang masih melimpahkan nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan sehingga kaki kita ringan melangkah ke rumah-Nya hari ini. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sosok yang mengajarkan kita betapa indahnya menghidupkan setiap detik pada hari Jumat.

Hadirin yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala, sering kali kita memandang shalat Jumat hanya sebagai rutinitas pengganti shalat Zuhur atau sekadar datang, duduk, mendengar khutbah, lalu pulang.

Padahal sejatinya, shalat Jumat memiliki keutamaan yang begitu besar dibandingkan dengan shalat-shalat lainnya. Kabar baiknya, kita sedang melaksanakan shalat Jumat ini yang merupakan salah satu ibadah paling agung di sisi Allah.

Besarnya kemuliaan shalat Jumat ditunjukkan oleh firman Allah subhanahu wata’ala dalam Surah al-Jumu’ah ayat 9,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Sesungguhnya Allah tidak pernah menurunkan satu ayat khusus melainkan di dalamnya terdapat perkara yang sangat agung, krusial, dan menentukan arah hidup seorang hamba.

Kisah Salaf dalam Mengejar Keutamaan Shalat Jumat

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Para salaf pun bersungguh-sungguh mengejar keutamaan shalat Jumat. Jika kita menengok lembaran sejarah generasi Salafus Shalih, kita akan mendapati betapa tingginya semangat mereka dalam mengagungkan shalat Jumat.

Mereka bersegera menuju masjid sejak pagi hari dan menghidupkan waktu dengan zikir, shalawat, serta tilawah al-Quran. Besarnya keutamaan shalat Jumat menjadikannya momentum emas untuk berlomba-lomba meraih rida Allah subhanahu wata’ala.

Inilah mengapa para sahabat pun menyesali diri jika terlambat atau tak sengaja melalaikannya meskipun dengan durasi yang sangat sebentar saja.

Suatu pagi pada hari Jumat, Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu datang ke masjid dan mendapati tiga orang sudah mendahuluinya. Beliau merasa sedih dan menegur dirinya sendiri,

رَابِعُ أَرْبَعَةٍ، وَمَا رَابِعُ أَرْبَعَةٍ بِبَعِيدٍ.

Aku adalah orang keempat dari empat orang, dan posisi keempat ini sesungguhnya masih terlalu jauh.”

Tidak hanya itu, besarnya keistimewaan shalat Jumat ini bahkan membuat kebiasaan para sahabat untuk shalat Jumat pun berubah dibanding ketika tidak sedang shalat Jumat.

Dulu, para sahabat biasa makan siang dan qailulah (beristirahat) sebelum waktu zawal (tergelincir matahari), tetapi rutinitas ini tidak dilakukan pada hari Jumat. Hal itu karena mereka tahu betul seagung apa keistimewaan shalat Jumat sehingga mereka sibuk untuk bersiap-siap dan bersegera menuju masjid sebelum shalat Jumat dimulai.

Baca artikel terkait: 8 Hal yang Perlu Kita Ketahui tentang Ibadah Shalat

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari hadits nomor 939 dan Imam Muslim hadits nomor 859, Sahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu berkata,

مَا كُنَّا نَقِيلُ وَلَا نَتَغَدَّى إِلَّا بَعْدَ الْجُمُعَةِ.

Kami tidak tidur siang dan tidak makan siang kecuali setelah selesai shalat Jumat.”

Ali bin Husain Zainal Abidin pun menyadari bahwa shalat Jumat tidak sesederhana itu. Ia paham bahwa shalat Jumat adalah karpet merah yang digelar Allah untuk membagi-bagikan rahmat-Nya.

Maka Ali bin Husain Zainal Abidin memiliki pakaian berwarna kuning indah yang khusus ia kenakan pada hari Jumat. Beliau senantiasa menyiapkan pakaian yang paling bagus untuk shalat Jumat.

Sebab, shalat Jumat itu memiliki keutamaan besar, dan keutamaan itu didapat teruntuk mereka yang melaksanakan shalat Jumat dengan persiapan yang terbaik. Maka seorang Muslim hendaknya mengenakan pakaian yang lebih pantas pada hari Jumat daripada pakaian yang biasa ia kenakan di hari-hari lainnya.

Tiga Keutamaan Melaksanakan Shalat Jumat

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Para ulama menjelaskan setidaknya ada 3 keutamaan spesial ketika kita melaksanakan shalat Jumat.

Keutamaan Shalat Jumat Pertama: Dicatat Sebagai Calon Penghuni Surga

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, hadits nomor 2771, dari Sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَمْسٌ ‌مَنْ ‌عَمِلَهُنَّ فِي يَوْمٍ كَتَبَهُ اللهُ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: مَنْ عَادَ مَرِيضًا، وَشَهِدَ جَنَازَةً، وَصَامَ يَوْمًا، وَرَاحَ إلى الْجُمُعَةِ، وَأَعْتَقَ رَقَبَةً.

Ada lima hal yang jika dilakukan seseorang dalam satu hari, niscaya Allah mencatatnya sebagai penghuni surga: menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, berpuasa sehari, menghadiri shalat Jumat, dan memerdekakan seorang budak.”

Syekh al-Albani, dalam as-Silsilah ash-Sahihah no. 1023, menilai hadits ini sahih.

Amal-amal saleh memiliki tingkat keutamaan yang berbeda-beda. Dalam hadits ini, Nabi menjelaskan beberapa amal paling utama yang dapat mengantarkan seseorang ke surga.

Barang siapa konsisten menjalankan kelima hal ini dan beriman kepada Allah, maka Allah pasti memasukkannya ke surga apabila ia diberi taufik untuk menghimpun seluruh kebaikan tersebut dalam satu hari yang sama. Ini merupakan dorongan bagi kita semua untuk berbuat baik bagi diri kita sendiri, orang lain, maupun masyarakat sekitar.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Keutamaan Shalat Jumat Kedua: Dosa dan Kesalahan Diampuni Allah

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim hadits nomor 857, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ، فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ، ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ، ثُمَّ يُصَلِّيَ مَعَهُ، غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى، وَفَضْلُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ.

Barang siapa mandi lalu mendatangi shalat Jumat, menunaikan shalat sunah secukupnya, kemudian diam menyimak hingga imam selesai berkhotbah, lalu shalat berjamaah bersamanya—maka diampuni dosanya antara Jumat itu dengan Jumat berikutnya, ditambah ekstra tiga hari.”

Dalam hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa barang siapa mandi dengan membasahi seluruh tubuhnya, sedangkan mandi Jumat ini sangat ditekankan (sunah muakadah), kemudian pergi ke masjid lebih awal sebelum imam naik ke mimbar, menunaikan shalat sunah semampunya, mendengarkan dan menyimak dengan saksama hingga imam selesai berkhotbah, lalu menunaikan shalat Jumat dua rakaat bersamanya, maka Allah subhanahu wata’ala mengampuni dosa-dosanya.

Dan yang diampuni bukan hanya sehari itu saja melainkan sejak saat ia menunaikan shalat Jumat sampai Jumat berikutnya, ditambah ekstra tiga hari. Dengan demikian, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, sehingga pahala hari Jumat bernilai setara dengan sepuluh hari.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Keutamaan Shalat Jumat Ketiga: Setiap Langkah Bernilai Pahala Setahun

Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud hadits nomor 345, dari Sahabat Aus bin Aus ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‌مَنْ ‌غَسَّلَ ‌يَوْمَ ‌الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ، ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ، وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ، وَدَنَا مِنَ الْإِمَامِ، فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ، كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا.

Barang siapa mandi pada hari Jumat, berangkat lebih awal dan mendapatkan awal khotbah, berjalan kaki dan tidak berkendara, mendekat kepada imam lalu mendengarkan khotbah dengan saksama serta tidak berbuat sia-sia, maka setiap langkah kakinya bernilai pahala amalan satu tahun, baik puasa maupun shalat malamnya.”

Betapa mahalnya ampunan dan kasih sayang Allah subhanahu wata’ala yang dicurahkan melalui shalat Jumat ini.

Baca artikel terkait: Khutbah Jumat Singkat: Akibat Meninggalkan Shalat Jumat

Demikian materi khutbah Jumat dengan tema “3 Keutamaan Melaksanakan Shalat Jumat” pada siang ini. Semoga shalat Jumat yang kita kerjakan bernilai pahala yang sangat besar dan memberatkan timbangan amal kita di akhirat sebagai jalan menuju surga Allah subhanahu wata’ala.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اِنَّ اللَّهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الْكُفْرَ وَالْكَافِرِيْنَ، وَدَمِّرِ اَللَّهُمَّ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاجْعَلِ اَللَّهُمَّ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضْوَانَكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوْا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat
Materi Khutbah Jumat: 3 Keutamaan Melaksanakan Shalat Jumat
di sini

Semoga bermanfaat!

Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?

Topik Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Dakwah.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading