Materi khutbah Jumat terbaru pekan ini menekankan pentingnya menjadikan sabar dan shalat sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, baik berupa masalah ekonomi maupun keluarga.
Penulis menjelaskan bahwa cobaan merupakan bentuk kasih sayang Allah yang berfungsi sebagai penghapus dosa sekaligus sarana untuk meningkatkan derajat keimanan seorang Muslim.
Melalui kutipan Al-Baqarah ayat 153, pemateri mengarahkan umat agar tidak menghadapi masalah dengan keluh kesah, melainkan dengan ketenangan batin. Kesabaran didefinisikan sebagai kemampuan menahan diri dari kemaksiatan, sementara shalat yang khusyuk dipandang sebagai media komunikasi terbaik untuk memohon pertolongan Illahi.
Kesimpulannya, integrasi antara ketabahan dan ibadah shalat akan memberikan kekuatan iman serta keteguhan hati dalam melewati masa-masa sulit.
Materi Khutbah Jumat
Jadikan Sabar dan Shalat Sebagai Penolong
Pemateri: Fairuz An Nafidz
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ:
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Marilah kita senantiasa panjatkan puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wata’ala atas limpahan rahmat hidayah dan inayah-Nya. Karena tanpa rahmat hidayah dan inayah-Nya, kita tidak akan berada di tempat ini untuk menjalankan shalat Jumat di masjid yang semoga senantiasa Allah berkahi.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda besar, sang revolusioner Islam, Nabi agung Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, begitu pula kepada para sahabat, para tabi’in, serta kepada setiap orang yang mengikuti para salafush shalih dengan baik hingga akhir zaman.
Tak lupa khatib berwasiat kepada para jamaah sekalian, khususnya kepada diri khatib pribadi untuk bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Karena hanya takwa yang dapat menjadi bekal utama kita untuk bertemu Allah subhanahu wata’ala di akhirat kelak.
Ujian Hidup adalah Tanda Kasih Sayang Allah
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Tidak sedikit orang-orang yang berada di sekitar kita atau bahkan diri kita sendiri terkadang merasa bahwa hidup di dunia ini sangatlah berat. Perasaan tersebut biasanya muncul ketika kita sedang ditimpa ujian oleh Allah subhanahu wata’ala dengan permasalahan ekonomi, keluarga, pendidikan, pekerjaan, masalah kehidupan lainnya.
Sebagai seorang muslim, kita harus waspada terhadap diri kita ketika berada di kondisi seperti itu. Kita perlu memahami bahwa kondisi seperti itu hanyalah secuil gambaran. Tentang apa? Tentang ujian kehidupan yang Allah timpakan kepada hamba-hamba-Nya. Apa fungsinya? Fungsinya sebagai peringatan, sebagai penghapus dosa, dan sebagai ujian keimanan bagi manusia.
Jika kita tidak menyadari hakikat tersebut, maka bisa jadi diri kita akan menghadapinya dengan banyak mengeluh, melampiaskan emosi kepada hal yang tidak baik, bahkan meninggalkan shalat karena menganggap ujian tersebut adalah bentuk Allah tidak sayang kepadanya. Naudzubillahi min dzalik.
Perasaan seperti itu sering muncul bisa jadi bukan karena kita yang kurang cerdas, akan tetapi karena kita sering lupa ke mana harus mencari pertolongan.
Menghadapi Ujian dengan Sabar dan Shalat
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Lalu Harus mencari petunjuk ke manakah kita? Dan apa yang harus kita lakukan ketika Allah memberi kita ujian di kehidupan yang fana ini?
Allah subhanahu wata’ala melalui rasul-Nya yang mulia telah memberi petunjuk untuk kita agar tidak salah langkah. Salah satu petunjuk tersebut tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 153:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 153).
Dari ayat tersebut, harus kita pahami bahwa Allah subhanahu wata’ala tidak memerintahkan kita untuk menghindar dari suatu masalah. Akan tetapi mengarahkan kita untuk menghadapi masalah tersebut dengan meminta pertolongan-Nya melalui sabar dan shalat.
Solusi pertama adalah: Sabar
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Para ulama telah menjelaskan yang dimaksud dengan sabar ketika menghadapi ujian. Sabar ketika menghadapi ujian bukan hanya berarti kita pasrah tanpa usaha apa pun. Namun, sabar memiliki makna lebih luas dari itu. Sabar mencakup juga makna menahan diri dari maksiat, menahan lisan dari keluh kesah, dan menjaga hati untuk tetap yakin kepada Allah.
Jika kita menghadapi ujian kehidupan di dunia yang fana ini dengan penuh kesabaran, Allah akan membalas dengan pahala yang tak terhitung.
Allah berfirman dalam al-Quran surat Az Zumar ayat 10:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.” (QS. Az-Zumar: 10)
Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan kitab Shahih al-Bukhari pada pembukaan bab Sabar bahwa sahabat Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:
وَجَدْنَا خَيْرَ عَيْشِنَا بِالصَّبْرِ
“Kami mendapatkan kehidupan terbaik kami dengan kesabaran.”
Maka berbahagialah orang-orang yang ketika diberi cobaan oleh Allah mereka tetap dapat menahan dirinya untuk tidak banyak mengeluh, tidak bermaksiat, dan tetap menghadapi ujian tersebut dengan banyak bersabar. Karena orang-orang seperti itu akan mendapatkan pahala yang tidak terhitung sebagaimana firman Allah dalam ayat tadi.
Solusi kedua adalah: Shalat
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Selain sabar, Allah juga memerintahkan kita menunaikan shalat dalam menghadapi ujian yang menimpa. Hal ini dicontohkan langsung oleh baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Abu Daud dalam Sunan Abu Daud jilid 1 halaman 245:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى
“Bila kedatangan masalah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat.”
Maka yang harus kita lakukan ketika menghadapi ujian hidup, semestinya kita segera bersimpuh di hadapan Allah dalam khusyuknya shalat. Kita jadikan shalat ini sebagai wasilah untuk mendapatkan pertolongan Allah. Bukan dengan berkeluh kesah atau bahkan meluapkan emosi tanpa arah.
Di luar sana, masih banyak dijumpai orang-orang yang meremehkan shalat, bahkan menganggap ibadah mulia tersebut sebagai beban. Ketika ditimpa ujian, tidak mencari solusi dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui shalat, tapi justru mencari solusi yang jauh dari petunjuk syariat Islam.
Lalu, shalat yang seperti apa yang dapat membuahkan pertolongan Allah? Tentu shalat yang khusyuk. Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 45 melanjutkan penjelasan posisi sabar dan shalat sebagai wasilah untuk meminta tolong kepada Allah:
وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Dan sesungguhnya (shalat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al Baqarah: 45)
Maka kita harus waspada jika diri kita merasa berat untuk menjalankan shalat saat ditimpa cobaan, karena itu adalah pertanda jauhnya hati kita dari Allah subhanahu wata’ala. Namun jika yang kita rasakan adalah sebaliknya, maka itu pertanda bahwa hati kita dekat dengan Allah subhanahu wata’ala.
Mari sejenak kita renungi sebuah kisah ulama yang sangat terkemuka, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah ketika menghadapi fitnah khalqul Qur’an. Ketika itu beliau dipaksa oleh penguasa di masa itu untuk menyakini bahwa al-Quran adalah makhluk. Akan tetapi beliau tolak hal tersebut. Sehingga penguasa tersebut menyiksa beliau dengan cambuk lalu memenjarakan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Imam Ahmad tidak menyerah ketika menghadapi ujian semacam itu. Beliau tetap teguh menghadapi ujian tersebut dengan sabar dan shalat. Sehingga Allah subhanahu wata’ala memberi beliau kekuatan. Tidak sekedar kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan iman.
Keterkaitan antara Sabar dan Shalat
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Kenapa kita harus senantiasa mengaitkan antara sabar dan shalat saat menghadapi cobaan?
Karena sabar yang tidak diiringi dengan shalat membuat kita mudah rapuh. Dan sebaliknya, jika kita senantiasa menjalankan shalat akan tetapi tidak mengiringinya dengan sabar, diri kita akan menjadi mudah menyerah. Maka dari itu, kita harus senantiasa menjalankan sabar dan shalat ini secara bersamaan agar Allah memberi kita keteguhan hati, kekuatan iman, dan senantiasa memudahkan kita untuk tetap menjaga akhlak saat menghadapi ujian seberat apa pun.
Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam al-Quran surat al-Ankabut ayat 45:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan–perbuatan) keji dan mungkar.”(QS. Al-Ankabut: 45)
Langkah Konkret Saat Menghadapi Cobaan
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Penjelasan yang telah khatib sampaikan tadi membawa pesan penting bahwa cara menghadapi cobaan yang sesuai dengan petunjuk Allah adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui sifat sabar dan menegakkan shalat. Bukan dengan lari dari kenyataan, berkeluh kesah tanpa ujung, atau bahkan menempuh cara-cara yang justru mengundang murka Allah.
Maka, marilah kita bersama-sama menjadikan sabar dan shalat ini sebagai penolong dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian. Bukan malah menjadikan cobaan sebagai alasan untuk meninggalkan shalat. Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa memberi kekuatan untuk kita dalam menghadapi berbagai cobaan dan masalah dalam kehidupan ini. Amiin.
بارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبِّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Khutbah Kedua
أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?