Khutbah Shalat Gerhana Bulan: Mari Perbanyak Taubat Hingga Gerhana Usai!

3,801

Khutbah Shalat Gerhana Bulan

MARI PERBANYAK TAUBAT HINGGA GERHANA USAI!

Ditulis oleh: M. Shodiq

 

Download file PDF Khutbah Gerhana Bulan DI SINI

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ، أَحْمَدُهُ – جلَّ شأنه – خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ، وَكلٌّ فِي فَلَكٍ يُسْبَحُوْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah khutbah shalat gerhana yang dirahmati Allah ‘azza wajalla,

Di kesempatan yang sangat menakjubkan ini, mari kita lantunkan syukur kita kepada Allah ‘azza wajalla yang telah menciptakan siang dan malam, yang telah menciptakan matahari dan bulan, yang telah menciptakan tumbuhan dan bebatuan, yang telah menciptakan darat dan lautan, yang telah menciptakan gunung-gunung dan jurang, yang telah menciptakan seluruh alam semesta ini.

Dialah Allah yang Maha Esa. Dialah Allah yang Maha Perkasa. Dialah Allah ‘azza wajalla yang Maha Mencipta, Dialah Allah ‘azza wajalla Yang Maha Menghidupkan. Dialah Allah ‘azza wajalla yang Maha mematikan. Dialah Allah ‘azza wajalla yang Maha Menghidupkan untuk kedua kalinya.

Dialah Allah ‘azza wajalla yang telah mengatur seluruh pergerakan alam semesta ini dengan ketelitian yang sempurna. Tak ada cacat sedikit pun sebab Dialah Allah ‘azza wajalla yang Maha Sempurna. Sehingga seluruh benda-benda di jagat raya ini berada pada posisinya masing-masing dengan sangat serasi, selaras dan indah.

 

Jamaah khutbah shalat gerhana yang dirahmati Allah ‘azza wajalla,

Pada kesempatan yang sangat langka ini, di mana Allah ‘azza wajalla menakdirkan terjadinya gerhana bulan dengan durasi yang cukup lama, mari sejenak kita merenung mentadaburi ayat-ayat Allah ‘azza wajalla yang sangat mulia. Tiada satu makhluk pun di alam semesta ini yang mampu menandingi ayat-ayat Allah ‘azza wajalla.

Pada kesempatan yang sangat fenomenal ini, kami wasiatkan kepada diri kami dan juga kepada jamaah khutbah shalat gerhana sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah ‘azza wajalla. Keimanan dan ketakwaan baik dalam keadaan tersembunyi menyendiri, atau pun dalam keadaan tampak dan terbuka di hadapan khalayak manusia.

Sungguh, tiada yang lebih mulia bagi hamba-hamba Allah ‘azza wajalla kecuali hidup dalam keadaan beriman dan bertakwa, kecuali bernafas dalam keadaan beriman dan bertakwa.

Tanpa iman dan takwa, kita hanyalah seperti debu-debu beterbangan yang tiada guna. Tanpa iman dan takwa, kita hanyalah gumpalan daging dan tulang yang berjalan tanpa arah. Tanpa iman dan takwa, kita hanyalah menjadi manusia calon-calon penghuni neraka. Wal ‘iyadzu billah.

Maka, mari kita jaga keimanan dan ketakwaan yang telah tertancap dalam relung-relung sanubari kita dengan seluruh upaya kesungguhan dan pengorbanan kita.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.” (QS. Az-Zumar: 61)

 

Jamaah khutbah shalat gerhana yang dirahmati Allah ‘azza wajalla,

Allah ‘azza wajalla telah menciptakan langit-langit dan bumi ini dalam tujuh hari. Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dialah yang maha kuasa menutupkan malam pada siang dengan sangat cepat. Dialah yang menciptakan matahari yang bersinar, bulan yang bercahaya, dan bintang-bintang yang gemerlap. Seluruhnya tunduk kepada kuasa dan perintah-Nya.

Hanya Allah ‘azza wajalla lah yang Maha menciptakan. Hanya Allah ‘azza wajalla lah yang Maha memerintah. Semua itu adalah ayat-ayat Allah ‘azza wajalla yang sangat dahsyat dan menakjubkan.

Selain itu, ada tanda kekuasaan Allah ‘azza wajalla yang tak kalah menakjubkan. Yaitu adanya fenomena gerhana matahari dan gerhana bulan.

 

Jamaah khutbah shalat gerhana yang dirahmati Allah ‘azza wajalla,

Sungguh, tersingkapnya sinar matahari dan bulan serta tertutupnya sinar keduanya adalah petunjuk yang nyata atas kuasa Allah ‘azza wajalla. Di mana Allah ‘azza wajalla pada peristiwa itu memberikan bukti kepada makhluknya bahwa tiada yang sanggup menciptakan fenomena seperti itu kecuali hanya Allah ‘azza wajalla saja.

Suatu ketika, di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terjadilah fenomena gerhana matahari. Melihat fenomena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju masjid kemudian mendirikan shalat gerhana bersama para sahabatnya. Setelah shalat selesai, beliau menyampaikan khutbah yang cukup menggetarkan jiwa,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلَاةِ

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah, keduanya tidak gerhana karena kematian atau lahirnya seseorang, jika kalian melihatnya (gerhana) maka laksanakanlah shalat.” (HR. Ibnu Majah No. 1253)

Beliau juga bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ، فَإِذَا كَسَفَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلَاةِ

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah, keduanya tidak gerhana karena kematian atau lahirnya seseorang, akan tetapi keduanya adalah bagian dari ayat-ayat Allah yang dengan keduanya Dia menakuti hamba-hamba-Nya. Maka jika keduanya telah tampak maka bersegeralah untuk shalat.” (Al-Mustadrak ala ash-Shahihain, Al-Hakim, No. 1236, 1/481)

 

Jamaah khutbah shalat gerhana yang dirahmati Allah ‘azza wajalla,

Hikmah terbesar dari adanya fenomena gerhana bulan atau gerhana matahari adalah sebagai ancaman dan peringatan untuk hamba-hamba Allah ‘azza wajalla dari segala bentuk tindakan buruk, tercela, dan penyimpangan dari ketaatan kepada Allah ‘azza wajalla.

Allah ‘azza wajalla menakut-nakuti dan memberi ancaman keras kepada kita dengan ancaman yang mudah dimengerti oleh anak kecil sampai orang dewasa, yang muda dan yang sudah tua, laki-laki dan perempuan, orang pelosok desa maupun orang kota, orang bodoh maupun orang pintar, orang tradisional maupun orang modern.

Allah ‘azza wajalla memperingatkan kita melalui kejadian alam ini bahwa segala hal itu adalah mudah bagi Allah ‘azza wajalla. Allah ‘azza wajalla tidak kesulitan untuk menurunkan rahmat-Nya kepada hamba-Nya yang taat, demikian pula Allah ‘azza wajalla tak segan-segan untuk menimpakan azab dan siksaan bagi hamba-Nya yang maksiat.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.” (QS. Al-Isra’: 59)

Oleh karena itu, manakala telah tampak tanda-tanda adanya ancaman dari Allah ‘azza wajalla, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersegera menggalang umat untuk bersegera melaksanakan amal shalih, dengan memperbanyak doa dan zikir, shalat dan membebaskan budak, bersedekah dan bertaubat, hingga tampak kembali wajah-wajah manusia, dan berakhirnya gerhana bulan atau gerhana matahari.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur: 31)

 

Jamaah khutbah shalat gerhana yang dirahmati Allah ‘azza wajalla,

Di antara peringatan yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat menyampaikan khutbah shalat gerhana adalah,

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَاللَّهِ مَا مِن أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ، لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً، وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرً

Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang yang lebih cemburu dari Allah jika hamba-Nya, laki-laki atau perempuan berzina. Wahai umat Muhammad, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Al-Bukhari No. 986)

Hadits ini menjelaskan bahwa di antara sebab terjadinya gerhana matahari atau gerhana bulan adalah merebaknya perbuatan dosa dan maksiat, banyaknya manusia yang sibuk pada urusan dunia dan lupa terhadap urusan akhirat, serta perbuatan zina yang begitu mudahnya kita temui.

Padahal, Allah ‘azza wajalla Allah ‘azza wajalla sudah memperingatkan manusia untuk tidak mendekati zina, namun manusia justru nekat melakukannya.

 

Jamaah khutbah shalat gerhana yang dirahmati Allah ‘azza wajalla,

Sesungguhnya berbagai macam perbuatan dosa yang ada di sekeliling kita baik itu dosa kecil atau pun dosa besar, baik itu dosa pribadi ataupun berjamaah, baik itu dosa individu ataupun dosa bernegara, tidak diterapkannya syariat Allah ‘azza wajalla di muka bumi, adalah sebab rusaknya tatanan alam semesta ini.

Allah ‘azza wajalla berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum: 41)

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah: 50)

 

Jamaah khutbah shalat gerhana yang dirahmati Allah ‘azza wajalla,

Maka, saksikanlah. Inilah fenomena gerhana yang tampak di hadapan kita. Gerhana yang kita saksikan dengan mata kepala masing-masing. Inilah kuasa Allah ‘azza wajalla. Inilah salah satu ayat di antara ayat-ayat kauniyah dari Allah ‘azza wajalla. Inilah tanda merebaknya dosa dan kemaksiatan. Inilah ancaman dan peringatan dari Allah ‘azza wajalla. Ambillah pelajaran darinya. Renungilah keberadaannya.

Maka, melalui mimbar khutbah shalat gerhana ini, marilah kita bertobat kepada Allah ‘azza wajalla dengan sebenar-benarnya tobat. Marilah kita memohon ampun kepada Allah ‘azza wajalla atas segala salah dan dosa kita, dosa yang tampak dan yang tersembunyi, dosa yang disengaja atau pun yang tak disengaja. Perbanyaklah menangis, kurangilah tertawa.

فَاعْتَبِرُوْا – يَا عِبَادَ اللهِ – وَتُوْبُوْا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

 

 

KHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، أَيُّهَا النَاسُ، عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ،

اللَّهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ وَسَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ وَاجْمَعْ كَلِمَاتِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ

اللَّهُمَّ أَفْرِغْ فِي قُلٌوْبِهِمْ صَبْرًا، يَا إِلَهَ الْحَقُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

اللَّهُمَّ دَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، اللَّهُمَّ مَزِّقْ صُفُوْفَهُمْ، وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، وَمَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ، يَا عَزِيْزُ ذُو انْتِقَامٍ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ ارْحَمْ نِسَائَهُمْ وَصِبْيَانَ هُمْ، اللَّهُمَّ ارْحَمْ ضُعَفَاءَ هُمْ، اللَّهُمَّ دَاوِ جَرْحَهُمْ وَاشْفِ مَرْضَاهُمْ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Download file PDF materi khutbah Jumat DI SINI