Materi khutbah Jumat Tiga Bekal Menyambut Ramadhan yang disusun oleh ustadz Zaki Abu Barbarosa ini membahas persiapan spiritual dalam menghadapi bulan Ramadhan. Naskah khutbah Jumat terbaru ini menekankan pentingnya memiliki bekal yang matang agar umat Muslim tidak merugi dan dapat meraih derajat takwa.
Penulis menguraikan tiga strategi utama, yakni membersihkan hati melalui tobat, memperdalam ilmu fikih puasa, serta menyusun target amal ibadah yang terencana. Melalui pendekatan ini, jamaah didorong untuk melakukan perubahan diri yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Naskah ini ditutup dengan rangkaian doa agar umat diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah dan mendapatkan ampunan Allah.
Materi Khutbah Jumat
Tiga Bekal Menyambut Ramadhan
Pemateri: Zaki Abu Barbarosa
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِيمَانِ، وَشَرَّفَنَا بِالْإِسْلَامِ وَالْإِحْسَانِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ عَلَى جَزِيلِ النِّعَمِ وَالْإِحْسَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكَ الدَّيَّانَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثَ بِالْقُرْآنِ وَالْفُرْقَانِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِيَ الْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ؛ فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمَعَادِ، وَمَنِ اتَّقَى رَبَّهُ سَعِدَ فِي الدُّنْيَا، وَفَازَ فِي الْآخِرَةِ بِالْجَنَّاتِ وَالرِّضْوَانِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jamaah shalat Jumat Rahimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah subhanahu wata’ala, Rabb semesta alam, yang senantiasa melimpahkan rahmat, nikmat, dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga pada hari yang mulia ini kita dapat berkumpul di rumah-Nya untuk menunaikan ibadah Jumat.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan umat, pembawa risalah rahmat, yang telah membimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari kesesatan menuju jalan hidayah.
Jamaah yang dimuliakan Allah
Khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa adalah bekal terbaik menuju akhirat. Takwa adalah cahaya bagi hati yang gelap. Takwa adalah jalan menuju surga yang penuh kenikmatan dan ridha Allah.
Allah subhanahu wata’ala berfirman, sebagaimana dalam al-Quran Surah Ali Imran ayat 102,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Bulan Ramadhan akan datang sebentar lagi. Ia datang membawa ampunan, pahala yang dilipatgandakan, dan kemuliaan bagi hamba yang sibuk dengan al-Quran.
Sangat disayangkan, Ramadhan datang hanya sekejap. Memang Tak lama… tapi ia datang membawa ampunan dan pergi membawa catatan amal. Siapa yang memanfaatkan, ia beruntung dan siapa yang melalaikan, ia merugi.
Hamba yang beruntung dengan datangnya Ramadhan adalah sebagaimana yang Allah firmankan dalam Surat al-Baqarah ayat 183. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Tiga Bekal Menyambut Ramadhan
Banyak di antara kaum muslim yang memasuki Ramadhan tanpa persiapan sehingga mereka keluar dari bulan Ramadhan tanpa perubahan, justru mereka ini merugi. Padahal, para sahabat Nabi radhiallahu anhum ajmain dan salafus shalih mempersiapkan diri sebelum memasuki Ramadhan jauh 6 bulan sebelumnya.
Karena mereka semuanya benar-benar menyadari dan ingin meraih puncak keberuntungan Ramadhan, yaitu menjadi hamba yang bertakwa.
Oleh karena itu, di antara persiapan untuk mencapai keberuntungan tersebut, mari kita siapkan tiga bekal menyambut Ramadhan sebagaimana berikut.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah
Bekal Pertama: Membersihkan Hati dengan Tobat dan Muhasabah
Bekal menyambut Ramadhan pertama adalah bertobat dan muhasabah diri. Mari kita renungkan sejenak. Sudah berapa dosa yang telah kita perbuat? Dan sudah berapa kali kita bertobat dan muhasabah?
Mari kita bersama-sama menyambut bulan Ramadhan ini dengan taubatan nasuha, kita sudahi dan tinggalkan maksiat serta dosa. Mari kita kembali kepada Allah ‘azza wajalla.
Manakala sekarang kita bertobat, maka di bulan Ramadhan, Allah berikan limpahan rahmat.
Tobat berarti sadar dan menyesali akan dosa yang diperbuat, kemudian meninggalkan dosa tersebut dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala, dalam al-Quran Surat at-Tahrim ayat 8,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya,”
Imam ath-Thabari, dalam tafsirnya, menerangkan bahwa taubatan nasuha adalah tobat yang tidak kembali kepada dosa dan tobat yang disertai amal saleh serta perbaikan diri.
Selain taubatan nasuha, bekal menyambut Ramadhan selanjutnya adalah muhasabah diri. Umar bin Khattab berkata, “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, dan timbanglah amalmu sebelum ditimbang.”
Atsar ini menunjukkan bahwa Ramadhan sukses dimulai dari muhasabah diri.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Bekal kedua: Mempelajari Ilmu tentang Ramadhan dan Puasa
Bekal kedua yang tak kalah pentingnya yaitu memiliki ilmu tentang Ramadhan dan puasa.
Para ulama menegaskan sebuah kaidah agung dalam agama kita,
اَلْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ
“Ilmu didahulukan sebelum berkata dan beramal.”
Maksud dari kaidah ini adalah ibadah puasa Ramadhan harus dibangun di atas ilmu yang benar, bukan sekadar niat baik atau kebiasaan turun menurun. Sebab niat baik saja belum cukup apabila tidak disertai dengan ilmu yang benar.
Memang benar, semua orang bisa puasa, bisa menahan rasa lapar dan dahaga. Tetapi, apakah benar puasa hanya sebatas itu? Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah yang memiliki rukun, syarat, sunah, pembatal, adab, serta hikmah yang harus diketahui.
Baca juga: Kumpulan Artikel tentang Fikih Ramadhan
Tanpa ilmu, seseorang bisa saja bersungguh-sungguh berpuasa, namun puasanya rusak tanpa ia sadari, atau berkurang pahalanya karena kesalahan yang dianggap sepele.
Oleh karena itu, belajar tentang fikih puasa sebelum Ramadhan tiba adalah bagian dari persiapan ibadah itu sendiri. Mengetahui apa yang membatalkan puasa, apa yang tidak membatalkan puasa, bagaimana niat yang benar, dan bagaimana hukum puasa bagi orang sakit, musafir, ibu hamil dan menyusui. Semua itu termasuk ilmu yang wajib dipelajari sesuai keadaan masing-masing.
Sebagaimana halnya para salafus shalih rahimahumullah terdahulu. Mereka belajar sebelum beramal agar ibadah dilakukan dengan ilmu dan keyakinan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mempersiapkan Ramadhan dengan ilmu, menjalankannya dengan amal yang benar, dan menutupnya dengan ampunan serta rahmat-Nya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Bekal ketiga: Membuat Target Amal dan Program Ibadah
Bekal yang perlu kita siapkan selanjutnya adalah membuat dan merencanakan target amal dan program ibadah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dalam hadits sahih riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadits ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan harus dilandasi iman dan ihtisab, yaitu keyakinan kepada perintah Allah dan kesungguhan mengharap pahala dari-Nya. Puasa bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi ibadah yang dijalani dengan kesadaran dan tujuan yang jelas agar bernilai di sisi Allah.
Oleh karenanya, sangat penting bagi kita, untuk menargetkan dan menyusun program ibadah selama bulan Ramadhan. Sebab orang yang beribadah dengan target dan perencanaan akan lebih mudah menjaga keikhlasan dan konsistensi.
Baca juga: Materi Kultum Ramadhan 1446 H
Tanpa target, Ramadhan bisa berlalu begitu saja, hari-harinya habis untuk rutinitas dunia, sementara peluang ampunan yang besar justru terlewatkan.
Mari kita meneladani para salaf rahimahumullah, tidaklah mereka memasuki Ramadhan tanpa persiapan. Mereka menyusun agenda ibadah, memperbanyak tilawah, menjaga shalat malam, memperbanyak sedekah, serta menahan lisan dan hati dari dosa.
Karena mereka sadar, ampunan Allah pada bulan Ramadhan hanya diberikan kepada para hamba yang berpuasa dengan iman dan ihtisab, bukan kepada hamba yang lalai dan tanpa arah.
Maka seyogianya setiap muslim bertanya kepada dirinya sebelum Ramadhan datang:
Apa target puasaku tahun ini? Apa target shalat malamku? Mau seberapa banyak sedekah atau infak yang akan dikeluarkan di bulan Ramadhan? Seberapa dekat dengan al-Quran? Dan dosa apa yang ingin aku tinggalkan?
Maka marilah kita manfaatkan Ramadhan dengan semaksimal mungkin. Jadikan ia bulan target, bulan program, dan bulan perubahan, agar kita keluar dari Ramadhan bukan hanya dalam keadaan lapar, tetapi dalam keadaan diampuni dosa-dosa kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk berpuasa dengan iman, beramal dengan perencanaan, dan meraih ampunan-Nya di bulan yang mulia ini.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Ketahuilah wahai jamaah, Ramadhan itu hanya singkat, tetapi dampaknya bisa dirasakan seumur hidup.
Oleh karena itu, mari kita perbanyak bekal menyambut Ramadhan. Mari kita mempersiapkan diri sebelum ia datang karena siapa pun yang masuk Ramadhan tanpa bekal maka ia akan keluar tanpa perubahan.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua dan Doa Penutup Khutbah
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
اَللَّهُمَّ بَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ بُلُوْغَ الرَّاحِمِيْنَ، وَلَا تَحْرِمْنَا فِيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ وَغُفْرَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا فِيْهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ، وَغَضِّ الْأَبْصَارِ، وَحِفْظِ اللِّسَانِ، وَاجْعَلْنَا فِيْهِ مِنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ وَمِنَ الْفَائِزِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ رَمَضَانَ شَهْرَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ عَلَيْنَا، وَشَهْرَ تَوْبَةٍ وَمَغْفِرَةٍ لِذُنُوْبِنَا، وَشَهْرَ عِتْقٍ لِرِقَابِنَا مِنَ النَّارِ.
اَللَّهُمَّ وَفِّقْنَا فِيْهِ لِحُسْنِ اسْتِقْبَالِهِ، وَأَحْسِنْ لَنَا فِيْهِ الْعَمَلَ، وَاخْتِمْهُ لَنَا بِالْقَبُوْلِ وَالرِّضْوَانِ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?
Afwan Ustadz.. Ini Rukunnya sudah masuk semua kah .. sepertinya di Khutbah kedua tdk ada Shalawat nya
Afwan di koreksi kalau salah 🙏🙏
Jazakumullah atas perhatiannya, semua rukun sudah dimasukkan ke dalam naskah. Barakallah fikum