materi khutbah jumat bijak dalam bermedsos dakwah.id

Khutbah Jumat Singkat: Bijak dalam Bermedsos

Terakhir diperbarui pada ·

Materi Khutbah Jumat ini berjudul “Bijak dalam Bermedsos,” yang disampaikan oleh Ustadz Amir Sahidin, M.Ag., fokus membahas pentingnya penggunaan media sosial yang bertanggung jawab di era digital.

Khotbah Jumat singkat ini menjelaskan bahwa media sosial memiliki potensi besar untuk mendatangkan pahala atau dosa, bertindak layaknya pedang bermata dua tergantung pada bagaimana penggunaannya.

Khatib menekankan perlunya meningkatkan ketakwaan dan mengingatkan para jamaah bahwa setiap postingan dan komentar akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, sebagaimana dikuatkan oleh Al-Quran dan Hadis. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk selalu memfilter informasi, menjaga adab Islam, dan memastikan semua interaksi digital dilakukan dengan bijaksana serta dilandasi akhlak yang mulia. Naskah khutbah Jumat ini juga secara khusus menyerukan kepada orang tua dan para pendidik untuk memberikan edukasi mengenai tanggung jawab digital kepada generasi muda secara proporsional.


Khutbah Jumat Singkat
Bijak dalam Bermedsos

Pemateri: Amir Sahidin, M.Ag
(Peneliti Centre for Islamic and Occidental Studies [CIOS] UNIDA Gontor)

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

Kaum muslimin rahimakumullah

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah subhanahu wataala atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita, terutama nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga kita dapat hadir di masjid ini untuk menunaikan salat Jumat secara berjamaah.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau hingga hari kiamat.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian: marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wataala dengan sebenar-benar takwa. Karena sesungguhnya, sebaik-baik bekal menuju akhirat adalah takwa.

Kaum muslimin rahimakumullah

Perkembangan teknologi dan informasi semakin masif dan tidak terbendung lagi. Kehadiran internet dan perangkat digital, terutama media sosial atau medsos, membawa kemudahan dan revolusi besar dalam cara manusia berinteraksi.

Namun, di balik kemudahan dan revolusi tersebut, tersimpan dua potensi besar yang harus disadari oleh setiap penggunanya, yaitu pahala atau dosa. Medsos ibarat pisau bermata dua: dapat menjadi alat untuk membangun atau justru senjata yang merusak, tergantung pada niat dan cara penggunaannya.

Untuk itu, marilah kita menjadi orang yang bijak dalam bermedsos. Kita ingat selalu sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, no. 2674,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا. وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا.

Barang siapa mengajak kepada petunjuk, maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”

Hadits ini menjadi dasar yang kuat bahwa medsos dapat menjadi jalan pahala jika digunakan untuk menyebarkan kebaikan, ilmu, dan nasihat. Sebaliknya, medsos juga dapat menjadi jalan dosa jika digunakan untuk menyebarkan keburukan, kebohongan, dan hasutan.

Kaum muslimin rahimakumullah

Bijak dalam Bermedsos

Melihat besarnya potensi medsos yang dapat menjadi sumber pahala atau dosa, maka umat Islam harus semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakannya.

Prinsip utama yang perlu ditanamkan adalah kesadaran bahwa setiap postingan, komentar, atau informasi yang kita sebarkan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman dalam al-Quran Surat Qaf ayat 18,

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”

Kaum muslimin rahimakumullah        

Bijak dalam bermedsos berarti berpikir terlebih dahulu sebelum menulis, memosting, dan atau membagikan suatu informasi. Kita perlu bertanya pada diri sendiri: Apakah informasi ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah dapat menyakiti atau merugikan diri sendiri maupun orang lain?

Semua pertanyaan ini akan menjadi filter kebijaksanaan sebelum menekan tombol “unggah” atau “kirim”.

Baca juga: Trend Menyebarkan Berita Dusta di Era Sosial Media

Bijak dalam bermedsos juga berarti menjaga etika dan adab Islam dalam berinteraksi. Komentar harus sopan, tidak menyakiti, dan selalu dilandasi dengan akhlak yang mulia. Sehingga, medsos dapat menjadi ruang dialog yang sehat, bukan medan pertempuran ego dan emosi.

Bagi orang tua dan pendidik, bijak dalam bermedsos dapat berarti mengarahkan anak-anak dan generasi muda agar tidak hanya melek teknologi, tapi juga memiliki akhlak dan adab yang baik.

Edukasi tentang bahaya konten negatif, pentingnya menjaga privasi, serta tanggung jawab digital harus terus disampaikan, agar medsos tidak menjadi ruang yang menghancurkan masa depan mereka.

Kaum muslimin rahimakumullah

Demikianlah khutbah Jumat tentang bijak dalam bermedsos. Semoga Allah subhanahu wataala senantiasa membimbing kita untuk selalu berhati-hati dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan di era teknologi dan informasi ini.

Semoga Allah subhanahu wataala melindungi diri kita, keluarga kita, masyarakat kita, dan negeri kita ini dari dampak buruk penggunaan medsos, baik saat ini maupun di masa mendatang. Aamiin, ya Rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا.

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.

اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ، وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ حُكَّامًا وَمَحْكُوْمِيْنَ، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَاهُمْ، وَفُكَّ أَسْرَانَا وَأَسْرَاهُمْ، وَاغْفِرْ لِمَوْتَانَا وَمَوْتَاهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Download PDF Materi Khutbah Jumat
Bijak dalam Bermedsos
di sini

Semoga bermanfaat!

Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?

Topik Terkait

Amir Sahidin, M.Ag

Pengajar PPTQ Ibnu Mas’ud, Purbalingga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Discover more from Dakwah.ID

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading