Materi Khutbah Jumat:
3 Tanda Kasih Sayang Allah di Balik Musibah
Pemateri: Ustadz Zaki Abu Barbarosa
Mukadimah Khutbah Jumat
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَصْلَحَ الضَمَائِرَ، وَنَقَّى السَرَائِرَ، فَهَدَى الْقَلْبَ الحَائِرَ إِلَى طَرِيْقِ أَوْلَى البَصَائِرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، أَنْقَى العَالَمِيْنَ سَرِيْرَةً وَأَزْكَاهُمْ سِيْرَةً، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Khutbah Pertama
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah Jumat ini, marilah kita senantiasa mengingat segala anugerah dan kasih sayang Allah subhanahu wata’ala yang telah dikaruniakan kepada kita. Semua itu patut kita syukuri, kita gunakan di jalan kebaikan, dan kita jadikan sarana meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.
Pada kesempatan ini, khatib mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala. Caranya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beribadah kepada Allah akan menjadi manifestasi ketakwaan kita.
Merenungi Kasih Sayang Allah di Balik Musibah
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Belakangan ini kabar musibah terus terdengar dari mana-mana. Bencana alam, tanah longsor, banjir, gunung meletus, hingga cobaan hidup yang tak sempat diberitakan. Namun jangan sampai semua ini hanya berlalu sebagai angka statistik. Jangan pula berhenti sebagai berita hangat yang kita bahas pagi hari, lalu terlupakan di sore hari.
Sebab di balik tiap musibah, ada saudara kita yang sedang kehilangan rumah, menahan lapar, atau berduka atas keluarganya. Dan bagi kita yang menyaksikannya, ada pesan penting dari Allah yang harus kita renungkan. Saat musibah datang, jangan hanya sibuk bertanya, “Kenapa mereka ditimpa bencana?” Tetapi tanyakanlah pada diri kita, “Teguran apa yang ingin Allah sampaikan, dan apa yang harus saya perbaiki?”
Mari sejenak kita renungkan tiga tanda kasih sayang Allah di balik musibah yang terjadi.
Baca artikel terkait: Materi Khutbah Jumat: Pelajaran dari Musibah Banjir
Tanda Kasih Sayang Allah di Balik Musibah yang Pertama: Mengingatkan Kita Kembali kepada-Nya
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Tanda kasih sayang Allah di balik musibah yang pertama adalah musibah mengingatkan kita untuk kembali kepada Allah subhanahu wata’ala.
Hal ini sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah Asy-Syura ayat 30:
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu.”
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat ini dalam kitab tafsirnya, Tafsir al-Quran al-Azhim, jilid 7 halaman 190. Menurut beliau, setiap kesusahan yang menimpa manusia di dunia merupakan akibat dari dosa-dosa yang diperbuatnya. Namun Allah yang Maha Penyayang tidak menghukum semua kesalahan itu, melainkan mengampuni sebagian besarnya.
Oleh karena itu, ayat ini bukanlah untuk menuduh para korban atau menghakimi orang lain. Ayat ini adalah cermin bagi diri kita untuk bermuhasabah dan mengevaluasi diri.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Jika al-Quran mengingatkan kita bahwa musibah adalah sebab dari dosa, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menguatkan pesan ini dengan kabar gembira. Beliau menegaskan bahwa di balik rasa sakit dan ujian itu, ada kasih sayang Allah berupa penghapusan dosa bagi hamba-Nya yang bersabar.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari hadits nomor 5641 dan Imam Muslim hadits nomor 2573 (muttafaq ‘alaih), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya,
“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, maupun kedukaan—bahkan duri yang menusuknya—melainkan Allah menghapuskan dosa-dosanya dengan sebab musibah itu.”
Maka ketika musibah datang, marilah bersama-sama kita tidak hanya memandangi penderitaannya. Lihatlah pintu taubat yang Allah bukakan di baliknya. Perbanyaklah istighfar, perbaiki shalat, tinggalkan maksiat, dan segeralah kembali kepada Allah.
Baca artikel terkait: Materi Khutbah Jumat: 3 Tanda Cinta Allah Kepada Hamba-Nya
Tanda Kasih Sayang Allah di Balik Musibah yang Kedua: Meninggalkan Kezaliman dan Menegakkan Keadilan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Tanda kasih sayang Allah di balik musibah yang kedua adalah musibah mengingatkan kita untuk meninggalkan kezaliman dan menegakkan keadilan.
Musibah seharusnya menjadi momentum untuk mengevaluasi diri dan kehidupan negeri kita. Kita masih menyaksikan korupsi, penyalahgunaan jabatan, ketidakadilan, hingga perampasan hak rakyat. Namun jangan hanya menuding ke atas dan menuntut orang lain berubah. Tanyakan juga ke dalam diri, “Sudahkah saya jujur dan bertanggung jawab atas amanah yang saya pegang?”
Oleh karena itu, Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 58:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Jika al-Quran memerintahkan kita untuk menunaikan amanah dan berlaku adil, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempertegas cakupannya. Tanggung jawab amanah itu tidak hanya dibebankan kepada penguasa, melainkan melekat pada setiap individu di antara kita tanpa terkecuali.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari hadits nomor 7138 dan Imam Muslim hadits nomor 1829 (muttafaq ‘alaih), dari Sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.”
Maka, musibah semestinya mendorong para pemimpin untuk membenahi amanahnya, dan mendorong rakyat untuk membenahi dirinya masing-masing. Jangan jadikan bencana sebagai bahan untuk saling menunjuk atau memastikan hukuman atas dosa tertentu. Jadikanlah musibah ini sebagai alarm bersama. Mari segera meninggalkan kezaliman, kecurangan, dan pengkhianatan amanah, sebelum keterpurukan yang lebih besar menimpa kita.
Baca artikel terkait: Khutbah Jumat Singkat: Segera Tunaikan Amanah
Tanda Kasih Sayang Allah di Balik Musibah yang Ketiga: Membuka Pintu Kepedulian
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Tanda kasih sayang Allah di balik musibah yang ketiga adalah terbukanya pintu kepedulian di antara kita.
Ketika bencana menimpa saudara-saudara kita, kasih sayang Allah juga hadir bagi kita yang selamat, yaitu berupa ladang amal.
Saat mereka kehilangan rumah, Allah memberi kita kesempatan untuk membukakan tempat berteduh.
Saat mereka kehilangan harta, Allah memberi kita peluang untuk bersedekah.
Dan saat mereka kehilangan orang-orang yang dicintai, Allah memanggil kita untuk mendoakan dan menguatkan hati mereka.
Rasa empati dan kepedulian ini bukan sekadar dorongan kemanusiaan biasa. Ia adalah perintah agama yang sangat ditekankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari hadits nomor 6013, dari Sahabat Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dan juga oleh Imam Muslim hadits nomor 2318, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
“Barang siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi (oleh Allah).”
Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan hadits ini dalam kitab Syarah Riyadhus Shalihin, jilid 2 halaman 551. Beliau menegaskan pesan penting di baliknya yang artinya,
“Barang siapa yang menaruh kasih sayang kepada sesama hamba Allah, niscaya Allah akan melimpahkan kasih sayang-Nya dan memasukkannya ke dalam naungan rahmat-Nya. Sebaliknya, barang siapa yang keras hatinya—na’udzubillah min dzalik—sehingga tak ada lagi rasa iba kepada sesama, maka ia sangat pantas untuk dijauhkan dari kasih sayang Allah.
Hadits ini menjadi petunjuk bagi kita agar senantiasa menghidupkan sifat kasih sayang pada tempatnya; seperti kepada anak-anak, saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah dan kesulitan, orang-orang yang sakit, orang-orang fakir, serta siapa saja yang membutuhkan pertolongan.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Syekh al-Utsaimin menyebut secara khusus orang-orang yang sedang ditimpa musibah dan kesulitan. Merekalah salah satu tempat utama bagi kita untuk mencurahkan sifat kasih sayang.
Maka dari itu, janganlah kita hanya memandang musibah dengan mata telanjang, tetapi pandanglah dengan mata hati. Jangan berhenti hanya sampai pada rasa kasihan atau sekadar ucapan duka di media sosial.
Wujudkan rasa kasih sayang itu dalam tindakan nyata. Doakan mereka, sisihkan sebagian harta kita, ulurkan tangan, dan hadirkan manfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji. Semoga dengan kepedulian itu, kasih sayang Allah tercurah kepada kita semua berupa rahmat dan perlindungan-Nya.
Baca artikel terkait: Materi Khutbah Jumat: Sedekah Air di Musim Kemarau
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Ketiga tanda kasih sayang Allah tadi menyadarkan kita. Musibah hadir bukan sekadar berita lalu, bukan pula sekadar angka korban di media. Lebih dari itu, musibah adalah cara Allah menyapa dan mengetuk hati kita.
Bisa jadi, saudara-saudara kita yang kehilangan rumah sedang diuji kesabarannya. Namun kita yang rumahnya masih berdiri utuh, justru sedang diuji kepeduliannya.
Maka sebelum terlambat, mari kita jadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk bertaubat. Mari kita benahi amanah dan keadilan, serta melatih diri agar lebih peka dan peduli kepada sesama. Semoga kasih sayang Allah merahmati negeri kita dan melembutkan hati kita semua.
Baca artikel terkait: Materi Khutbah Jumat: Sabar ketika Tertimpa Musibah
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Download PDF Materi Khutbah Jumat
Materi Khutbah Jumat: 3 Tanda Kasih Sayang Allah di Balik Musibah
di sini
Semoga bermanfaat!
Anda ingin mendapat kiriman update materi khutbah
& artikel dakwah.id melalui WhatsApp?